My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Aku akan menolong mu


Happy Reading 💙💙💙


"Demikian hasil meeting kita pagi ini, silahkan kembali keruangan kalian masing-masing, semoga proyek kita kali ini berhasil" suara seseorang mengakhiri pertemuan, setelah semua orang meninggalkan ruang meeting Senjaya memperhatikan dari tadi anaknya tidak fokus selama meeting berlangsung.


"Radit Daddy tau kamu sedang banyak masalah, tapi Daddy tidak suka kamu mencampurkan urusan keluarga dengan urusan kantor, kamu harus tetap fokus saat bekerja, apa kamu paham" tegasnya dengan penuh wibawa sebagai penanggung jawab utama perusahaan, walaupun Radit adalah CEO disitu, namun jika menyangkut urusan kantor Radit tidak bisa berbuat apa-apa kalau Dad Hendra sudah bicara, namun lain halnya dengan masalah keluarga, Hendra tidak mau mencampuri urusan rumah tangga anaknya selama masih dalam batas kewajaran.


Radit mengangguk tanda paham dengan ucapan Daddynya "baik Dad, saya akan bersikap profesional" Hendra menepuk pundak anaknya sembari berlalu meninggalkan ruang meeting kemudian disusul oleh Radit, namun langkahnya terhenti saat Jeny mengalungkan tangannya.


"Radit tunggu"


"Apalagi" tanyanya malas meladeni


"Saya tau kamu sedang marah dengan Kaira, tapi kenapa orang lain pun kena imbasnya"


"Sudahlah Jeny lepaskan tanganmu" sembari melepaskan tangannya dengan kasar dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan kebesarannya.


"Kamu memang tidak pernah berubah" ucapnya jengkel dengan mengepalkan tangannya sampai kukunya menusuk kedalam daging karena selalu diabaikan oleh Radit "aku yakin kamu pasti malu karena selalu memuji wanita ****** itu didepanku, bahkan didepan semua orang, sekarang baru kau menyadarinya, aku tidak akan pernah melewatkan kesempatan emas ini, aku harus mendapatkanmu Raditya" gumamnya dalam hati sembari tersenyum sinis.


Bukan Jeny namanya kalau iya menyerah begitu saja, dengan langkah pasti iya berjalan menuju ruangan Radit, saat telah sampai didepan ruangan, Jeny dihentikan oleh sekretaris Jimy. "maaf Bu, Pak Raditya sedang tidak ingin ditemui siapapun" tentunya saat melewati meja Sekretaris Radit yang tahu betapa nekadnya seorang Jeny sengaja berpesan untuk tidak membiarkan wanita ular itu masuk, iya bukannya tidak tahu selama ini Jeny menaruh hati padanya namun Radit bukan tipe laki-laki yang suka jajanan luar, walaupun Jeny adalah sepupu jauhnya, yang tidak kalah cantik dan **** bak model kelas atas, namun dihatinya hanya bertahtakan nama Kaira seorang.


Wanita itu tidak memperdulikan larangan dari Sekretaris Jimy iya menerobos masuk, Radit tengah duduk dikursi kebesarannya denan kaki yang disandarkan diatas meja kerjanya dengan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut karena masalah rumah tangganya dengan Kaira.


"Bu tolo...ng"


"Radit..."


"Stop it, Keluar dari sini" ucapan Jeny dan Sekretarisnya terpotong saat mendengar penuturan sang bos, namun Radit tidak memandang sama sekali orang yang sedang berdiri dihadapannya.


"Radit biarkan saya disini, tolong dengarkan saya dulu" masih Keukeh dengan pendiriannya


"Jim kamu bisa keluar, biarkan dia disini" akhirnya iya mengijinkan Jeny tinggal karena sedang malas berdebat dengan Jeny.


Jeny berjalan mendekat kearah meja kerja Radit dan berdiri disampingnya "aku tahu kamu sangat kecewa dengan istrimu, tapi setidaknya aku ada disini untuk menolong mu, aku dengar dari Mama kalau kamu tidak mengijinkan Kaira merawat anakmu, Raka memerlukan perhatian dari kita, walaupun aku bukan siapa-siapa bagimu, tapi aku bisa membantumu merawat Raka, bagaimanapun dia tetap keponakanku, aku akan membantu mencarikan pengasuh terbaik untuk Raka" tentu saja itu good news baginya, karena Sofia menceritakan masalah rumah tangga anaknya kepada adik iparnya Maharani.


"Apa kau mengejekku" tanyanya dengan mengangkat satu sudut bibirnya


"Tidak, aku hanya prihatin dengan kondisimu dan Raka"


Setelah lama terdiam akhirnya iya menyetujui usulan Jeny "benarkah kau bisa carikan pengasuh untuk anakku?"


"of course, saya ada koneksi untuk pengasuh yang terlatih untuk merawat bayi dengan kondisi seperti Raka" ucapnya menyakinkan


"Thank you so much" ucapnya dengan senyum liciknya "kau harus merasakan penderitaan yang anakku rasakan, aku akan membuatmu lebih baik mati dari pada hidup" gumamnya dalam hati penuh kebencian kepada Kaira, Radit bermaksud akan menyakiti Kaira melalui Jeny.


*


*


BERSAMBUNG 💥💥💥


MOHON DUKUNGAN DARI PARA READER KARENA MHHM IKUT LOMBA A WRITER SEASON 7