
Mendengar keributan di luar, salah satu dari
pelayan di sana langsung berlari keluar. Ia terkejut ketika melihat kedatangan tuan vries. Dari tatapan matanya sepertinya sang pelayan mengenal tuan vries
"hentikan kalian semua".
Para penjaga menghentikan pertengkaran mereka. Sang pelayan tersebut segera menghampiri tuan vries
"tuan tidak apa apa kan ?".
Pelayan tersebut membantu tuan vries untuk bangun.
"tuan vries sedang apa di sini ? apa tuan sedang mencari yang mulia ratu".
Tuan vries hanya mengangguk. Ia berusaha memulihkan tenaganya kembali
"tuan vries ayo ikut saya masuk ke dalam".
Sang pelayan membantu tuan vries untuk masuk ke dalam istana. Sementara itu para penjaga kebingungan melihat tingkah sang pelayan.
Tuan vries berusaha sekuat tenaga untuk berjalan. Sang pelayan pun memberikan pertanyaan kepada tuan vries
"tuan vries sedang apa kemari ? pasti ada keperluan yang sangat mendesak sampai tuan vries nekat datang kemari ?".
Dengan terbata bata tuan vries berkata
"aku sedang mencari putriku". "maksud tuan ?".
tuan vries pun menjelaskan maksud serta tujuannya kemari. Sang pelayan terkejut mendengar ucapan dari tuan vries
"jadi anak perempuan yang sedang disekap yang mulia adalah putri tuan ?". "iya nona". "berarti dia anak putri sekar juga". "iya "
Sang pelayan pun terlihat panik
"tuan aku akan membantu tuan untuk menolong anak tuan".
Beberapa pelayan mendatangi kamar olivia.
"permisi nona".
Olivia memandang wajah mereka dengan sinis
"Mau apa kalian kemari ?"
Salah satu pelayan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya kemari
Olivia begitu penasaran kira kira siapa yang ingin menemuinya. Ia berharap seseorang tersebut bisa menolongnya keluar dari tempat ini
Tuan vries sudah sampai di dalam ruangan sang ratu
"tunggu semuanya".
Semua orang di dalam ruangan menatap tuan vries
"om vries". "tuan vries".
Sang ratu menatap tuan vries begitu dalam
"apa kabar vries ? sudah lama aku tidak melihatmu"
Tuan vries pun membungkuk memberikan hormat kepada yang mulia
"senang bertemu kembali denganmu yang mulia".
Sang ratu tersenyum ke arah tuan vries seakan akan ia mengerti maksud dan tujuan tuan vries kemari
"tidak usah kamu jelaskan maksud kamu kemari vries, aku mengerti maksudmu, kamu sedang mencari putrimu kan ?"
Tuan vries mengangguk
"benar yang mulia, tolong kembalikan putri saya, saya mohon , tolong maafkan semua kesalahannya, walau saya tau kesalahan nya sangat besar dan sangat sulit untuk di maafkan".
Sang ratu menarik nafas panjang
"tenang saja vries, kamu tidak perlu repot repot untuk memohon agar aku mengembalikan putrimu". "maksud yang mulia ?'.
Sang ratu menunjuk ke arah mas satria
"pemuda tampan ini bersedia untuk menggantikan posisinya dengan putrimu di sini".
Tuan vries menatap heran ke arah mas satria. Sementara itu olivia yang baru saja tiba di ruangan tersebut sangat terkejut melihat keluarga berada di sini dan juga terkejut mendengar perkataan dari sang ratu
Olivia POV
"apa maksud dari yang mulia ?".
Namun ketika olivia melihat mas satria dan papanya pikiran tersebut langsung menghilang begitu saja. Ia segera berlari ke arah mas satria dan papanya. Mas satria juga sedikit terkejut melihat wujud olivia yang sudah berubah menjadi putri duyung. Namun rasa rindunya jauh lebih besar daripada rasa terkejutnya