
Sang iblis tua semakin mendekat ke arah tante tracy. Tante tracy berusaha berlari namun kedua kakinya terlalu lemas untuk berlari. Tante tracy hanya berusaha ikhlas dengan apa yang akan terjadi padanya nanti. Dengan tatapan yang sangat menakutkan, sang iblis tua tersebut mencekik leher tante tracy
"selama aku di kurung di tempat sialan ini , tenagaku banyak terhisap dan berkurang nyonya, aku membutuhkan tenaga tambahan untuk memulihkan tenagaku kembali dan sepertinya aku lihat nyonya tracy sangat cocok untuk menjadi tumbalku ".
Sang iblis tua memandang kedalam mata tante tracy. Sang iblis tua tersebut membacakan suatu mantra dengan mengunakan bahasa yang sangat asing di telinga. Perlahan lahan dari dalam tubuh tante tracy keluar asap asap yang sangat misterius. Dan asap misterius tersebut terhisap ke dalam tubuh sang iblis tua. Semakin lama semakin banyak asap yang keluar dari tubuh tante tracy dan membuat tenaga tante tracy semakin melemah. Hingga pada akhirnya tante tracy tidak memiliki tenaga lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya. Sementara itu sang iblis tua yang tadinya terlihat agak lemas kini kembali segar dan bertenaga. Setelah merasa cukup dan menyadari bahwa tante tracy telah tiada, sang iblis tua tersebut melepaskan cengkraman tangan nya dari leher tante tracy. Tubuh Tante tracy langsung jatuh begitu saja ke tanah. Sang iblis tua pun terlihat sangat bahagia
"hahahaha, terima kasih nyonya tracy atas bantuanmu yang sangat berarti untukku , ini baru langkah awal nyonya dan sebentar lagi target utamaku akan ku habisi , lihatlah vries sekarang aku sudah menghabisi sepupumu , berikutnya kamu dan anakmu akan ku habisi hingga kamu menyesal pernah berurusan denganku".
Dalam sekejap sang iblis tua tersebut pergi dari tempat tersebut meninggalkan tante tracy yang sudah tidak bernyawa tergeletak sendirian di atas tanah
Sementara itu tidak lama kemudian tuan vries dan pakde darto datang. Namun mereka terlambat , tante tracy sudah tidak bisa di selamatkan lagi
"tracy , tracy ini mas tracy ". "nyonya tracy ini saya pakde darto nyonya ".
Tuan vries tau bahwa tante tracy telah meninggal dunia. Dan ia menyadari hal ini sampai terjadi karena dirinya juga
"tracy maafkan mas tracy , gara gara mas lalai menjaga dirimu, kamu yang tidak tau apa apa menjadi korban".
"nyonya tracy maafkan pakde darto ya nyonya , pakde tidak bisa menyelamatkan nyonya ".
Pakde darto segera mengangkat tubuh tante tracy.
"tuan sekarang apa yang harus kita lakukan ?". "pakde darto sekarang kita harus cepat cepat kembali ke alam kita , sebelum si iblis tua sialan itu mengambil nyawa olivia ".
Sebelum tuan vries dan pakde Darto pergi kembali ke alam mereka, tuan vries masih sempat melihat kunci yang di pakai untuk menyegel pintu batu tempat di kurungnya iblis tua tersebut . Tuan vries pun mengambil kembali kunci tersebut
"kunci ini akan sangat kita perlukan nanti ".
Mereka berdua pun kembali ke alam manusia. Sementara itu di rumah olivia, hujan semakin besar di sertai kilat dan petir. Banyak anak anak kecil yang sangat ketakutan melihat keadaan di luar. Olivia juga sangat ketakutan melihat cuaca yang sangat ekstrim malam itu. Walaupun bukan hari ini saja cuaca seperti ini karena sudah beberapa hari ini hujan deras di sertai petir dan kilat namun entah mengapa ada perasaan tidak enak di sertai ketakutan yang hinggap di hati dan perasaan seluruh penghuni rumah. Seperti akan ada sesuatu yang sangat menakutkan terjadi.
"bude marni ,saya takut". "tenang saja non olivia ada bude di sini, non olivia tidak perlu takut". "bude sampai kapan cuaca di luar akan begini ?". "mungkin sampai pagi , non sekarang tidur saja ya , tidak usah pedulikan keadaan di luar ". "iya bude " .