IK MIS JE

IK MIS JE
PART 88


Tante tracy memutuskan untuk pergi ke kamar papa olivia untuk mengambil baju ganti. Ternyata kamarnya sedang kosong. Sepertinya papa olivia sedang pergi. Tante tracy segera mengambil sehelai baju. Namun lagi dan lagi perhatian tante tracy tertuju kepada sebuah kotak misterius itu lagi. Tante tracy berusaha untuk tidak menghiraukannya Namun entah mengapa rasa penasarannya yang berada di dalam hati dan pikiran tante tracy jauh lebih besar. Setelah mengambil baju ganti tante tracy segera kembali ke kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi dan berganti baju rencananya tante tracy ingin berjalan jalan sejenak ke hutan untuk melepaskan rasa bosannya. Namun baru sejenak ia melangkah keluar dari kamarnya tiba tiba ia di kejutkan dengan suara petir yang sangat keras.


"duaarrr". "astaga ".


Tante tracy melihat ke arah luar. Nampak langit yang tadinya terang tiba tiba menjadi gelap gulita pertanda akan datangnya hujan deras di sertai petir dan kilat. Saudara saudara papa olivia yang melihat hal tersebut menjadi kecewa sebab seharusnya sore ini mereka semua sudah pulang ke rumah mereka masing masing tetapi melihat keadaan cuaca yang tidak memungkinkan membuat mereka semua menunda kepulangan mereka hari ini.


Cuaca di langit sangat gelap membuat perasaan siapapun yang melihatnya menjadi sangat tidak enak. Belum lagi hawa yang sangat dingin yang membuat perasaan sendu semakin terasa. Para pelayan yang melihat cuaca hari ini yang sangat tidak bersahabat hari ini, membuat mereka semua memutuskan untuk membuat sup hangat dan kopi hangat untuk makan siang. Di kamar tante tracy benar benar semakin merasakan kebosanan. Iseng iseng tante tracy membuka lemari tamu dan melihat ada banyak tumpukan kertas dan pensil. Melihat hal tersebut, tiba tiba terbesit dalam pikirannya untuk memanfaat benda benda ini. Tante tracy memutuskan untuk menulis atau menggambar sesuatu untuk menghilangkan rasa bosannya. Ia berjalan menuju meja dan mulai menggambar sesuatu. Awalnya tante tracy menggambar setangkai bunga mawar pada sehelai kertas. Setelah selesai ia memperhatikan kembali hasil karyanya tersebut.


"bagus sekali gambarku ini".


Pada saat ia akan menggambar di kertas kedua tiba tiba lehernya terasa mengering. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat kopi hangat. Selesai membuat kopi tante tracy segera kembali ke dapur namun entah mengapa karena cuaca sedang mendung dan agak gelap tante tracy merasa jarak antara dapur dan kamarnya terasa sangat jauh.


"dari tadi saya jalan kok tidak sampai sampai ke kamar ya ?".


"permisi nyonya tracy". "iya vina". "nyonya sedang apa ?". "saya barusan ke dapur untuk membuat kopi vina". "kenapa nyonya tidak meminta tolong saya atau pelayan yang lain ? kenapa nyonya repot repot membuatnya sendiri". "tidak apa apa vina". "kalau begitu saya pamit dulu ke dapur ya nyonya". "iya vina".


Semakin berjalan tante tracy merasa ada yang aneh dan ganjil.


"kenapa ya dari tadi saya tidak sampai sampai ke kamar ?".


Sejujurnya tante tracy merasa dirinya hanya berputar putar saja. Rumah papa olivia memang sangat luas seperti lapangan sepak bola tapi ini rumah bukan hutan, secara logika tidak mungkin sampai tante tracy tersesat apalagi tante tracy sudah hafal betul dengan rumah ini, jadi tidak mungkin tante tracy akan tersesat. karena kelelahan tante tracy memutuskan untuk istirahat sejenak. Ia langsung menyeruput kopinya. Ternyata kopinya sudah tidak panas lagi. Kopinya sudah mulai terasa dingin pertanda sedari tadi tante tracy hanya berputar putar di sekitar situ.


"kopinya sudah mulai dingin".


Tante tracy semakin merasa ada yang ganjil sebab ia baru menyadari bahwa rumah ini terasa sepi. Ia lantas memeriksa setiap kamar yang ia lewati. Ternyata kamar kamar tersebut kosong, padahal kamar kamar ini harusnya terisi oleh saudara saudara papa olivia yang masih menginap di rumah ini