My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
My Husband Hates Me


Radit diantar oleh suster yang bertugas khusus berjaga di ruangan bayi, iya melangkahkan kakinya perlahan menuju box bayinya, dari kejauhan dia dapat melihat tubuh mungil anaknya terpasang begitu banyak peralatan medis, semakin dekat semakin jelas sosok mungil itu terlihat sedang tertidur pulas, ataukah karena kondisinya yang begitu lemah hingga terlihat seperti sedang tidur.


Radit tidak dapat membendung lagi air matanya saat sudah tiba didepan box anaknya, iya menenggelamkan wajahnya pada kaca incubator dengan tubuh yang bergetar karena tangisannya, iya tidak peduli dengan keberadaan suster yang melihat kondisinya. Sebagai seorang ayah iya merasa gagal menjaga anaknya dari orang-orang berusaha menyakitinya walaupun itu adalah istrinya sendiri.


"Maafkan Daddy boy.., Daddy tidak bisa menjagamu dengan baik, tapi setelah ini Daddy tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu lagi, Daddy kira setelah kamu lahir Mommymu akan menyayangimu seiring berjalannya waktu, namun nyatanya dia malah melakukan hal yang lebih kejam kepada mu, maaf kan Daddy Boy" Dalam tangisan rapuhnya iya bertekad akan akan menjaga anaknya dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anaknya.


Suster yang melihat begitu rapuhnya seorang Raditya hanya bisa menyaksikan dari sudut ruangan sambil sesekali mengelap air matanya, karena air matanya mengalir dengan sendirinya iya begitu tersentuh melihat sosok seorang ayah yang begitu menyayangi anaknya.


Setelah melihat kondisi anaknya iya mencari tempat untuk menenangkan pikirannya, setelah sebelumnya iya berpesan kepada suster dan dokter yang menangani bayinya, untuk menjaga dan memberikan perawatan terbaik kepada anaknya.



*


*


Keylin sudah pulang dari tadi setelah mendengar kata-kata yang ucapkan Radit, setelah sebelumnya iya berpamitan dan menceritakan keinginan Radit untuk menjauhi Kaira, sedangkan Kaira masih terus saja menangis sambil memeluk sahabatnya, "ini bukan salahmu, maafkan aku membuatmu ikut dimarahi oleh suamiku, kamu sudah mengingatkan ku sejak awal tapi aku..aku..aku memang ibu yang kejam" tangisannya kembali pecah saat mengigat betapa kejam dirinya.


"Aku juga ikut bersalah karena membantumu, kau tau hatiku hampir keluar dari dadaku saat melihat anakmu digendong oleh suster, aku benar-benar menyesal telah menolongmu melakukan hal bodoh ini" Keylin ikut menangis dan memeluk erat sahabatnya untuk menguatkannya.


*


*


Cekrek...suara pintu terbuka dari luar menandakan ada tamu yang berkunjung, Kaira menoleh kearah pintu saat melihat ada yang datang dan langsung berusaha menghapus air matanya "Mom..Dad.." ucapnya sembari tersenyum kearah mertuanya.


"Bagaimana keadaan mu nak" tanya Mom Sofia, sedangkan Dad Hendra hanya diam saja memperhatikan interaksi keduanya, karena istrinya begitu menyayangi menantunya, karena dulu saat meminang Kaira iya sudah berjanji kepada sahabat suaminya bahwa iya akan menjaga Kaira seperti anaknya sendiri.


"Aku.. baik-baik saja, dan hari ini sudah boleh pulang" ucapnya dengan senyuman yang paksakan "tapi...tapi anak ku mom" ucapannya tercekat di tenggorokan karena tidak mampu membendung air matanya dan menenggelamkan wajahnya dipelukan Mom Sofia.


"Semua sudah ketentuan Tuhan, kami sudah memaafkan mu, sekarang jangan sedih lagi" ucapnya menenangkan menantunya sambil mengelus lembut pundaknya.


"Tapi suamiku membenci ku, My Husband Hates Me Mom" ucapnya dengan tangisan yang semakin menjadi.


"Your husband, need time for think about that (Suamimu memerlukan waktu untuk memikirkan semua itu)" kira-kira begitu ya😄 ucap Mom Sofia sambil melepas pelukannya sembari menghapus air mata Kaira.


"Terima kasih Mom, Dad, kalian sudah mau memaafkan ku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku akan belajar menjadi menantu yang baik buat kalian, aku..aku akan belajar menjadi istri yang amanah untuk suamiku" ucap dengan penuh rasa penyesalan kepada mertuanya, namun iya ragu untuk mendapatkan maaf dari suaminya.


*


*


BERSAMBUNG


Karena Mom masih pemula, maka dari itu sangat memerlukan dukungan dari kalian untuk terus semangat up dan semakin baik dalam proses penulisan kalau ada kritik dan saran dari para reader