
Cuaca di luar semakin tidak menentu. Berkali kali olivia berusaha memejamkan kedua matanya. Namun setiap kali ia menutup matanya , yang ada rasa ketakutan yang menghampirinya. Dan entah mengapa olivia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Hingga tiba tiba olivia merasa tenggorokannya sangat haus dan ingin minum segelas teh hangat. Olivia ingin pergi ke dapur , namun ia mengingat pesan bude marni agar tidak pergi keluar dari kamar sendirian. Olivia membangunkan bude marni namun mungkin karena keadaan bude marni yang sangat lelah dan mengantuk sehingga membuat bude marni sulit untuk di bangunkan
"bude , bude bangun , tolong temani olivia ke dapur".
Karena bude marni tidak kunjung terbangun dari tidurnya juga, alhasil olivia memutuskan untuk pergi sendirian ke dapur. Namun baru saja sampai di depan pintu kamarnya, olivia sudah di hadang oleh para pelayan pria yang sedang berjaga di depan kamarnya
"maaf non olivia tapi non olivia mau pergi ke mana, sendirian lagi ?". " maaf mas tapi olivia haus sekali, olivia pengen ke dapur untuk membuat teh hangat". "maaf non tapi sesuai pesan tuan vries bahwa nona tidak boleh pergi sendirian kemanapun malam ini walaupun non hanya pergi ke dapur atau kamar mandi". "maaf mas tapi tadi olivia sudah membangunkan bude marni tapi bude marni tidak mau bangun juga". "oh begini saja non olivia, biar mas yang pergi ke dapur dan membuat kan non olivia teh hangat , non kembali saja kamar non olivia" "iya mas arif, terima kasih mas".
Seorang pelayan muda bernama arif tersebut pergi ke dapur untuk membuatkan olivia teh hangat. Sementara temannya tetap berjaga di depan pintu kamar olivia. Tidak lama kemudian mas arif kembali dan membawakan olivia segelas teh hangat
"permisi non ini teh hangat nya". "terima kasih mas arif".
Olivia memandang ke arah tehnya dengan tatapan yang agak ganjil
"ada apa ya non ?". "heem tidak apa apa mas arif, mas arif aku boleh minta tolong mas arif mengambil aku sesuatu lagi tidak ?". "boleh non, non mau di ambilkan apa memangnya ?". "saya ingin mas arif mengambilkan ku buah apel , aku ingin minum teh hangat ini dengan buah apel". "oke baik non, saya akan membawakan non buah apel, non tunggu sebentar ya di sini". "iya mas arif , terimah kasih mas".
Mas Arif pun segera pergi ke dapur untuk mengambilkan olivia buah apel. Sementara itu olivia yang melihat mas arif sudah pergi jauh , kini memanggil seorang pelayan yang satunya lagi yang masih menjaga kamar olivia
Olivia membisikan sesuatu ke mas dodi
"apa non ?".
Tidak lama kemudian mas arif datang kembali membawakan olivia sepiring buah apel
"permisi non, non ini buah apelnya, sudah mas kupas dan mas potong kan". "terima kasih mas arif".
Mas arif pun memandang ke sekeliling dan arah luar kamar olivia
"non maaf tapi teman mas yang satunya lagi kemana ya ?, bukannya dia seharusnya menjaga kamar non ". "oh mas dodi tadi mas dodi minta ijin ke kamar mandi sebentar mas arif". "duh temanku itu bukannya tahan sebentar sampai saya kembali , malah meninggalkan non dengan bude marni sendirian, kalau sampai terjadi apa apa dengan non olivia dan bude marni bagaimana ?".
Olivia hanya tertawa kecil mendengar omelan kecil dari mas arif
"tidak apa apa mas arif , masak mas dodi mau pipis di tahan tahan". "ya sudah non silahkan di nikmati teh dengan apelnya mas mau kembali menjaga di depan pintu kamar non". "iya mas arif".