My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 32


Masih dikota yang sama namun tempat yang berbeda seorang wanita berteriak Histeris didalam kamarnya saat mendapatkan pesan dari Lea. Ya Jeny tidak terima jika Radit sudah baikan dengan Kaira.


"Kau tidak becus Lea" umpatnya penuh amarah. "Awas saja kau Kaira"


Maharani yang tidak sengaja lewat dari depan pintu kamar Jeny mendengar semuanya dengan jelas teriakannya karena memang suara Jeny yang terlalu keras namun tidak mendengar umpatannya pada Kaira


"Kamu kenapa berteriak Jen". tanyanya melihat kondisi kamar Jeny yang berantakan.


Jeny nyengir kuda saat melihat mamanya masuk "Mmm..aku mau mandi ma, kan kita mau ikut makan malam di rumah uncle Hendra, mau ketemu Raka disana"


"Mau ketemu Raka atau ketemu Papa Raka?"


"Mama ni kenapa, tentu saja ketemu Raka" ucapnya sembari berdiri hendak menuju kamar mandi namun langkahnya terhenti saat Maharani menarik tangannya.


"Dengarkan mama, mama hanya tidak ingin kamu terluka karena terus mengharapkan Radit"


Enggan membalas ucapan Maharani Jeny langsung menarik paksa tangannya dan menutup pintu kamar mandi.


Maharani hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.


*


*


Sore harinya Radit pulang cepat karena janjinya pada sang Mommy untuk ikut makan malam bersama.


Lea sudah menyiapkan semua keperluan Raka dari tadi karena takut ada yang ketinggalan.Sedangkan Kaira juga sudah siap.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di Mension Utama keluarga Hermawan. Sofia langsung keluar saat tahu bahwa yang datang adalah anak menantu dan cucu kesayangannya dan mengambil alih Raka dari gendongan Lea.


"Radit kamu ajak Kaira jalan-jalan aja dulu di taman belakang, ada Daddy disana" ucap Sofia sengaja untuk membuat anak dan menantunya semakin dekat karena iya tahu permasalahan dalam rumah tangga anaknya.


Melihat Radit hanya diam saja dan tidak memberikan jawaban membuat Kaira buka suara "tidak apa Mom, Kaira akan bantu Mommy didapur saja"


Sofia tersenyum kearah menantunya setelah mencium Raka "Ni Kaira Gendong Raka saja, biar Lea yang Mommy didapur" sembari memberikan Raka.


"Ayo Lea bantu saja di dapur" ajaknya pada Lea yang hanya diam saja.


Setelah bayangan Sofia hilang dibalik pintu Radit langsung mengambil Raka dari gendongan Kaira. "Didepan Mommy tidak perlu menunjukkan kebaikan palsu mu itu" ucapnya dingin.


"Jangan marah, Mommy yang serahkan"


"Cepat masuk" ucapnya dengan nada kasar


Kaira hanya menunduk kemudian berjalan masuk menuju dapur, sedangkan Radit menuju taman belakang dimana Daddynya berada.


"Ehh cucu Grandpa sudah datang, sini duduk sini" sapa Hendra saat melihat anaknya bersama cucunya datang.


"Daddy sedang apa?"


"Biasalah cari angin segar, sambil tunggu cucu Daddy sampai, gimana perkembangan kesehatan Raka? tanyanya mengkhawatirkan kondisi cucunya.


"Untuk sementara secara fisik baik, sama seperti pertumbuhan anak pada umumnya tapi pertumbuhan otaknya sedikit lambat, tapi itu penjelasan sementara yang bisa mereka perkirakan untuk pertumbuhan Raka dalam tempo empat bulan kedepan" jelasnya pada sang Daddy


Hendra menghembuskan nafas kasar "Kita doakan saja yang terbaik untuk Raka." Radit mengangguk setuju.


"Hubunganmu dengan Kaira bagaimana? tanyanya


Radit menghela nafasnya berat "Radit minta maaf, kalau Daddy minta untuk maafkan Kaira, rasanya Radit tidak mampu. Aku..masih belum mampu melupakan semua yang telah dilakukannya pada Raka, inipun suatu anugrah Raka masih bernyawa, setiap kali ingat kondisi Raka, saya pasti akan marah."


"Sampai kapan?"


"Saya pun tak tahu sampai kapan Dad"


*


*


BERSAMBUNG