My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 1


"Aaaaa..."Seru kaira terbangun dari mimpi buruknya, ia berusaha mengatur nafasnya sambil menepuk pipinya untuk mengembalikan kesadarannya.


"Tidak..aku tidak gemuk, aku tidak seperti emak-emak, aku masih Kaira yang biasanya terlihat cantik" monolognya


Tidak dapat dipungkiri putri tunggal keluarga Senjaya Itu memang terlihat sangat menawan dan mempesona, Kaira memiliki tinggi badan 155 cm dengan bentuk tubuh seperti gitar Spanyol, tidak heran banyak pengusaha kaya raya datang kepada Senjaya untuk menawarkan kerja sama demi bisa mencuri perhatian darinya agar bisa lebih dekat dengan putrinya.


Kaira biasa bangun telat karena pergulatan panas dengan suaminya, bagaimana tidak setiap malam Raditya selalu menyerangnya tanpa ampun sampai jam 3 dini hari barulah Radit membiarkan istrinya tertidur.


Sedangkan Raditya sudah berangkat kerja, iya sengaja tidak membangunkan Kaira kerena tau istrinya pasti kelelahan setelah meladeninya semalam.


Kaira teringat akan mimpi nya


Flashback On


Dalam mimpinya kaira memiliki tiga orang anak, yang pertama laki-laki usia 6 tahun yang kedua perempuan usia 4 dan anak ketiganya perempuan usia 2 tahun.


Karena anak-anak sedang dalam masa aktif, mainan berserakan dimana-mana, bahkan penampilan Kaira tampak kacau dan acak-acakan karena tidak sempat mengurusi diri sendiri.


Mereka tinggal terpisah dari orang tua nya, dan tinggal di rumah yang sudah disiapkan suaminya, Radit tidak menggunakan jasa maid karena istrinya mengatakan sanggup mengurusi rumah sendiri.


Kaira sedang menggendong anaknya yang masih kecil sedang**kan anak pertama dan keduanya sedang berkelahi karena rebutan mainan, kaira pusing dengan kelakuan anaknya karena tidak ada yang mau mengalah.


Saat kaira sedang melerai kedua anaknya Radit turun dari lantai atas melewati ruang tengah dimana Kaira dan anaknya berada, karena tidak memperhatikan langkahnya Radit menginjak mainan yang berserakan dilantai


"Kenapa rumah ini tidak kau kemas, mending saya keluar pusing diam di rumah dengan keadaan seperti ini, coba kau perhatikan tubuhmu, wajah mu, melihatnya saja saya sudah tidak berselera" Radit berkata sambil menunjuk didepan Wajah kaira


Kaira yang diremehkan marah mendengar kata-kata Radit "jadi sekarang kamu mau keluar mencari perempuan lain!"


Baru dua langkah Radit berhenti dan membalik badannya "kalau saya mencari perempuan lain apa masalahnya ?, coba kau perhatikan dirimu" Radit memperhatikan Kaira dari atas sampai kebawah dengan tatapan penghinaan. kemudian pergi meninggalkan kaira begitu saja.


Flashback Of


Kaira beranjak dari tempat tidur nya menuju ke sudut ruangan dimana terdapat timbangan digital disana, Kaira memperhatikan dengan seksama "55 kg, apa aku gemuk?" tanyanya pada diri sendiri, sebenarnya itu masih kategori ideal dengan tinggi badan yang dimiliknya 155 cm, namun karena takut kehilangan suaminya dia menepis pikirannya.


Ia menghubungi Keylin temannya, beberapa saat menunggu akhirnya telpon tersambung


"Ada apa Kai?"


"Apa kamu sibuk?, temani aku GYM!"


"Mm..oke, kebetulan hari ini aku free"


"Thanks Key, kita pergi pakai mobil aku aja, sebentar lagi aku jemput, aku mau mandi dulu"


"Apa segitu lelahnya hingga pengantin baru ini jam segini baru bangun" Keylin menggoda temannya karena sekarang sudah pukul 10 Wib.


"Makanya cepat cari pasangan biar gak penasaran, udah ahh aku mau siap-siap dulu" goda balik Kaira dan menutup sambungan telponnya.


Kaira hanya bisa tersenyum saat mengingat kegiatan panasnya bersama Radit, membuat rasa cintanya semakin membuncah.


"Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu selalu ada di sampingku"


Kaira menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai, iya pergi ke dapur mencari makanan yang bisa mengganjal perut karena ia belum sarapan, dilihatnya ada Sandwich yang sudah diolesi coklat diatas meja makan, tentu saja Radit yang menyiapkannya. Saat akan memakannya Kaira teringat akan kata-kata Radit dalam mimpinya


"Coba perhatikan tubuh dan muka mu membuat ku tidak berselera"


Kaira menggelengkan kepalannya cepat, meletakkan kembali Sandwich ketempat semula. "aku tidak mau makan sebelum berat badanku turun" tekatnya.


