
Terdengar kicauan burung dengan Cahya pagi yang masuk menandakan matahari mulai naik untuk menyapa penduduk bumi.
Mereka bangun telat pagi ini karena pergulatan panas mereka semalam, ya Kaira tetap menjalankan kewajibannya walaupun saat ini iya sedang mendiamkan suaminya, namun tidak membuatnya lupa dengan kewajibannya.
Radit membuka matanya mendapati istrinya masih terlelap dalam pelukannya masih dengan tubuh polos tanpa benang sehelai pun, karena setelah mengakhiri pergulatannya mereka langsung terlelap tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Iya mengecup mesra kening istrinya dan mengelus lembut perut buncit istrinya "Selamat pagi kesayangan Daddy sapanya pada anaknya.
Kaira membuka matanya saat merasakan ada tangan yang mengelus perutnya, Radit langsung mengecup singkat bibir istrinya saat melihat istrinya telah terbangun. "Ayo sayang kita bangun sudah jam 8, kamu harus siap-siap berangkat liburan" karena keberangkatan mereka jam 10 pagi, menggunakan bus, Kaira mengatakan mereka akan berlibur beberapa hari di Bogor karena itu adalah tempat yang pas untuk menenangkan pikiran dengan segala keasrian alam disana.
"Kamu belum berangkat kerja? bukannya menjawab pertanyaan Radit iya malah bertanya
"Aku akan berangkat kekantor setelah mengantarmu"
"gak papa aku akan pergi sendiri menuju halte bus menggunakan taksi, kami sudah janjian akan bertemu disana" tolaknya
"Benarkah gak papa?"
"Mm.." angguknya dengan cepat
"Baiklah apa kau mau mandi bersama" godanya sambil mengedipkan sebelah matanya
"Aku bisa mandi sendiri kamu duluan aja, ini udah telat untuk kekantor" alibinya untuk menghindari mandi bersama dengan suaminya.
Setelah selesai mandi Radit mendapati pakaian sudah disiapkan istrinya di atas ranjang, iya meraihnya dan mengenakan pakaian pilihan istri tercintanya.
Sedangkan Kaira berkutat didapur memasak alakadarnya untuk sarapan mereka pagi ini, saat iya tengah menyiapkan makanan di meja makan Radit turun menghampirinya dan duduk disana, Kaira mengambilkan nasi kedalam piring Radit kemudian kedalam piringnya sendiri "silahkan dimakan" terangnya
Mereka makan dalam kesunyian hanya dentingan sendok yang terdengar selama mereka makan. setelah selesai Radit bangkit dari duduknya dan mendekat kearah kursi istrinya "Sayang beneran gak mau di antar hm! tawarnya lagi
"Iya gak perlu, aku akan pergi sendiri Kaira membersihkan meja makannya dan mengantar Radit didepan pintu. Radit berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan perut istrinya "Boy kamu jangan nakal ya, jangan menyusahkan Mom karena Daddy tidak ikut dengan Kalian" ucapnya lembut sambil mencium dan mengelusnya dengan penuh rasa cinta, kemudian iya berdiri menatap wajah istrinya " Jaga dirimu dan anak kita dengan baik, kalau ada apa-apa segera hubungi aku hm! ucapnya lembut sambil mencium kening istrinya cukup lama barulah iya melepaskannya.
Kaira hanya mengangguk, kemudian Radit melangkahkan kakinya menuju mobil Lamborghini yang terparkir di bagasinya. Kaira hanya memandang kepergian suaminya hingga menghilang dari pandangannya barulah iya masuk.
Kaira masuk kekamarnya karena iya hendak mandi, iya mendudukkan dirinya diatas ranjang berukuran king size milik mereka mengelus perutnya "mungkin ini terakhir kamu mendengar suara Daddy mu, ucapkan selamat tinggal padanya" ucapnya dengan air mata yang terjatuh membahasi kedua pipinya, disisi lain iya begitu tersiksa dengan keputusannya namun disisi lain iya harus tetap melakukannya. entah pemikiran apa yang terdapat didalam otaknya hingga tega melakukan itu pada anaknya sendiri. Setelah puas menangis barulah iya beranjak menuju kamar mandi.
Setelah selesai iya bergegas menuju halte bus saat taksi yang dipesannya telah sampai didepan rumah.
*
*
BERSAMBUNG
Mohon maaf kalau banyak typo