My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Porsi Makan Kaira


Matahari mulai menyapa penduduk bumi, menandakan bahwa saatnya untuk kembali beraktivitas.


Radit terbiasa bangun lebih awal, ia turun perlahan dari atas ranjangnya karena takut gerakannya akan membangunkan istrinya, iya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap ke kantor, setelah dirasa sudah cukup rapi iya menghampiri istrinya karena melihat istrinya masih tertidur pulas.


"Babby bangun, aku sudah mau berangkat ke kantor!" sambil membelai lembut pipi istrinya, namun Radit dikejutkan dengan suhu tubuh Kaira "badan mu panas sekali, cepat bangun kita ke Rumah Sakit sekarang"


"Mmmm..Sayang pergi saja nanti kalau dibawa olahraga akan sembuh sendiri" ucapnya pelan dengan mata yang masih terpejam


"Demam begini masih mau pergi olahraga, istirahat saja di rumah, , tidak usah pergi GYM, aku takut nanti terjadi sesuatu sama kamu, begini saja, aku berangkat ke kantor dulu karena ada meeting penting bersama Daddy dengan Klien pagi ini setelah selesai aku akan langsung menjemputmu kita ke Rumah Sakit".


"Aku gak papa, paling cuma demam biasa, Sayang berangkat saja nanti telat katanya ada meeting penting dengan Daddy, cepat berangkat, nanti kalau ada apa-apa aku telpon"


Radit tidak ingin memaksakan kehendak istrinya karena iya tau istrinya tidak akan pernah merubah apa yang telah menjadi keputusannya, bukan karena Radit tidak bisa tegas dengan istrinya tapi karena saat ini iya harus segera pergi karena ada rapat penting yang mengharuskannya untuk pergi "baiklah kalau begitu tapi nanti kalau ada apa-apa cepat hubungi aku"


"Iya..aku akan menghubungimu" Kaira mencium tangan suaminya.


Radit bergegas ke kantor karena takut terlambat menghadiri pertemuan dengan Perusahan yang menawarkan kerja sama dengan mereka, dengan keuntungan yang tidak sedikit jika iya mampu menyakinkan tuan Harun investor dari Malaysia.


*******


Saat sampai di kantor Radit berpapasan dengan Jeny. Jeny adalah Kepala Bidang Desainer sekaligus sepupu jauh Radit, Jeny bekerja di Perusahaan PT. Art Arsitektur Hermawan karena Dad Hendra ingin membatunya mendapatkan pekerjaan yang layak, Hardi Ayah Jeny merupakan sepupu Hendra, sekaligus teman baik nya, semasa hidupnya Hardi bekerja mengabdikan dirinya di perusahaan Hendra, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Hardi memohon kepada Hendra untuk menjaga Jeny, iya meninggal saat Jeny masih duduk di bangku SMA sehingga saat kuliah Jeny di biayai oleh Hendra dan di tempatkan di Kampus yang sama dengan Radit di London Inggris. Untuk membalas jasa ayahnya semasa hidupnya


"Morning Radit" sapanya dengan tersenyum manis


"iya morning" Sambil terus melangkahkan kakinya menuju lift untuk naik ke lantai 21 Dimana ruang CEO atau Chief Executive Officer berada. Lantai teratas dikhususkan untuk pemilik Perusahaan disana hanya terdapat dua ruangan, miliknya dan milik Dad Hendra, Jeny mengikuti Radit yang hendak masuk kedalam lift yang disediakan khusus untuk petinggi perusahaan.


"Radit tunggu" Jeny mengejar langkah Radit


"Kamu pasti belum sarapan, ayo kita sarapan bersama" ajak Jeny


"Sorry..saya tidak bisa, saya sedang buru-buru" tolaknya


"Kenapa? kamu selalu menolak ajakan ku, apa karena istrimu tidak mengijinkannya" karena semenjak menikah dengan Kaira, Radit selalu menghindarinya


"Istriku tidak pernah melarang, Sekarang aku ada Meeting dengan Daddy" sambil terus berjalan ke arah lift


"Alasanmu saja" kesal Jeny dengan mata yang diputarnya pertanda malas dengan alasan Radit


Saat Radit sampai didepan pintu lift, HP Radit berdering menandakan ada panggilan masuk "Daddy " nama yang tertera di panggilan, dan menunjukkan layar ponselnya kepada Jeny, pertanda bahwa iya tidak berbohong ada meeting dengan Dad Hendra.Jeny hanya memandangnya sekilas karena tidak berhasil mendekati Radit


"Hello Dad!" aku sudah sampai sebentar lagi aku tiba" Radit masuk kedalam lift menuju dimana Dad Hendra berada


Jeny menghentakkan kakinya karena gagal lagi mendekati Radit, dengan kaki yang di hentak-hentakan iya berjalan ke arah ruangannya. "Hari ini aku gagal tapi lain kali aku harus berhasil, aku akan mendapatkan mu Radit" Monolognya mengeraskan rahangnya.


