My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Pergi Liburan


"Apa kamu sudah menentukan keputusan mu" tanya nya langsung ke intinya


"Iya aku sudah memutuskannya" iya memejamkan matanya dan menghirup udara serta menghembuskan perlahan "aku akan tetap menggugurkannya"


DIseberang telpon Keylin menghembuskan nafas kasar karena sahabatnya begitu keras kepala tanpa bisa menggangu gugat keputusan temannya.


"Baiklah kalau kamu rasa itu yang terbaik, aku bisa apa, aku akan menolong mu, pastikan kamu tidak akan menyesal dengan semua keputusanmu, kita akan berangkat besok"


"Lebih cepat lebih baik" jawabnya kemudian menutup sambungan Telepon.


*


*


Jam menunjukan pukul 5 sore saat Radit tiba dirumah, semenjak kehamilan Kaira iya selalu memutuskan pulang cepat karena tidak mau meninggalkan istrinya terlalu lama, walaupun selama ini istrinya selalu menghindarinya, namun tidak membuatnya patah semangat untuk terus memantau kegiatan istrinya walaupun dari jauh.


Iya langsung menuju kekamar mereka dan mendapati Kaira sedang packing. Iya mendekat dan duduk dibelakang istrinya yang sedang sibuk mengepak barang keperluannya untuk pergi liburan.


"Sayang kamu packing semua barang ini, kamu kamu kemana? tanya lembut sambil menggulung lengan bajunya ke sebatas siku.


"Aku mau pergi liburan, tolong beri saya waktu untuk menenangkan pikiran dulu" jawabnya lemah sambil membalik badannya menghadap suaminya serta menatap lekat kedalam manik mata suaminya, iya dapat merasakan terdapat cinta yang besar didalam sana.


Setelah istrinya mengatakan ingin liburan, Radit langsung berdiri dari duduknya, baru saru langkah kakinya terhenti saat tangannya di tarik oleh istrinya "kamu mau kemana?"


"Aku mau menyiap barang-barangku untuk menemanimu, kamu mau liburan kemana aku akan telpon Jimy untuk siapkan tiket buat kita" mendudukkan kembali dirinya disamping istrinya.


"Tidak perlu aku akan pergi bersama Keylin, jangan khawatir aku akan baik-baik saja, aku juga akan menjaga anakmu dengan baik" jelasnya sambil tersenyum simpul


"Tapi Sayang aku tidak bisa membiarkan mu pergi tanpa ada aku yang menjaga mu"


Radit mengeratkan genggaman tangannya pada tangan istrinya sambil menatap lekat wajah istrinya "apa sebegitu bosannya kamu bersamaku sampai membuatmu tertekan, membuatmu tidak tenang, hingga harus pergi liburan untuk mencari ketenangan. Aku minta maaf kalau selama ini membuatmu tidak bahagia, aku tidak mengira kamu begitu sengsara harus mengandung anakku, kalau aku bisa hamil, aku akan memindah janinnya kedalam perutku agar tidak menyusahkan mu" jelasnya sendu sambil mencium tangan istrinya dengan air mata yang terjatuh tanpa ijin karena tidak tahan harus mengingat nasip anaknya yang malang.


Kaira menoleh kearah lain saat melihat suaminya mencium tangannya dengan air mata yang menetes mengenai tangannya yang didenggam oleh Radit, karena tidak ingin pikirannya berubah saat melihat air mata suaminya. Hatinya perih bagaikan di sayat ribuan berlatih tajam melihat laki-laki tegar, dingin dan Arongant menitikkan air mata demi anaknya, tidak terasa air matanya terjatuh saat melihat perlakuan suaminya, namun dengan cepat iya menghapusnya dengan satu tangan yang tidak di genggaman oleh Radit.


"Tapi jika dengan pergi liburan bisa membuatmu bahagia aku akan ijinkan" sambungnya lagi.


"Benarkah.." tanyanya tidak percaya bahwa Radit sungguh mengijinkannya pergi sendiri tanpa dirinya.


Radit hanya mengangguk tanpa ekspresi, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah seharian beraktivitas di kantor.


Setelah selesai membersihkan dirinya Radit langsung menyandarkan kepala di paha istrinya sambil mencium perutnya "Boy apa kamu nakal hari ini, apa kamu menyusahkan Mommy hm!Radit mengajak anaknya bicara, walaupun kadang Kaira sering menolak kalau dia ingin mencium perutnya atau hanya sekedar berbicara dengan baby nya. Kaira tengah membaca novel online di HP nya sambil sesekali mencuri pandang kepada suaminya dibawah sana yang sedang berbicara dengan anak mereka iya tidak menolak kali ini karena berpikir ini akan menjadi perbincangan terakhir suaminya dengan anaknya sebelum iya mengangkat babynya.


"Sayang kamu mau makan apa, aku akan pergi keluar beli makanan untuk kita" ya kadang mereka beli makanan diluar kalau istrinya tidak sempat masak atau sedang malas-malasan karena semenjak hamil wanita itu sering mual mencium bumbu-bumbu dapur.


"Terserah mu saja"


Setelah mendapatkan jawaban dari istrinya Radit bergegas pergi mencari makanan untuk makan malam mereka.


*


*


BERSAMBUNG


Mari dukung terus karya mom supaya semakin semangat up nya