My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Melahirkan


Saat ini mereka berada di halte bus yang sudah mereka sepakati. Tiket keberangkatan sudah di pesan dari kemarin, tentu saja Keylin sudah menyiapkan semuanya dengan rapi supaya kebohongan mereka tidak diketahui oleh keluarga Kaira, namun tentu saja itu hanya tipuan belaka, untuk membuat Radit percaya bahwa mereka berangkat liburan ke Bogor, mengigat kekuasaan laki-laki tersebut pasti akan memastikan keberadaan serta keamanan istri dan anaknya.


Mereka memesan taksi dari halte bus menuju Klinik yang sudah di katakan oleh Keylin untuk melakukan Operasi Caesar, Kaira terus saja mengelus perutnya yang terasa nyeri dan mules.


Tanpa harus menunggu lama taksi sudah datang menghampiri mereka, dan bergegas menuju alamat yang disebutkan Keylin. Saat didalam mobil Kaira terus saja mengelus perutnya.


"Kamu kenapa Kai apa perutmu sakit?" tanyanya heran melihat Kaira terus saja mengelus perutnya iya berpikir bahwa Kaira akan berubah pikiran dengan mengasihani anaknya dan membatalkan rencana Operasi nya. "Kamu masih punya kesempatan untuk merubah keputusan sebelum kita sampai ke Klinik KIA Darma Putra"


Kaira tidak menjawab karena nyeri perut bagian bawahnya semakin lama semakin tidak mampu iya tahan, sesekali iya mengejan dan mencekam kuat lengan Keylin untuk melampiaskan rasa sakitnya.


"huhh...huuuuhh..perutku sakit, aku sudah tidak tahan" ucapnya terbata-bata menahan sakit yang luar bisa hingga keringat mulai bercucuran di pipi cantiknya.


"Jangan-jangan kamu mau melahirkan Kai..pak tolong lebih cepat pak" desaknya bingung harus melakukan apa untuk menolong Kaira, iya hanya bisa menahan sakit ditangannya saat Kaira menggenggam kuat lengannya.


"Ini sudah diusahakan cepat non, tapi karena kondisi jalan yang macet jadi kita tidak bisa menerobos" jelas supir taksi karena saat ini sudah jam makan siang, sehingga banyak orang yang bekerja pergi keluar untuk menambah tenaga untuk mendapat energi baru.


Kaira terus saja mengerang kesakitan dengan nafas yang ngos-ngosan


"Tolong aku Key perut ku sakit sekali"


Keylin hanya bisa membantu mengelus bagian perutnya dan mengelap wajahnya yang bercucuran keringatan dengan satu tangannya


.


"kamu jangan keluarkan bayinya disini aku bisa mati kalau kamu melahirkan didepan ku, aku tidak tahu caranya membantumu" tangannya mulai gemetaran sambil berusaha melepaskan tangannya yang di cengkram oleh Kaira, saat melihat ada cairan merah keluar dari antara paha Kaira.


"Kamu jangan pingsan dulu, siapa yang akan membantuku kalau kamu pingsan, bayinya ngajak keluar Key, huhh..huh.." dengan susah payah iya menguatkan dirinya agar Keylin tidak pingsan


Keylin meraih HPnya dengan tangan yang gemetaran untuk menghubungi Dokter Antoni temannya pemilik Klinik Darma Putra yang bertaraf internasional dengan peralatan medis yang lengkap serta keahlian yang mumpuni yang dimilikinya sehingga membuat Klinik KIA Darma Putra itu menjadi satu-satunya yang terbaik di kotanya.


"Non kamu jangan pingsan nanti aku bisa repot ngurusin Kalian satunya pingsan, satunya melahirkan" Pak supir ikut cemas, karena baru kali ini iya mendapatkan penumpang yang akan melahirkan didalam mobilnya.


Memerlukan waktu hampir satu jam barulah mereka tiba di Klinik KIA Darma Putra. sudah ada Dokter dan Perawat yang menunggu disana setelah ditelpon oleh Keylin. Kaira langsung dipindahkan berangkar dan dibawa kedalam ruang persalinan.


Saat telah tiba didalam ruang persalinan Kaira mengikuti instruksi dari dokter yang menanganinya" atur nafas dulu, tarik hembuskan perlahan kemudian mengejanlah saat bayi mengajak keluar" terang dokter kepadanya.


Tidak berselang lama dokter sudah mengeluarkan bayi dari sana, namun tidak terdengar suara tangisan seperti kelahiran bayi pada umumnya, dokter masih berusaha untuk menolong bayinya tidak lama kemudian barulah bayinya menangis namun terdengar sangat lemah, air matanya jatuh tanpa ijin, dadanya begitu sesak seperti ditikam dengan ribuan berlatih tajam saat melihat anaknya diletakkan di atas dadanya, betapa mungilnya dan tak berdaya.


"Selamat mendapatkan seorang anak laki-laki, namun kondisinya sangat lemah jadi harus segera kami tangani untuk mendapatkan perawatan intensif. Setelah beberapa saat dokter mengambil alih bayi dan dipindahkan keruangan khusus perawatan bayi.


Diluar ruangan Keylin mondar-mandir seperti setrika, kadang iya duduk kadang iya berdiri karena cemas sekaligus takut terjadi apa-apa pada temannya, iya menunggu didepan ruang rawat Kaira hampir tiga jam barulah pintu terbuka. Iya langsung menghampiri suster, Keylin takut-takut untuk melihat keadaan bayi tersebut mengigat mereka datang kesana untuk membunuhnya. "Ba..bagaimana kondisi bayinya" suaranya tercekat di tenggorokan sambil melirik dari jauh tanpa berani mendekat kearah bayi yang ada dalam gendongan suster.


"Bayinya laki-laki, namun...kurang sehat, dan harus dirawat intensif untuk pemulihannya, mengigat kondisi bayi sangat lemah ditambah kelahirannya yang belum mencapai bulannya, saya permisi untuk membawa bayi ini keruang perawatan khusus" terang suster yang bertugas.


Keylin hanya mengangguk sambil menitikkan air matanya melihat betapa mungilnya bayi tersebut serta kondisi fisiknya yang sangat lemah, Keylin bingung harus memberitahu keluarga Kaira atau menutupinya, namun bagaimanapun keluarganya harus tahu pikir Keylin. Iya juga merasa bersalah kepada keluarganya sahabatnya karena menolong Kaira untuk membunuh anaknya sendiri.


Belum lama setelahnya Kaira didorong keluar untuk dipindahkan keruang perawatan.


*


*


BERSAMBUNG


Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan ku🙏🙏


Dukungan dari kalian sangat membatu untuk menyemangati author🤗🤗