My Husband Hates Me

My Husband Hates Me
Part 29


Di ruang kerjanya Radit teringat dengan ucapannya kepada Jeny saat mereka makan siang kemarin


Flash back on


Di dalam Restoran tampak seorang pria sedang duduk bersama seorang wanita, jika orang lain melihatnya mereka pasti mengira bahwa mereka adalah pasangan.


"Jen..saya perhatikan beberapa bulan ini kamu sangat membantu merawat Raka, Terima Kasih banyak, Raka pasti sangat senang kalau punya ibu seperti kamu." ucap tulus Radit supaya triknya tidak terbaca oleh wanita didepannya.


"Be..benarkah" tanya Jeny tidak percaya.


"Iya, jika saya jadikan kamu ibu untuk Raka, apa kamu mau? tanyanya to the poin. Semakin cepat dia mendapatkan Jeny semakin cepat pula dia akan melihat kesengsaraan Kaira.


"What...apa aku tidak salah dengar?" tanyanya untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar karena selama ini dia sudah melakukan segala usaha untuk mendapat pria didepannya, namun tidak ada hasil, tiba tiba saja mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja membuatnya spot jantung.


"Iya, karena yang terpenting bagi saya adalah Raka, kamu tahu sendiri saya sudah tidak percaya lagi sama Kaira"


"Mmm..saya mau" jawabnya yakin


Radit menyunggingkan senyumnya, bukan karena senang mendapatkan Jeny, tapi karena sebentar lagi tujuannya akan tercapai.


*


*


Ditempat lain masih di kota yang sama Keylin menemui Kaira di cafe yang sering mereka kunjungi.


"Kamu dengar Radit bicara begitu?" tanyanya setelah Kaira menceritakan semuanya.


Kaira menjawab hanya dengan anggukan. "Semenjak ada Raka dia selalu datang kerumah, alasannya untuk menjenguk Raka"


"Mungkin kamu salah dengar"


Keylin mendesah pelan "Kamu bicara saja langsung dengan Radit, seperti yang kamu katakan pada ku, kalau kamu benar benar menyesal"


"Aku sudah berulang kali mengatakan padanya, tapi dia tidak pernah memberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku benar-benar menyesal, yang dia tahu hanya marah, marah dan marah, kami bahkan sudah bukan seperti suami istri" jelasnya sendu memikirkan kondisi rumah tangganya kini.


"Kamu harus cepat Kai, kalau tidak..."


"Jeny akan merampas Radit dari aku" sambung Kaira sebelum Keylin menyelesaikan ucapannya. Keylin mengangguk cepat membenarkannya.


"Kalau aku diposisi Radit, aku juga akan melakukan hal yang sama, kau tahu aku tidak hanya menyakiti Radit, aku menyakiti Raka dan juga seluruh keluarga ku, aku sudah melakukan dosa besar Key" tangisan Kaira pecah mengigat kesalahan yang pernah iya lakukan.


Keylin meraih tangan sahabatnya untuk menguatkannya Kaira "Tuhan itu maha pengampun selama kita mau bertobat, yang harus kamu lakukan sekarang adalah terus berusaha melakukan yang terbaik. Aku juga ikut bersalah karena itu, aku mau kamu dan Radit kembali seperti semula, mungkin dengan demikian bisa mengurangi rasa bersalah ku."


"Kaira balik menggenggam tangan Keylin "Key kamu tidak bersalah karena dulu kamu pernah mengingatkan aku, tapi karena memang aku sendiri yang mau melakukannya." Mereka menangis dengan saling memeluk satu sama lain, karena rasa bersalah yang masih bersarang di hati mereka masing masing.


"So..sekarang apa yang akan kamu lakukan? tanya Keylin setelah melepaskan pelukannya.


"Aku sendiri pun tak tahu, kamu tahu sendiri wanita j****g itu tidak pernah menyerah untuk mendekati suami ku"


"Aku akan membantu mu untuk menyingkirkan wanita j****g itu, apa perlu kita menyingkirkannya"


Kaira menggeleng "kita tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena Radit selalu mendengarkan apapun yang wanita itu katakan, termasuk mencarikan pengasuh untuk Raka" Mengingat selama ini Radit selalu membiarkan wanita itu untuk mengurus semua keperluan Raka.


*


*


BERSAMBUNG 👉👉