
Radit hendak melepaskan penyatuan mereka, namun langsung tertahan saat Kiara langsung mendekap erat tubuh kekarnya, menghirup aroma tubuh yang memabukkan baginya walaupun kini sudah dibanjiri oleh peluh, Kaira sangat merindukan aroma dan keadaan yang seperti ini bersama suaminya.
Radit milih diam membiarkan Kaira mendekap tubuhnya karena jauh didalam hatinya iya juga merindukan wanitanya, namun hatinya masih enggan untuk melupakan kesalahannya.
Kaira memejamkan matanya seraya menyimpan di memori terdalam ingatannya. Setelah cukup lama terdiam dengan posisi itu Kaira memberanikan dirinya untuk buka suara "Tolong maafkan aku, aku sangat menyesal, aku..." ucapnya lirih menahan air mata supaya tidak tumpah.
Belum sempat Kaira menyelesaikan ucapannya Radit langsung bangun dari tubuhnya meraih handuk menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Kaira.
Kaira menghapus air matanya kasar karena setiap kali iya mencoba berdamai Radit selalu pergi sebelum iya sempat menyelesaikan penjelasanya. Iya menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya tanpa membersihkan diri terlebih dahulu memaksakan matanya untuk terpejam berharap saat bangun semua akan lebih baik.
Selang beberapa waktu Radit keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti, saat keluar dari ruang ganti iya menatap sebentar kearah Istrinya yang sudah berada dibalik selimut, dia tahu kalau Kaira belum tidur.
Radit menjatuhkan tubuhnya disamping Kaira dengan posisi membelakanginya, tidak lama setelahnya terdengar dengkuran halus karena memang tubuhnya yang lelah.
Kaira membuka selimutnya saat mendengar sang pemilik raga sudah terlelap, menghembuskan nafasnya kasar "Tidak ada yang bisa menghentikan ku, aku tidak akan menyerah dengan penolakan mu" gumamnya yakin.
Ya Kaira memang tidak terbantahkan dan cukup percaya diri.
*
*
Pagi-pagi sekali Kaira bangun lebih cepat dari biasanya menyiapkan sarapan untuk mereka meskipun kadang Radit bahkan tidak menyentuhnya sama sekali masakannya, namun tidak membuatnya undur diri.
Saat sedang membersihkan peralatan yang sudah iya gunakan untuk memasak Kaira sayup-sayup mendengar Sura Radit bermain dengan Raka diruang tengah.
Iya menghentikan pekerjaannya sejenak melihat dari balik pintu dapur betapa Radit sangat menyayangi Raka, saat ini Radit sedang mengendong Raka sambil sesekali mencium anaknya sehingga membuat Raka kecil tertawa karena kegelian membuat Kaira ikut tertawa.
Kaira yang merasa sedang diperhatikan pun menoleh, "apa yang sedang kamu perhatikan, cepat selesai pekerjaan mu" titah Kaira berlalu hendak membawakan Kue dan membuatkan susu untuk Radit.
Dengan senyum cerianya Kaira menghampiri dua orang yang sangat dicintainya. "ini susu untuk mu, silahkan diminum, Raka biar aku yang gendong dulu" Ya Kaira mengira kalau Radit akan mengijinkannya walau hanya sebentar untuk mengendong anaknya.
"Tidak perlu aku bisa mengendong Raka sambil minum" jawab Radit dingin seperti biasa.
"Lea nanti sore siapkan keperluan Raka kita akan pergi ke Mension Utama" titahnya pada Lea.
Tadi sebelum turun Mommy nya meminta mereka semua datang untuk makan malam bersama sekaligus karena sudah lama tidak melihat cucu kesayangannya.
"Baik tuan" Lea langsung bergegas menuju kamar Raka namun langkahnya terhenti saat mendengar tuannya kembali bicara.
"Kamu juga ikut" ucapnya pada Kaira yang masih berdiri disampingnya
Kaira hanya mengangguk sembari tersenyum manis kearah Radit namun langsung padam karena ucapan Radit setelahnya.
"Jangan besar kepala hanya karena tadi malam, bukan berarti aku sudah memaafkan mu"
*
*
Bersambung
Mohon maaf Mom jarang up karena kesibukan didunia realita close the books