IK MIS JE

IK MIS JE
PART 65


Mas andrew datang untuk menjemput mas satria. Di tengah jalan, mas andrew memint mas satria untuk berfikir ulang mengenai keputusannya itu


"satria sahabatku". "ada apa andrew ?". "ada yang ingin aku tanyakan kepadamu ?". "apa itu andrew ?". "satria apa kamu yakin dengan keputusanmu ini ? apa nantinya kamu tidak menyesal dengan keputusanmu sendiri ? ".


Mas satria menatap tajam ke arah mas andrew


"andrew sudah aku katakan berapa kali kepadamu, keputusanku ini sudah bulat, aku akan melakukan apapun termasuk menumbalkan diriku sendiri demi wanita yang aku cintai".


Mas andrew hanya menarik nafas panjang


"kalau kamu benar benar sudah yakin dengan keputusanmu, aku sebagai sahabatmu hanya bisa mendukung keputusanmu". "terima kasih banyak andrew". "dan juga aku ingin berterima kasih kembali kepadamu sebagai kakak sepupu olivia, karena kamu sudah mau mengorbankan dirimu demi hidup olivia".


Mas satria tersenyum ke arah mas andrew


"sudah aku katakan berulang kali andrew, apapun akan kulakukan demi wanita yang aku cintai".


Di tempat lain terlihat tini yang sedang bersiap siap untuk pergi menuju tepi danau. Di saat tini akan pergi, dari arah belakang terlihat bude marni yang sedang mengejar tini


"tini tunggu bude". "bude marni, bude marni kenapa memanggil saya?". "tini bude ingin ikut bersamamu tini".


Awalnya tini tidak mengijinkan bude marni untuk ikut karena takut akan keselamatan bude marni. Namun karena bude marni terus memaksa akhirnya mau tidak mau tini mengijinkan bude marni ikut dengannya


Mereka semua sudah sampai di tepi danau. Di sana terlihat mbah saban yang sudah menunggu mereka semua


Mbah saban mulai melakukan ritual. Dalam sekejap mereka semua sudah berpindah alam, dari alam manusia ke alam gaib.


"mbah apakah kita sudah sampai ke alam gaib". "iya tuan andrew".


Mbah saban pun menunjuk ke satu arah. Terlihat dari kejauhan terdapat gerbang yang sangat luas dan megah. Gerbang tersebut terbuat dari emas murni. Di sana terlihat beberapa penjaga yaitu 2 putra duyung


"tuan satria di sanalah istana gaib ratu duyung berada". "berarti dek olivia sedang berada di sana mbah saban". "iya tuan satria".


Satria ingin segera berlari ke sana namun dicegah oleh mbah saban


"tuan satria kita tidak boleh terburu buru, kita harus tetap tenang dan sopan, biar mbah saja yang maju duluan, tuan tuan dan nyonya nyonya mengikuti saya dari belakang. Dan biarkan saya saja yang berbicara dengan para penjaga, mereka semua sudah pernah melihatku".


Mbah saban berjalan duluan. Dengan sangat hati hati mbah saban berbicara dengan para penjaga yang sedari tadi memperhatikan dirinya dari kejauhan


"selamat malam tuan tuan". "selamat malam mbah".


Salah satu penjaga memperhatikan wajah mbah saban. Ia merasa seperti mengenal mbah saban.


"maaf mbah, bukannya mbah yang tadi siang datang kemari dan menemui ratu kami kan ?". "benar tuan tuan". "mohon maaf mbah tapi mengapa mbah datang lagi ke sini ? apa urusan mbah dengan ratu kami belum selesai ?". "belum tuan tuan, makanya saya kemari ingin menyelesaikan masalah saya dengan yang mulia".


Para penjaga pun mengijinkan mereka semua untuk masuk dan menghadap sang ratu duyung