Iya menulis note untuk suami nya "hari ini aku pulang telat, aku pergi GYM bersama Keylin" kemudian ia tempelkan di pintu kulkas.


Tidak butuh waktu lama Kaira sudah sampai di rumah Keylin, kemudian mereka berangkat bersama. Sepanjang perjalanan iya menceritakan mimpi buruknya kepada teman baiknya itu.


Namun reaksi yang ditunjukkan Keylin diluar dugaan,iya tertawa terbahak-bahak melihat muka masam Kaira saat menceritakan mimpinya.


"Are you laughing ?" kesal Kaira


"Jadi kamu ajak aku pergi GYM hanya karena mimpi gila mu itu, ohh...Kay kenapa semenjak menikah kamu jadi bodoh" ucap Keylin tidak habis pikir.


"Iya ialah, kalau tidak dijaga dari sekarang bisa jadi Reality, emang kamu mau kalau aku jadi janda karena suamiku mencari wanita lain" lantas berusaha mencubit Keylin.


"Ya enggaklah Kai, mana rela temanku di biarkan jadi janda. Oke aku akan temani kamu kapanpun kamu mau pergi" janji Keylin karena melihat raut wajah Kaira.


Tidak terasa mereka sudah memasuki kawasan tempat GYM, mereka keluar dari mobil menuju tempat Olahraga terbesar yang ada di kotanya.


"Key, tunggu sebentar, aku mau mampir ke situ sebentar" menunjuk kearah Apotik yang ada disebelah tempat mereka GYM.


"Jangan bilang kamu minum obat apa saja untuk menurunkan berat badanmu? tanya Keylin penuh selidik.


"Stok pil ku habis, kamu tunggu saja disini, aku hanya sebentar"


Langkah Kaira terhenti saat tangannya ditarik kembali oleh Keylin "kamu serius tidak mau punya anak bersama Radit?"


"Mm" jawab Kaira singkat


"Ih kamu benar-benar aneh deh Kai, semua orang kalau udah nikah pasti maunya ada anak, lah kamu? hanya karena mimpi jadi nekat begini?" Keylin bingung dengan kelakuan Kaira, walaupun iya belum menikah namun sedikit banyak iya tahu, setiap pasangan pasti menginginkan anak dalam rumah tangga mereka.


"Ck, sudah lah, kamu tidak akan paham, tunggu disini" Kaira melepas tangannya dari Keylin menuju Apotik.


*


*


Di meja kerjanya terlihat seorang pria tampan dengan tubuh atletisnya sedang memeriksa berkas yang dibawakan oleh Sekretarisnya, setelah selesai memeriksa dan membubuhi tanda tangan, iya menyerahkan kembali berkasnya pada Sekretaris Jimy.


Raditya meraih ponselnya menghubungi istrinya, namun tidak kunjung diangkat, iya memutuskan untuk mengirim pesan, karena berpikir mungkin istrinya sedang sibuk, atau masih terlelap sehingga tidak menerima telponnya. Radit kembali melanjutkan pekerjaannya.


*****


Tidak terasa hari sudah sore, saat jam untuk pulang kerja, Radit memutuskan untuk tidak lembur karena Khawatir pada istrinya yang tak kunjung menghubunginya ataupun membalas pesannya.


Dengan langkah cepat Radit keluar dari Lift khusus petinggi, menuju mobilnya, sedang Johan supir pribadinya sudah menunggu di mobil, dan langsung membukakan pintu untuk Bosnya.


"Kita langsung pulang saja" ucap Radit dengan suara beratnya


"Baik Bos"


Selama dalam perjalanan Radit kembali mencoba menghubungi Kaira, namun hasilnya masih nihil, Kaira masih belum mengangkat telponnya


"Lebih cepat lagi jo" Radit mulai cemas


"Baik Bos" Johan memaksimalkan kecepatan.


Setelah beberapa saat mereka telah sampai di depan rumah Radit, Johan langsung turun membukakan pintu mobil untuk Bosnya. Radit bergegas menuju lantai atas mimana kamar mereka berada mencari istrinya di dalam kamar namun tidak melihatnya, kemudian membuka kamar mandi, namun tidak juga ada tanda keberadaan istrinya.


Radit turun ke lantai bawah mencari di setiap ruangan, ke tanam belakang dan mencari ke dapur namun hasilnya tetap sama, hingga akhirnya matanya mendapati note yang ditempel di pintu kulkas, Radit menghembuskan nafas kasar.


"Kamu harus dihukum karena pergi tanpa ijin dari ku" dengan menaikkan satu sudut bibirnya.


.


.


BERSAMBUNG...


Kalau Reader suka dengan karyanya berikan dukungan, dan tinggalkan jejak, karena itu akan membantu menyemangati ThorπŸ’™πŸ’™


😍😍😍