My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 34


Setelah Maharani menjauh Jeny mendekatkan diri kearah Lea "Apa yang terjadi tadi pagi?, apa mereka sudah baikan?"


Bukannya menjawab Lea malah tersenyum sendiri, entah karena apa.


"Ehh Lea apa kau mendengar ku, ditanya malah senyam senyum sendiri"


"Oke..oke sorry non Jeny, memang awalnya mereka.."


"Pelankan suara mu" Jeny memukul pelan bahu Lea untuk mengecilkan volume suaranya.


"Iya.. memang awalnya memang seperti akan berbaikan, tapi.. sebentar kemudian Tuan Radit kembali bicara kasar seperti biasanya" jelasnya yakin kalau mereka belum baikan.


"Bagus..kerjakan tugasmu dengan baik kalau mau gaji mu tetap di bayar double aku akan memberimu bonus yang banyak kalau kamu bisa membuat jal*ng itu pergi dari kehidupan Radit" jelasnya penuh kebencian untuk menyingkirkan Kaira. "Kau harus menjadi milikku Radit, harus" ucapnya dalam hati.


Setelah memastikan semuanya aman terkendali Jeny meninggalkan Lea, tentu saja menuju keberadaan Radit.


"Hallo Uncle" sapanya sebelum duduk disebelah Radit tanpa dipersilahkan.


"ohh.. Jeny sudah lama sampai" balas Hendra.


"Baru saja uncle" kini Jeny beralih kearah Radit. "Sini biar aku yang gendong Raka" pintanya pada Radit.


"Tidak perlu"


"Mm.. bagaimana kalau aku ambilkan kita minum dulu sebelum makan malam" Tawarnya tanpa rasa malu setelah diabaikan oleh Radit. Ya selama ini Radit hanya akan berlaku baik padanya saat didepan Kaira saja.


"Boleh juga" bukan Radit yang mengiyakannya tapi Hendra.


Dengan segera Jeny kembali kedalam, menuangkan Juice buah yang sudah disediakan oleh pelayan disana dan membawanya kembali ke taman.


"Silahkan diminum uncle" ucapnya setelah meletakkan gelas dihadapan mereka masing-masing.


Karena Radit sedang mengendong Raka membuatnya kesusahan untuk minum Juice buah tersebut.


Saat Radit membuka mulutnya Kaira datang untuk memberitahu bahwa makan malamnya sudah siap.


Deg


Jantungnya serasa berhenti berdetak saat melihat wanita lain dengan beraninya menyuapi lelaki yang masih berstatus suaminya.


Untuk sepersekian detik tatapan mata mereka bertemu, namun Kaira lebih dulu memutuskan pandangannya.


"Makan malamnya sudah siap, kalian diminta untuk masuk" Kaira tetap menyampaikan tujuannya datang kesana walaupun iya harus berusaha baik-baik saja dengan kebersamaan Radit dan Jeny walaupun hatinya ngilu.


Namun yang beranjak dari sana hanya Hendra sedangkan Jeny dan Radit masih setia duduk di tempat masing-masing sambil berbincang entah tentang apa, mereka bahkan sesekali terlihat tertawa bersama sudah seperti caption keluarga kecil yang sangat harmonis.


Kaira hanya menatap nanar pemandangan didepannya dari balik pintu.


Sofia yang melihat dari kejauhan menghampiri Kaira mengelus bahu anak menantunya seolah memberikan kekuatan dari sana "Harusnya kamu yang disana"


"Tapi itu sepertinya tidak akan pernah terjadi Mom"


"Panggil Jeny kesini, bilang ada yang ingin Mommy bicarakan"


Awalnya Kiara ragu, tapi saat teringat ucapan Keylin "Kamu harus cepat kalau tidak Jeny akan merampas Radit dari kamu" Tidak mau hal itu terjadi Kaira memberanikan diri mendekat.


"Jen..Mommy memanggil mu kedapur, ada yang ingin dibicarakannya"


"Benarkah?" tanyanya lagi untuk memastikan


"Iya.."


Dengan berat hati Jeny beranjak dari sana, sebenarnya iya enggan untuk pergi karena tujuannya datang hanya untuk melihat dan bersama Radit, acara makan malam itu seperti takdir keberuntungan untuk membuatnya semakin dekat dengan Radit.


Kaira duduk di tempat yang ditempati Jeny tadi, meraih cangkir yang masih tersisa banyak Juice buah bermaksud akan menyuapi Radit seperti yang dilakukan oleh Jeny tadi.