
Saat Keluar dari kamar mandi, Radit mendapati Kaira sudah duduk diatas sofa, Kaira membiarkan suaminya mengganti pakaian dahulu baru akan mengajaknya berbicara.
"Radit...," panggilnya, Radit yang sudah memegang gagang pintu menghentikan gerakannya.
"Katakan apa yang harus yang aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku kepada mu dan Raka" pintanya dengan tatapan sendu.
Radit berjalan mendekat hingga Kaira mundur kebelakang, saat ini nafas Radit menyapu daun telinga Kaira, membuatnya merinding karena merasakan nafas hangat Radit "kamu mau tahu apa yang harus kamu lakukan?"
Kaira mengangguk namun tetap menunduk. "jangan sebut nama Raka didepan saya, jangan sentuh Raka karena kamu tidak ada hak apapun terhadap Raka" kemudian iya menjauhkan wajahnya dan berlalu meninggalkan Kiara.
"Radit...Radit..." Kaira kembali menangis dengan memanggil nama Radit.
******
Tiga bulan kemudian
Seorang wanita tengah tersenyum dalam lamunannya, sambil duduk di bangku depan kolam, mengingat betapa hangatnya sikap lelaki yang selama ini iya harapkan hari ini.
Flash back on
"Lea bagaimana menjaga Raka selama ini? kalau tidak baik, kamu bisa kasi tahu, saya akan carikan yang lebih baik!" tanya seorang wanita.
"Baik, dia baik" jawab Radit dengan tatapan masih fokus pada pola desain, yang sedang dikerjakan oleh mereka saat ini.
"Baguslah kalau begitu, so sekarang kamu sudah tidak perlu kwartir lagi" sembari tersenyum manis, setelah sekian lama tidak melihat pria dingin itu tersenyum, akhirnya entah angin apa yang membuatnya ikut tersenyum.
"Apa Dad Hendra sudah memberi tahu, kalau tuan Harun suka dengan rancangan kita?"
"Saya sudah tahu, terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, bukan hanya menyusahkan mu dalam masalah kantor, tapi juga masalah pribadi, terima kasih banyak untuk semuanya" Jelas Radit dengan sungguh-sungguh.
"Sure..tapi tuan Harun hanya membanggakan namamu saja, padahal yang berpikir keras, untuk menghasilkan disain ini kan aku!" ucapnya sambil dengan cemberut.
"Tenang saja, kamu pasti akan mengalahkan suatu saat nanti, namamu pasti akan dikenal oleh tuan Harun kolega lainya" ucap Radit menenangkan dengan mengacak-acak rambut Jeny.
Flash back Of
"Ehemm.."
"Ehemm.."
Maharani sampai berdehem dua kali untuk menyadarkan anaknya dari lamunan.
"Ada apa, katakan? apa yang membuat mu begitu bahagia hari ini! Mom tebak pasti karena Radit iya kan?, selidik Maharani, karena tidak ada alasan lain untuk anaknya bahagia selain tentang Radit.
"Mm..Mom mana ada" elaknya berbohong
"Jen..ingat Radit Sekarang sudah jadi suami orang"
"Mom ngomong apa sih" ucapnya dengan wajah yang tidak suka dengan ucapan Maharani.
"Uncle Hendra dan Aunty Sofia selama ini baik dengan kita, karena mereka peduli dengan almarhum ayahmu"
"Kamu sudah melihat sendiri, apapun yang Kaira lakukan mereka tetap menerima Kaira"
"Sudahlah Mom, Jeny mau naik dulu, mau istirahat, alibinya untuk menghindari percakapan lebih jauh dengan mommy nya.
*
*
Ditempat lain Kaira tampak tengah berbicara dengan seorang diseberang telpon yang tidak lain adalah Keylin.
"Aku bosan diam dirumah, tidak ada yang bisa ku lakukan, sudah tiga bulan aku seperti ini, mau ngasuh anak sendiri, tapi Radit tidak mengijinkan aku sama sekali untuk menyentuh Raka barang secuil pun. Aku berencana mau kembali kerja, tapi dia tak ijinkan namun memperlakukan aku seperti orang asing, kami sudah seperti bukan suami istri, tinggal serumah tapi kami tidak saling berbicara.
"Coba untuk lebih sabar lagi, aku tidak kata lain untuk menghiburmu"
"Berapa lama lagi, kamu mau aku sabar?, aku tahu kamu memang tidak berbakat menghibur, lain kali aku akan telpon lagi, bye."
"Aku..."
Tut..Tut..
"Kebiasaan mu memang tidak pernah berubah, selalu menutup telpon saat aku belum selesai bicara" kesal Keylin karena telponnya dimatikan saat iya akan memberikan kata-kata keramat yang iya punya.
*
*
BERSAMBUNG
mom buat karyanya nyungsep-nyungsep jadi perlu dukungan dari kalian MT Lovers, kadang kalau sudah sibuk didunia realita membuat tor kadang malas buat lanjut, kalau kalian suka dengan karyaku tinggalkan jejak untuk menyemangati tor ya 🤗🤗🤗