
Saat ini seorang wanita tengah bahagia karena berhasil telah dipercayakan untuk menolong seseorang yang tidak lain adalah Raditya "Kau harus menjadi milikku Radit, walaupun aku harus mengurus bayi cacatmu itu, setelahnya aku pasti akan menyingkirkannya" ucapnya pada diri sendiri setelah tiba ruangannya.
*
*
"Kau tahu Key, aku sangat menyesal dengan semua yang telah aku lakukan, maafkan aku telah membawamu dalam masalahku, kau sudah mengingatkan aku jauh hari sebelumnya, semua yang kamu katakan benar, aku menyesal pada akhirnya, benar-benar menyesal, aku menyakiti anakku, benar kata Radit, aku...aku benar-benar ibu yang kejam, bahkan suamiku sendiri membenciku, apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucapnya penuh penyesalan dengan terisak sambil memeluk sahabatnya.
Ya saat ini Keylin datang menemui Kaira walaupun harus dengan cara diam-diam supaya tidak diketahui oleh Radit, iya bermaksud pamit untuk tidak sering-sering menemui Kaira karena ancaman Radit di Klinik.
"Kamu harus bertahan dengan kondisi ini, inilah konsekuensi yang harus kamu hadapi, mungkin sekarang Radit belum bisa memaafkan semua yang kau lakukan pada Raka, tapi aku yakin suatu saat dia pasti akan memaafkan mu, kamu hanya perlu memberinya waktu lebih lama, dengan terus menguatkan dirimu, aku akan selalu menolongmu selama aku bisa, walaupun aku tidak bisa datang menemuimu, tapi kamu bisa menghubungi ku" hiburnya menguatkan sahabatnya, walaupun iya sendiri tidak yakin kapan waktu Radit akan memaafkan Kaira, sambil mengusap lembut air mata yang jatuh di kedua pipinya.
Kaira hanya mengangguk dengan senyuman yang dipaksakan, setelah pembicaraan mereka selesai Keylin kembali ke butiknya, karena takut Radit akan kembali untuk makan siang dirumah, walaupun mereka tau itu tidaklah mungkin mengingat pria itu untuk sekedar melihat istrinya saja sudah muak.
Karena tadi pagi sudah mendapat angin segar Jeny memberanikan dirinya untuk mengajak Radit makan siang bersama, Radit menoleh kearah pintu yang terbuka tanpa diketuk, karena biasa nya hanya sekretaris Jimy yang berani masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, "Siapa yang mengijinkan mu masuk tanpa mengetuk pintu" tanyanya dengan tatapan mata yang tajam
"Upss..aku lupa maaf, ini sudah waktunya makan siang, aku mau ajak kamu makan siang bersama, sambil membicarakan rekomendasi orang yang aku pilih untuk mengasuh Raka" jelasnya dengan senyum merekah karena dia tahu Radit pasti tidak akan menolak jika mengenai urusan anaknya.
Dengan senang hati Jeny mengejar langkah kaki pria didepannya untuk mensejajarkan dirinya, walaupun sedikit kesusahan karena Radit berjalan terlalu cepat, sedangkan dirinya agak sulit melangkah cepat karena menggunakan sepatu high heels 7 cm.
"Radit jalannya pelan sedikit" ucapnya berjalan tertatih tatih karena Radit tidak menunggunya, karena sejujurnya laki-laki itu tidak suka didekat Jeny kalau bukan untuk membuat rencananya berhasil menyakiti istri yang dibencinya.
Namun iya memilih untuk berjalan sedikit pelan untuk menunggu Jeny, dengan senang hati Jeny berjalan beriringan dengan laki-laki pujaan hatinya, walaupun masih berstatus suami orang, tapi iya yakin cepat atau Lambat Radit pasti akan meninggalkan Kaira.
Mereka pergi ke Restoran yang tidak jauh dari Kantornya dengan menaiki mobil Radit, karena Radit malas berlama-lama terjebak macet, Supri sang supir memperhatikan tingkah sang bos dari spion, yang sedikit berbeda hari ini, ya saat ini Radit tengah tersenyum seperti orang yang sedang kasmaran, tentu saja apa yang dipikirkan Radit dengan yang dipikirkan Supri berbeda.
Kalau Supri berpikir bahwa sang bos sedang selingkuh mengigat masalah rumah tangga bosnya yang memprihatinkan. ditambah selama ini Radit tidak pernah membiarkan satu orang pun wanita bersamanya selain Nyonya mudanya yang tak lain adalah Kaira.
Sedang Radit tengah tersenyum senang karena ini adalah kesempatan bagus baginya untuk menyakiti Kaira sedalam dalamnya, untuk membalaskan rasa sakit yang di derita oleh anaknya Raka. Walaupun harus menuruti keinginan wanita gila yang ada disampingnya saat ini.
💫💫💫💫
TBC MT Lover 💙💙💙