My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 41


Dalam perjalanan menuju Mension keluarganya Kaira hanya terus menangis sepanjang perjalanan sambil menyentuh perutnya yang masih rata.


"Radit..andai aku ada kesempatan untuk memberitahu mu, kalau aku sedang hamil, mungkin hal ini tidak terjadi sekarang" racaunya disela tangisannya.


Tanpa terasa kini iya sudah tiba didepan Mension. Kaira segera keluar dari mobilnya dengan setengah berlari iya masuk ke dalam rumah megah itu.


Dari kejauhan Tia bisa melihat anaknya semakin mendekat. dan langsung memeluknya erat saat sudah sampai didepannya.


Tia yang tidak tahan melihat kesedihan anaknya ikut meneteskan air mata.


Belum sempat melepas pelukannya Senjata datang menghampiri mereka.


"Kenapa kamu datang kesini lagi?" tanya Senjaya dengan suara beratnya.


"Dad.." panggil Kaira dengan suara lirihnya.


"Kenapa?, kalau Radit sudah ceraikan kamu berarti kamu bukan anak saya lagi."


"Dad.." kini Tia yang buka suara


"Kamu diam Tia, dan kamu Kaira, apa yang sudah kamu lakukan tidak masuk di akal, paham kamu. Kamu sudah malukan saya, kamu sudah malukan keluarga ku, kamu juga sudah membuat keturunan ku malu. Aku malu punya anak seperti kamu, kamu begitu tega menyakiti hati semua kaluarga ku, semua keluarga Hendrawan."


"Dad..tolong maafkan aku...maafkan aku Dad.." ucap Kaira dengan terbata-bata disela tangisannya sembari berusaha menyentuh tangan Daddynya namun langsung ditepis oleh Senjaya.


"Kamu ingat ini, jangan sekali-kali kamu injakan kaki mu di rumah ini lagi, kalau kamu belum mendapatkan maaf dari Radit."


"Dad..jangan lakukan itu, aku mohon" ucap Kaira dengan sesegukan.


"Keluar.. kamu keluar sekarang juga dari sini" tunjuknya kearah pintu keluar.


"Dad..tolong jangan lakukan itu, Kiara anak yang kita punya satu-satunya Dad." tambah Sofia untuk tidak sekejam itu mengusir anaknya sendiri yang kini sama sudah sesegukan seperti Kaira.


Namun belum sempat dijawab oleh Senjaya Kaira lebih dulu bicara.


"Kaira... jangan tinggalkan Mommy Kaira.."


"Jangan halangi dia pergi" potong Senjaya dengan tegas.


"Kaira..." Tia pergi kekamarnya karena dia sedang kesal dengan keputusan suaminya masih dengan tangisan yang belum mereda.


*


*


Kaira tiba dirumah Radit namun baru selangkah kakinya masuk Radit langsung menghampirinya.


"Kaira, Mommy dengan Daddy sudah pulang, Lea juga sudah saya suruh tinggal di Apartemen, jadi tidak baik Kalau kamu lama-lama disini."


Kaira hanay mengangguk lemah.


"Karena kita sudah bercerai, segala urusan setelah ini kita selesaikan dipersidangan." lagi-lagi Kaira hanya menjawab dengan anggukan.


"Kamu bisa ambil semua barang yang kamu mau, kecuali satu, Raka" Kaira menatap kearah Radit mendengar nama Raka disebut.


"Aku tidak akan pernah ijinkan walaupun hanya secuil saja"


Kaira kembali mengangguk kemudian berlalu menuju kamar Radit untuk membereskan barang-barangnya.


Radit hanya bisa menatap Kaira hingga wanita itu hilang dibalik pintu.


*


*