
Mbah saban sudah kembali ke alam manusia. Ia di sambut dengan penuh rasa kepanikan oleh mas satria dan mas andrew
"mbah bagaimana ? apa olivia bisa kembali ke alam kita mbah ?".
Mbah saban hanya terdiam saja.
"maafkan saya tuan satria, tuan andrew untuk sekarang saya belum bisa mengembalikan nona olivia kembali ke alam kita". "lalu kita harus bagaimana mbah ? apa yang harus kita lakukan sekarang ?". "sebenarnya kita masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan nona olivia tapi ?". "tapi apa mbah ?".
Mbah saban pun menjelaskan persyaratan yang di minta oleh sang ratu duyung kepadanya.
"seperti itulah persyaratan yang di minta ratu duyung kepada saya yang mulia, sejujurnya saya sendiri kebingungan kira kira siapa yang mau menumbalkan dirinya untuk di tukar dengan nyawa nona olivia".
Mas satria pun terdiam.
"mbah saya bersedia untuk menukarkan nyawa saya dengan dek olivia mbah".
Mas andrew pun terkejut mendengar ucapan dari mas satria
"satria apa kamu sudah gila".
Mas satria berbalik arah. Ia melihat mas andrew dengan penuh keyakinan
"andrew aku tidak berbohong, aku benar benar serius, aku ikhlas menumbalkan diriku demi dek olivia".
Mbah saban dan mas andrew meminta mas satria untuk berfikir ulang
"tuan satria tolong tuan pikirkan lagi, jangan gegabah dalam mengambil keputusan tuan satria". "benar satria pikirkan baik baik".
Keputusan satria sudah sangat bulat. Ia akan menumbalkan dirinya sendiri demi kekasihnya
Andrew hanya terdiam, ia tidak bisa berkata apa apa lagi
"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu satria, aku sebagai temanmu akan menerimanya dan juga mendukungmu".
Mbah saban juga terlihat pasrah dengan keputusan yang di buat oleh mas satria.
"mbah juga akan menerima keputusan yang di ambil tuan satria". "kalau begitu kapan mbah saya bisa menukarkan diri saya dengan dek olivia".
Mbah saban melihat ke arah langit
"waktu yang paling tepat mbah rasa adalah nanti malam tepat jam 12". "baik mbah saya akan mempersiapkan diri saya, saya hanya menginginkan dek olivia kembali ke alam manusia dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun juga". "baiklah untuk semuanya, tepat jam 12 malam kita semua akan kembali tepat di tempat kita berdiri sekarang". "baik mbah".
Mereka semua pun kembali pulang ke rumah masing masing untuk mempersiapkan diri. Sebelum pergi mas satria masih sempat berbalik ke arah danau dan menatap danau tersebut sambil meneteskan air mata
Mas satria pov
"dek olivia tenang saja ya, sebentar lagi mas akan menolong dek olivia, sekalipun itu berarti mas harus mengorbankan diri mas sendiri".
Di tempat lain terlihat mas danu yang sedang berusaha memperbaiki mobil tuan vries. Keajaiban pun terjadi mobil tuan vries yang tadinya mogok secara tiba tiba kembali menyala dan hidup
"alhamdulillah tuan vries mobil tuan sudah kembali hidup, mesinnya sudah dapat menyala, kita bisa melanjutkan perjalanan tuan vries".
Tuan vries terlihat sangat bahagia
"syukurlah danu , ayo cepat danu kita tidak memiliki banyak waktu lagi". "baik tuan vries".
Tuan vries dan mas danu kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju desa mereka