IK MIS JE

IK MIS JE
PART 34


Sang raja genderuwo berbalik ke arah papa dan pakde beno


"bagaimana pun juga sekarang kalian berdua sudah menjadi mertuaku dan paman mertuaku, sebagai bentuk rasa hormatku kepada kalian berdua, aku akan menundukkan kepalaku di depan kalian dan aku juga akan memanggil kalian dengan sebutan papa dan pakde seperti layaknya cara calon istriku memanggil kalian".


Terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang


"bagaimana tumbal ku yang mulia ? apakah yang mulia puas dengan tumbal ku kali ini ?". "sangat puas mbah, kamu ternyata sangat pintar memilih tumbal , selain pohon emas ku menjadi bertambah banyak , aku juga memiliki calon ratu yang sangat cantik yang kelak bisa memberikanku putri yang sangat cantik di masa depan nanti".


Pria yang di panggil mbah tersebut berjalan ke arah papa dan pakde beno


"terimah kasih atas kerja samanya, kalian benar benar sangat bodoh sudah sangat percaya kepadaku ".


Begitu mendengar hal tersebut sang papa dan pakde beno yang sudah berubah menjadi pohon langsung mengeluarkan air dari ranting ranting mereka seakan akan itu adalah air mata mereka yang turun. Rupanya pria tua yang di panggil mbah tersebut adalah dukun yang di mintai tolong oleh sang papa agar cepat kaya. Sang dukun pun mengarahkan sang papa untuk mengambil buah buah emas di pulau ini. Ia juga memberikan jimat kepada sang papa agar bisa melawan sang pangeran genderuwo. Tetapi semua ini hanya jebakan karena ternyata sang papa akan di jadikan tumbal oleh sang dukun untuk di berikan kepada pangeran genderuwo. Rupanya sejak dahulu sang dukun sudah bekerja sama dengan pangeran genderuwo. Sang dukun akan memberikan tumbal kepada sang genderuwo dan sebagai balasannya sang pangeran genderuwo akan memberikan harta serta keabadian kepada sang dukun. Awalnya sang dukun hanya ingin menumbalkan sang papa dan asistennya saja namun ketika sang pangeran genderuwo melihat putri sang papa yang sangat cantik dan ceria, sang pangeran genderuwo langsung jatuh hati dan ingin menikahi gadis tersebut. Sang pangeran genderuwo sadar apabila sang gadis tentu saja tidak mau menikah dengan dirinya apalagi pada dasarnya mereka sudah berbeda alam. Dengan sang dukun ikut menumbalkan gadis tersebut sang pangeran bisa mengambil jiwa sang gadis dan menikahinya


Kembali ke masa sekarang


Lutut Ikbal sampai lemas mendengar cerita dari mbah darsa


"lalu apa yang terjadi dengan anak gadis tersebut mbah darsa ?". "tentu saja ia menikah dengan raja genderuwo tersebut tetapi sampai sekarang aku tidak tau bagaimana nasibnya karena sejak menikah saya tidak pernah melihatnya lagi".


Sementara itu di rumah sakit keadaan lyra semakin mengkhawatirkan. Kini bukan hanya demamnya saja yang tidak kunjung turun tetapi badannya kini menjadi sangat kaku dan sulit di gerakkan seperti patung. Ia juga tidak berbicara , kelopak matanya juga tidak berkedip sama sekali. Benar benar seperti patung. Lyra hanya menatap para perawat dan para dokter dengan tatapan yang sangat dingin. Membuat seisi rumah sakit ketakutan setengah mati. Mereka tidak tau sakit apa yang sebenarnya sedang lyra derita


"astaga gadis ini berubah menjadi seperti patung". "sudah aku katakan gadis ini menderita sakit yang aneh yang tidak bisa di jelaskan secara medis sedari awal". "sakitnya bukan sakit biasa".