My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 33


Di dapur Kaira langsung dihujani dengan banyak pertanyaan oleh Sofia.


"Mengapa kamu tidak menemani Radit dengan Raka, ada Daddy juga, kamu bergabung kesana saja." Sofia bukannya tidak tahu kondisi Kaira tapi dia mengunakan cara itu untuk membuat Kaira tidak menyerah mendekati Radit.


Kaira yang ditanya hanya tersenyum kikuk. "Biarkan Kaira bantu Mommy disini saja, bolehkan?"


"Boleh.." Sofia terpaksa memperbolehkan karena ingin berbicara empat mata dengan Kaira.


"Lea tolong kamu bersihkan meja makan dulu biar saya dengan Kaira yang menyiapkannya disini" Tambahnya lagi supaya leluasa berbicara dengan Kaira.


"Baik nyonya" jawab Lea patuh sembari pergi meninggalkan Sofia dan Kaira dengan sesekali menoleh untuk menguping pembicaraan mereka. "Aku harus tahu yang mereka bicarakan, nama tahu bisa dapat bonus tambahan dari Jeny" tentu saja hanya iya ungkapkan dalam hati.


Namun sedetik kemudian nyalinya menciut saat mendapatkan pelototan tajam dari Sofia, akhirnya iya melangkah menjauh menuju meja makan.


Setelah dirasa tidak ada penguntit barulah Sofia angkat bicara "Apa Radit masih marah?" tanyanya sembari menyentuh tangan Kaira.


Kaira hanya mengangguk mengiyakannya.


"Kaira sudah coba macam-macam cara tapi Radit masih belum mampu memaafkan Kaira, entah sampai kapan Mom" jelasnya dengan tatapan lurus kedepan.


Sofia mencoba tersenyum "Radit memang seperti itu jika sudah marah, dari dulu Mommy sama Daddy memang tidak mudah untuk merubah sikap Radit. Namun dia akan bersikap hangat kepada orang yang dia sayangi, Kamu harus lebih sabar lagi ya" pintanya pada Kaira supaya tidak gampang menyerah dengan sikap dingin Radit.


"Kaira pun tak tahu Mom sampai kapan mampu bersabar, berat sekali untuk dia memaafkan kesalahan Kaira, terlalu besarkah dosa yang sudah saya lakukan Mom" ucapnya terbata-bata menahan sesak dan air mata yang ditahannya dari tadi.


Sofia juga bingung harus mengeluarkan jurus apalagi untuk menguatkan hati menantunya, akhirnya yang bisa dia lakukan hanyalah memeluk Kaira untuk memberikan kekuatan.


Mendapatkan perlakuan demikian makin membuat rasa bersalah semakin bersarang didalam hatinya, karena sikap mertuanya yang tidak berubah meskipun dia mencoba untuk membunuh cucu mereka.


Lea yang sedang membersihkan meja makan mengeluarkan umpatannya karena Sofia yang sepertinya mulai curiga padanya.


"Disuruh ini, disuruh itu, memangnya dia tidak ada pelayan yang bisa disuruh untuk membereskan ini semua" omelnya sambil menunjuk kesegala arah yang ada disekitarnya. "Saya dibayar hanya untuk menjaga anak cacat sialan itu"


Saat Lea membalik badan iya dikejutkan saat melihat kedatangan seorang.


Jeny datang bersama Maharani yang juga diundang oleh Hendra untuk hadir disana.


"Ehh non Jeny ada disini juga"


"Apa yang sedang kamu lakukan Lea" tanya Jeny basa basi


"Baby Sister merangkap pelayanan non Jeny" jawabnya dengan gaya kecentilan.


"Lea kalau kamu sedang kerja lakukan dengan baik, jangan banyak mengeluh" tembak langsung Maharani tidak suka dengan kelakuan Lea. "Sofia dimana?" Tambahnya lagi.


"Ada didapur nyonya" jawabnya melembut karena tahu Maharani tidak suka dengannya. Kemudian Maharani berlalu meninggalkan Jeny dengan Lea menuju keberadaan kakak iparnya.