My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 36


Tidak butuh waktu lama Kiara sudah sampai didepan Mension Utama keluarganya.


Belum juga duduk Kaira sudah dihujani banyak pertanyaan oleh Tia. "Gimana keadaanmu sayang?, bagaimana keadaan Raka sekarang?, apa Radit masih marah sama kamu?"


Kiara tersenyum bingung harus jawab yang mana dulu karena Mommynya mengajukan banyak pertanyaan.


"Mom tanyanya satu-satu dong, Kaira bingung harus jawab yang mana dulu" Kaira terkekeh karena tahu Mommynya begitu mengkhawatirkannya.


"Oke...oke.. terserah mau jawab yang mana dulu" Tia mengerucutkan bibirnya seolah merajuk.


"Kaira sehat, Raka juga masih dalam proses pemulihan sampai saat ini kondisinya baik, dan...dan Radit masih belum bisa melupakan kesalahan yang sudah aku perbuat Mom." Suaranya mulai melemah diakhir saat menjelaskan tentang Radit.


Saat mereka sedang bicara Senjaya keluar dari ruang kerjanya.


"Dad Kaira datang" panggil Tia pada suaminya.


Senjaya mendekat kearah mereka dan Kaira langsung mengulurkan tangannya untuk memberi salam kepada Daddynya, namun belum sempat tangan Kaira meraih tangannya, Senjaya sudah lebih dulu menarik tangannya.


"Mau dia pulang atau tidak, saya tidak perduli"


"Dad, Kaira anak Daddy, harusnya saat Kaira sedang dalam masalah seperti sekarang Daddy ada disamping Kaira untuk membela anak Daddy" Kaira memberanikan diri untuk bicara kepada Senjaya.


Senjaya tertawa mendengar perkataan Kaira "kamu kira aku sudah gila, gila karena mendukung semua yang sudah kamu lakukan, sampai orang lain menganggap aku tidak mengerti cara mendidik anak."


Kaira menarik nafasnya dalam mendengar perkataan Daddynya yang memang adalah benar.


"Dad sudahlah kasian anak kita"


Kaira langsung pamit karena tidak ingin membuat Tia khawatir kalau iya menangis dihadapannya, karena saat ini iya sudah tidak sanggup lagi menahan air mata yang sudah tertahan dari tadi.


Kaira memacu laju kendaraannya menuju taman dipinggiran kota yang terlihat agak sepi untuk iya menenangkan pikiran terlebih dahulu.


Namun bukannya baik, hatinya malah teriris saat melihat pasangan suami istri yang menemani anaknya bermain ayunan di taman itu.


Akhirnya iya kembali ke mobil untuk segera kembali kerumah meskipun iya tidak bisa menyentuh anaknya setidaknya iya masih bisa melihat Raka dari dekat.


*


*


Hari-hari berlalu begitu saja namun sikap Radit tetap sama tidak ada yang berubah, bahkan Lea sudah menjaga Raka semakin ketat supaya tidak tersentuh oleh Kaira, karena kalau ketahuan oleh Radit, Lea akan dimarahi bahkan dipecat, Kalau sampai itu terjadi dia tidak akan mendapatkan gaji yang besar.


Namun yang tidak Kaira terima mengapa Jeny boleh menyentuh anaknya sedangkan dia yang melahirkannya tidak dibiarkan sama sekali walaupun hanya sebentar.


Ya Jeny semakin sering datang, bahkan Kaira melihat mereka sudah seperti sebuah keluarga kecil saat mereka sedang bermain bersama dengan Raka.


Dia bahkan kadang sudah seperti orang bodoh mendekat kearah Radit dan Jeny yang sedang bermain bersama Raka, saat Radit hendak memberikan Raka untuk digendong oleh Jeny, Kaira juga mengulurkan tangannya seolah menerima Raka kedalam gendongannya, namun Radit bahkan untuk sekedar menoleh saja kearahnya pun tidak.


Akhirnya dia kembali menjauh karena tidak tahan dengan kebersamaan mereka.


*


*