My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Suami yang gagal


Radit pergi ke Mension mertuanya saat jam makan siang, iya sudah tidak tahu lagi cara untuk membuat istrinya menerima kehadiran anaknya, sehingga iya datang menemui Mom Tia untuk bicara kepada Kaira anaknya.


Jarak dari kantornya ke Mension mertuanya tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 45 menit iya sudah sampai disana, terlihat gerbang tinggi menjulang yang menandakan bahwa Mensionnya cukup mewah dengan model Eropa klasik tersebut, walaupun tidak semewah dan sebesar mension milik keluarga Hermawan, disana sudah ada penjaga pintu yang bertugas, saat melihat yang datang adalah menantu dikeluarga Senjaya mereka langsung mempersilahkannya untuk masuk.


Saat sampai didepan pintu, iya masuk setelah pelayan mempersilahkannya dan mengatakan keberadaan mertuanya. Dad Senjaya saat ini sedang menemani istrinya nonton Drama kerusakannya. Ya Senjaya memang sering menemani istrinya dirumah, dan kadang memilih kerja dari Rumah karena di Kantor sudah ada orang kepercayaannya yang mengurus, iya harus memperkerjakan orang kepercayaannya karena iya hanya memiliki anak perempuan dan itupun sudah menjadi istri dari seorang Raditya Hendra Hermawan.


Walaupun Raditya sudah menawarkan kepada mertuanya untuk membantu menghandle perusahaan, namu Senjaya tau beban tanggung jawab yang dipukul menantunya cukup berat mengigat Perusahaan mereka bersekala raksasa dan menempati Reward Perusahaan nomor satu di Jakarta, tentu saja itu berkat bakat dan kehebatan menantunya yang mampu membuat Perusahaannya semakin meroket. Walaupun Perusahaan Senjaya berada dinomor tiga.


"Eh nak Radit, silahkan duduk" sambut Mom Tia marah kepada menantunya sambil mengedarkan pandangannya kebelakang menantunya


"Ada angin apa yang membawa menantuku berkunjung kesini" sindir Dad Senjaya dengan Suara beratnya sambil tersenyum, walaupun usianya sudah setengah baya namun masih terlihat jelas guratan ketampanannya ,


"Saya datang sendiri Mom" jelasnya yang mengerti maksud tatapan Mom Tia. "Maafkan kami Dad, belum pernah mengunjungi kalian, saya datang karena ada hal yang ingin saya sampaikan, saya harap Mom bisa membatu" ucapnya sambil menatap kearah Tia.


"Katakan Radit, apa yang bisa Mom bantu?" tanyanya heran karena tidak biasanya menantunya meminta bantuan kepada orang lain.


"Selama ini kalian sudah tau istriku hamil, namun..


"Namun apa Radit, kenapa dengan anakku?" tanyanya memotong ucapan Radit


"Kaira tidak menginginkan anak kami"


Senjaya dan Tia saling berpandangan, menandakan bahwa mereka bingung dengan ucapan Radit


"Apa maksudmu, anakku tidak menginginkan anak kalian?" tanya Dad Senjaya


"Iya bagaimana bisa Kaira tidak menginginkan anak kalian!" Sambung Mom Tia


"Dari awal kami menikah dia memang tidak menyukai anak kecil, sampai akhirnya kami diberikan seorang anak, tidak ada hari yang kami lalui tanpa perdebatan setiap kali aku mengungkit masalah anak, dia selalu menolak apapun bantuan dariku, hanya karena tidak ingin membuat tubuhnya berubah pasca lahiran, membuat dia benci dengan kehamilannya. tadi pagi dia pergi liburan bersama Keylin, karena dia memerlukan waktu untuk menenangkan pikiran, aku ingin pergi bersamanya namun dia menolak, aku hanya khawatir dengannya dan calon anak kami, aku merasa gagal menjadi suami, dengan membiarkan istriku pergi hanya untuk mencari ketenangan ditempat lain selain disisi suaminya" jelasnya dengan kepala yang tertunduk.


Drt..Drt..


"Keylin, Sebentar Daddy angkat telpon dari Keylin dulu" ucapnya beranjak meninggalkan Radit dan istrinya


Setelah selesai menerima telpon dari Keylin iya kembali keruang keluarga dengan raut wajah yang berubah drastis, "kenapa Dad, Keylin bilang apa? apa terjadi hal buruk kepada mereka? tanya Mom Tia penasaran


"iya apa sesuatu terjadi pada istri dan calon anakku? sambungnya Radit ikut Penasaran melihat raut wajah mertuanya.


Senjaya mengembuskan nafasnya kasar sambil memandang kepada Mom Tia dan Radit secara bergantian "mereka tidak pergi liburan, mereka...


"Mereka apa Dad cepat katakan jangan membuat kami takut" sergah Tia tidak sabar karena suami nya terlalu bertele-tele menjelaskannya.


Sedangkan Senjaya kini tengah memikirkan bahasa yang tepat untuk menyampaikan berita ini kepada menantunya, disertai dengan rasa malu karena membiarkan anaknya melakukan hal keji itu kepada anaknya sendiri, karena dapat dipastikan Radit begitu marah kalau tau apa yang telah anaknya lakukan "kamu benar-benar kejam Kaira, Daddy tidak akan memaafkan mu" monolognya dalam hati dengan mengeraskan rahangnya.


"Radit sebelumnya Daddy mau minta maaf sama kamu, mereka tidak pergi liburan, tapi pergi ke Klinik KIA Darma Putra untuk melakukan Operasi, Kaira Ingin mengangkat anaknya dengan melakukan Operasi Caesar, namun belum sempat dilakukan tindakan operasi bayinya sudah lebih dulu keluar, bayinya laki-laki dia lahir dengan selamat, namun...kondisinya kurang sehat" Jelas Senjaya menyesalkan kelakuan anaknya yang begitu tega ingin membunuh anaknya sendiri.


.


.


BERSAMBUNG


Maafkan karya receh mom ya, masih banyak kekurangan, maka dari itu mohon partisipasi para Reader untuk membantu mengoreksi bagian-bagian yang kalian rasa kurang pas ataupun terdapat banyak typo


Salam sayang untuk Reader semuanya 😍😍