*******


Kaira memaksakan dirinya tetap berangkat GYM meskipun kondisinya sedang sakit, karena iya tidak mau mimpinya menjadi kenyataan, maka dari itu iya membenci anak-anak Kaira belum siap menerima kehadiran seorang anak dalam rumah tangganya bersama Radit.


"Oke...aku siap menemanimu kemana pun dan kapan pun sahabatku pergi, tapi apa Radit mengijinkan mu pergi dengan kondisi seperti ini " Keylin selalu meluangkan waktu untuk menemani Kaira karena iya bekerja di Butik miliknya sendiri, selama dia pergi ada Manager khusus yang menangani butiknya.


"Awalnya dia tidak ijinkan, tapi karena aku berjanji akan menghubunginya jika terjadi sesuatu, maka dia memperbolehkan aku pergi, kamu jangan khawatir nanti setelah keluar keringat pasti baikan"


setelah sampai Kaira memarkirkan mobilnya, mereka keluar bersamaan dan masuk kedalam Warung makan favorit mereka semasa SMA sampai sekarang, Warung makan mang Jojon walau pun sederhana namu rasanya boleh tidak kalah dengan Restoran mahal, walaupun Kaira dan Keylin terlahir dari darah konglomerat tidak membuat mereka gengsi dengan makanan pinggir jalan.


Kaira memesan 3 porsi mie ayam, saat Keylin pamit ke toilet, mata Keylin terbelalak saat tiba dimeja makan yang dipilih oleh Kaira, iya heran dengan banyaknya pesanan yang terhidang disana "Kai kamu pesan makanan sebanyak ini, emang siapa yang ikut kita makan"


"Iya kita berdualah, kenapa? udah cepat duduk"


"Bukannya kamu sedang diet, ada apa denganmu, kamu akhir-akhir ini aku perhatikan mulai aneh deh, apa jangan-jangan kamu hamil Kai?" Keylin menutup mulut dengan tangannya sendiri dengan mata yang terbelalak.


"Gak mungkinlah, aku tidak pernah lupa minum pil nya, aku hanya sedang pengen aja hari ini setelah sekian lama menjaga pola makan, sekali-kali gak papalah" jelasnya sambil terus makan.


"Semoga saja enggak tapi kalau sampai iya gimana?"


"Udahlah cepat makan terus, kamu bisa membuat selera makan ku hilang" sambil terus memakan mie ayamnya


Karena melihat Kaira tidak senang dengan topik sekarang, Keylin memilih melanjutkan makannya, iya heran karena melihat semua isi di dalam piring tandas tanpa tersisa, Keylin menelan Silva nya dengan susah payah karena melihat perubahan sikap Kaira, sebenarnya yang iya khawatir kalau sampai dugaannya benar.


Setelah selesai melakukan pembayaran, mereka keluar dan melajukan mobilnya dengan pelan, sambil menikmati jalanan kota pagi menjelang siang itu, jalanan cukup langgeng karena belum waktunya jam istirahat. tidak butuh waktu lama mereka sudah tiba di tempat GYM


Sebelum mereka memulai kegiatan olahraga Keylin menyentuh kening sahabatnya "masih panas, Kai kalau kamu sakit jangan dipaksakan" ucap Keylin cemas melihat wajah pucat temannya


"Aku gak papa, kamu tenang saja, ayo kita mulai sekarang"


Mau tak mau Keylin harus kembali mengalah, dan mulai berolahraga, setelah beberapa lama berolahraga Kaira berjalan mengambil botol minum yang tidak jauh dari tempat mereka berada, Kaira merasa kepalanya seperti berputar tidak lama setelahnya iya hilang kesadaran, Keylin yang melihat temannya terjatuh langsung menghentikan aktivitas olahraganya dan menghampiri" Kaira..bangun Kai..tolong..tolong bantu teman saya pingsan" teriak Keylin


Pengunjung lain datang menghampiri Keylin"ada dengannya, kenapa dia bisa pingsan" tanya salah seorang pengunjung yang membantu Keylin


"Saya juga tidak tahu, tolong bantu saya bawa ke mobil, saya akan membawanya ke Rumah Sakit" mereka membantu Keylin membawa Kaira kedalam mobil


.


.


.


MOHON DUKUNGANNYA SUPAYA OTOR SEMANGAT NULISNYA


💝💝💝💝💝


BERSAMBUNG