My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Aku akan tetap menunggumu


Seorang wanita tampak tengah menunggu di ruang tamu, walaupun apa yang iya tunggu bukan sesuatu yang pasti, namun iya akan tetap berusaha untuk mendapatkan maaf dari suaminya. Ya Kaira sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya, setelah Keylin pulang, berharap Radit akan makan siang dirumah seperti biasa sebelum iya pergi dari rumah untuk menggugurkan kandungannya dengan alasan pergi liburan bersama Keylin.


Saat ini Jam sudah menunjukkan pukul 2 kurang namun iya masih berharap suaminya akan pulang, karena dulu, walaupun kadang namun Radit pasti akan pulang untuk menemuinya.


Selama masa kehamilan Kaira, Radit selalu pulang untuk makan siang dirumah walaupun Kaira tidak menyiapkan apapun untuknya, namun iya tetap pulang walaupun iya harus makan dengan telur goreng, itupun kadang iya masak sendiri, karena Kaira tidak pernah memperdulikan apapun tentangnya selama hamil, namun Radit selalu ada untuknya menawarkan bantuan untuk menjaga dan merawat istrinya yang sedang hamil.


Sambil terus menguatkan hatinya dengan menahan air mata akan terjatuh iya berkata pada dirinya sendiri untuk tidak lemah "Ini tidak seberapa Kaira, kamu harus lebih sabar, aku akan tetap menunggumu, menunggu untuk mendapat maaf darimu". Karena lama menunggu akhirnya Kaira tertidur.


Sedangkan ditempat lain, setelah selesai makan siang mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan.


*


*


Saat ini sudah menunjukkan pukul 7 malam, saat melewati ruangan Radit, Hendra melihat lampu diruang anaknya masih menyala menandakan masih ada orang didalam sana. Hendra mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, setelah mendengar jawaban dari dalam barulah iya memutar handle pintu, dilihatnya anak semata wayangnya masih berkutat dengan banyaknya berkas diatas meja kerjanya.


"Radit..cukup untuk hari ini, istrimu pasti sudah menunggu" ingatnya pada anaknya walaupun iya tahu Radit masih marah namun bagaimanapun Kaira masih istrinya.


"Ck.. Menunggu? kalau dia menungguku dia tidak akan melakukan semua ini kepadaku dan kepada anakku Dad!" Jelasnya sambil tersenyum miris memikirkan semua kejadian dalam rumah tangannya.


"Daddy tahu kamu masih marah sama Kaira, tapi jangan lupa dia tetap istrimu." terangnya kepada Radit sambil menepuk bahu anaknya "cepatlah pulang, Daddy duluan."


"Oke..sebentar lagi, lagian saya mau mampir ke Klinik dulu untuk melihat perkembangan Raka"


Selang beberapa lama Radit telah selesai dengan segala kegiatannya, iya memacu laju kendaraannya menuju tempat putranya masih terbaring lemah. Saat telah sampai didepan ruang perawatan Raka, iya terkejut karena ada Jeny disana, Kenapa kamu ada disini?" tanyanya to the poin.


"Kamu pasti terkejut" tanyanya sambil mendekat kearah Radit


"Mmmm.." jawabnya singkat


"Sebenarnya saya sering datang kesini, hanya saja saya tidak pernah memberi tahumu, karena aku yakin kamu pasti akan menolaknya kalau aku menawarkan bantuan." jawabnya sedih karena memang selama ini Radit tidak pernah mau menerima bantuan dari siapa pun, namun entah angin apa yang membuat pria itu mau menerima bantuannya kali ini.


"Terima kasih" hanya itu yang keluar dari bibir pria beranak satu itu.


Mereka masuk untuk melihat kondisi Raka, dapat dilihat bahwa anaknya bertumbuh dengan baik, walaupun tidak bisa sepenuhnya sehat seperti bayi normal pada umumnya, mengigat waktu lahirnya yang belum cukup bulan, ditambah dengan berbagai macam jenis obat yang telah dikonsumsi Kaira pada masa awal kehamilan, membuatnya harus berakhir seperti sekarang.


.


.


BERSBUNG 💥💥💥


To be Continue 💙💙💙