My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Maafkan Mommy Raka


Saat mertuanya masih diruang Kaira, pintu ruangannya terbuka, namun sedetik kemudian langsung tertutup kembali Kaira kembali menangis melihat suaminya bahkan enggan untuk sekedar berbicara padanya apalagi menanyakan kabarnya "Mom kau tahu hal paling sulit dan paling sakit yang pernah aku rasakan adalah saat aku melahirkan anakku, jantungku hampir berhenti berdetak saat matanya menatapku untuk pertama kalinya saat diletakkan dokter didadaku, benar yang dikatakan suamiku, aku benar-benar kejam mom..dad.." tangisan pilunya saat kembali mengigat anaknya.


"Kamu harus banyak sabar menghadapi Raditya, dia memang keras, tidak mudah baginya melupakan kejadian ini, kalau dia sudah marah kami sebagai orangtuanya juga tidak bisa berbuat banyak, dari dulu selalu begitu" jelas Hendra menatap kasihan kepada menantunya yang seperti sangat menyesal, namun anaknya seolah tidak akan pernah memberikan maaf padanya, karena iya tahu dengan jelas sifat anaknya.


"Benar nak, setelah kejadian ini Raditya pasti tidak akan mudah memaafkan mu, kamu hanya harus sabar dan berdoa supaya dia bisa kembali menerimamu seperti dulu, sangat sulit merubah keputusannya" sambung Mom Sofia membenarkan ucapan suaminya.


Kaira hanya mengangguk paham, dan akan berusaha dari sekarang untuk meraih maaf dari suaminya "aku akan berusaha meraih maaf darimu, aku pastikan akan menjadi istri yang kapan pun siap menampung berapa banyak anak yang kamu inginkan" tekadnya dengan mengangkat satu sudut bibirnya.


Karena hari ini Kaira sudah di bolehkan pulang, Mom Sofia membantu mengemasi barang-barang Kaira, setelah sebelumnya mereka pergi menemui cucunya, setelah selesai mereka keluar dari ruang perawatan . Saat mereka berjalan menuju loket pembayaran untuk melunasi administrasi Kaira menghentikan langkahnya.


Seseorang tengah berdiri disamping box bayi didalam ruang perawatan bayi. Radit menoleh kearah luar merasa ada orang yang memperhatikannya, untuk sepersekian detik mata mereka saling beradu tatap, namun sedetik kemudian Radit melambaikan tangannya tanda mengusir.


Mom Sofia menoleh kebelakang, iya mendapati Kaira tertinggal dan memperhatikan arah pandangannya, Kaira terpaksa meneruskan langkahnya sambil menghapus air matanya.


Mom Sofia menyaksikan semuanya, namun iya tidak dapat berbuat banyak untuk menolong Kaira. Saat Kaira sampai pada mertuanya iya menghentikan langkahnya " Mom Dad, kalian tunggu di loket, aku mau menemui anakku sebenar sebelum pergi dari sini" ucapnya dengan tatapan memohon.


"Tapi sayang.."


"Aku akan menunggu disini mom, aku kesana setelah Radit pergi, sebentar saja"


Sofia menatap suaminya pertanda meminta pendapat, setelah Hendra mengangguk barulah iya memperbolehkan.


"Baiklah, kami tunggu diloket" Sofia tersenyum dan mengelus bahu Kaira, kemudian pergi bersama suaminya kearah loket.


Kaira berjalan perlahan sambil menoleh kesana kemari, takut Radit kembali dan mendapatinya menemui Raka. Ya bayi mungil itu diberi nama Raka Putra Hermawan ( Raka adalah gabungan nama dari Raditya Kaira) itu adalah nama yang dipilih oleh suaminya, namun Kaira tidak peduli karena dulu iya tidak mau tau tentang Raka, namun sekarang rasanya iya tidak bisa hidup tanpa anaknya.


Ya Kaira takut menemui anaknya sendiri karena Radit mengatakan Raka bukan lagi anaknya setelah iya keluar dari perutnya, dan iya tidak diijinkan untuk menemui Raka.


Kaira berjalan seperti gaya maling yang mengendap-endap, suster yang berada tidak jauh dari ruang bayi menghampiri karena melihat gelagat aneh Kaira. "apa ada yang bisa kami bantu" tanya suster menepuk bahunya dari belakang.


Kaira memegang dadanya yang sesak karena takut yang mendapatinya adalah Radit. "Ohh..ohh..Sus tolong ijinkan saya masuk saya mau menemui bayiku Raka Putra Hermawan"


"Baik mari saya antar"


Kaira mengekor dibelakang dan mematung didekat box bayinya, air matanya tumpah saat itu juga melihat betapa lemah tubuh mungil itu yang terdapat banyak peralatan medis. " Maafkan Mommy Raka..Maafkan Mommy.., Mommy akan melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf darimu dan Daddymu, beri Mommy kesempatan untuk merawat dan menjaga mu" tubuhnya luruh kebawah meratapi perbuatannya. "beri aku kesempatan untuk merawat anakku Tuhan, pulihkan anakku, aku janji akan menjaganya dengan baik setelah ini" gumamnya dengan bahu yang gemetaran menahan tagis.


Suster yang berjaga disana, dibuat bingung oleh dua orang yang datang ke sana yang tak lain dan tak bukan adalah Radit dan Kaira. "ada apa dengan bayi itu? gumamnya, karena kondisi bayi seperti ini sering ditemui oleh suster sepetinya tentu saja itu hal yang biasa, pada kelahiran prematur. Namun tidak demikian bagi Radit dan Kaira.


*


*


Dukung karya Mom kalau kalian suka 🙏🙏🙏