My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 28


"Memang selama ini saya sudah melarang kamu untuk menyentuh Raka, kenapa kamu tidak mendengarkan saya hah?"


"Lea tidak merawat Raka dengan baik, semakin Raka menangis,semakin kuat dia pukul Raka"


"Kamu pikir saya percaya dengan semua yang kamu katakan"


"Saya yang melahirkan Raka, saya ada hak atas hidup Raka" terangnya dengan lantang tidak kalah kuat dari suara Radit.


"Hak apa yang kamu punya, Raka lahir dengan kondisi seperti ini, semua karena kamu. Berapa kali saya harus ingatkan, hak mu telah hilang saat Raka lahir kedunia ini. Paham?"


Kaira meneteskan air matanya, saat kesalahannya disebutkan kembali, walaupun iya sudah berusaha menahannya. Kaira menghapus air matanya dengan kasar, karena benci harus menangis didepan Raka.


"Saya mau kamu pecat Lea" pintanya sungguh-sungguh.


"Untuk apa? Supaya kamu bisa senang-senang dengan Raka setelah semua yang kamu lakukan" ejeknya dengan tersenyum devil dengan aura kebencian yang terpancar nyata didepan matanya.


Kaira menggeleng cepat, kemudian berlari menaiki tangga menuju ke kamar. iya berlari kearah balkon menumpahkan kembali tangisannya yang sedari tadi iya tahan. Sedih karena Radit lebih percaya orang lain dari pada istrinya sendiri. Walaupun iya tahu pernah mencelakai Raka, namun itu dulu, saat ini iya telah mencintai anak itu dengan segenap jiwa dan raganya, namun Radit tidak pernah memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa iya telah berubah pikiran dan mencintai Raka.


Radit menghela napasnya melihat kepergian Kaira, tanpa bermaksud menghentikannya. Kemudian menyusul untuk mengambil Raka yang iya tinggal didalam kamar.


Saat merasakan ada orang yang datang Kaira menoleh, Iya sampai lupa bahwa Raka masih didalam Kamar karena pikirannya yang kalut.


Pandangan mereka bertemu sepersekian detik, dan di detik berikutnya Radit langsung keluar dengan Raka yang ada dalam gendongannya.


*


*


Saat tengah malam Kaira terbangun dari tidurnya, iya menoleh kesamping, namun tidak mendapati Radit disana, namun iya mendengar Radit sedang berbicara pada seseorang, berdiri di balkon. Kaira menajamkan pendengarannya supaya bisa mendengar apa yang pria itu katakan.


"Kamu jangan kwartir, saya hanya perlu waktu, saya rasa sayang dan cinta saya kepada dia sudah hilang, saya harap kamu bisa sabar menunggu, saya harus cari waktu yang tepat. Saya akan secepatnya menyelesaikan masalah saya dengan dia, terima kasih Jeny selama ini kamu selalu disisi saya, disaat saya begitu memerlukan sosok seseorang untuk mendampingi saya." setelah mengatakan itu iya menutup telponnya dan kembali masuk kedalam kamar.


Kaira kembali komposisi awal, pura-pura tertidur. Radit berjalan perlahan menuju ranjang tempat Kaira tengah berbaring. Lama Radit memandang kearah istrinya yang tengah tertidur mengigat masa lalu saat mereka masih bertunangan.


Flash back on


Tampak sepasang kekasih tengah duduk di bangku taman menghadap ke danau. Seorang gadis tengah asyik menikmati es cream


"Tapi ini enak sekali" ucapnya manja


Radit mendekatkan wajahnya kepada Kaira bermaksud akan membersihkan mulut Kaira dengan bibirnya, namun Kaira malah mendorong kasar wajah Radit.


Bukannya marah Radit malah tertawa bersama Kaira, karena ketahuan akan menyelam sambil minum air.


"Babby.. walaupun sikapmu kasar, manja, keras kepala, tapi hatimu lembut" godanya pada sang kekasih sembari menuntun kepala Kaira untuk bersandar pada bahunya.


"Tapi kamu mau juga"


"Memanglah, terimakasih telah menerima saya sebagai suami, mengijinkan saya untuk membimbing kamu sebagai imam dalam rumah tangga kita"


"Belum suami tapi bakal suami, masih dua minggu lagi, mana lah tahu dalam dua minggu ke depan saya dapat yang lebih baik dari kamu" ucapnya dengar terbahak-bahak


"Hehehehe" Radit menirukan suara tawa Kaira. "Kamu tahu apa yang kita ucapkan itu adalah doa"


"Ah..oke..oke" ucapnya bungkam karena melihat wajah masam calon suami.


"Cobalah doa yang baik-baik"


"Oke..oke.. ya Tuhan ya Allah ku, dua minggu jadikanlah dua hari" doanya dan kembali tertawa saat melihat senyum diwajah kekasihnya.


Radit ikut tertawa melihat tingkah wanitanya, dan menariknya kedalam pelukannya.


Flash back of


Radit menghela nafas pelan, berjongkok disamping ranjang memandang lekat wajah istrinya, setelahnya iya berlalu keruang kerja, malam ini iya memutuskan untuk tidur disofa ruang kerjanya.


*


*


BERSAMBUNG


Hari ini Thor crazy up, karena sedang punya ide dan juga sedikit lenggang, mohon tinggalkan jejak untuk menyemangati Thor 💙💙💙