IK MIS JE

IK MIS JE
PART 87


sepasang mata tante tracy teralihkan kepada lengannya. Ia melihat ada sebuah bekas bercak merah di lengan bajunya. Kebetulan di saat itu tante tracy sedang memakai baju berwarna kuning tua sehingga bekas bercak tersebut masih samar samar terlihat. Warna bercak tersebut merah kecoklatan persis seperti warna darah yang telah mengering


"apa ini ?".


Tiba tiba ingatan tante tracy kembali mundur tadi malam. Ia ingat betul dalam mimpinya sebelum ia melarikan diri , bude marni masih sempat memegang lengan tante tracy. Dan di lihat dari bekas nodanya ini seperti bekas tangan seseorang. Perasaan tante tracy yang tadinya sudah tenang kini kembali panik . Rasa laparnya mendadak hilang. Tante tracy buru buru pergi ke dapur. Keadaan dapur tentu saja sudah sangat ramai. Banyak pelayan yang sedang sibuk memasak. Tante tracy akhirnya memutuskan untuk berjalan memutar untuk menuju sumur. Sesampainya di sumur tante tracy kembali di kejutkan dengan apa yang ia lihat


"ternyata benar dugaanku".


Tante tracy memeriksa kembali untuk memastikan kecurigaannya


"ternyata benar, yang tadi malam itu bukan mimpi".


Tante tracy melihat posisi timba yang tadi malam ia lempar. Karena ketakutan,tante tracy langsung melemparkan timba tersebut ke sembarang arah. Dan posisinya benar benar sama seperti tadi malam. Awalnya Tante tracy berfikir mungkin itu cuma kebetulan saja karena sekarang sudah lumayan siang dan pasti sudah ada pelayan yang memakainya. Mungkin para pelayan tanpa sengaja melemparnya. Namun sepertinya hal tersebut terasa ganjil karena para pelayan di sini semuanya bekerja sangat rapi dan tidak kasar. Lamunan tante tracy seketika berhenti ketika ada seorang pelayan menepuk pundaknya


"nyonya tracy". "astaga kupikir siapa ?". "nyonya tracy sedang apa di sini ?". "eh tidak apa apa". "kalau nyonya ada perlu apa apa langsung beri tau kami, biar kami yang akan mengambilkannya untuk nyonya, nyonya tidak perlu repot repot berjalan ke sini". "ah tidak apa apa, kalau begitu saya kembali ke kamar dulu ya". "silahkan nyonya".


Tante tracy memutuskan untuk masuk ke dalam rumah melewati dapur. Namun tatapan mata tante tracy tertuju kepada sebuah baskom yang sedang di pegang oleh seorang pelayan muda


"pelayan muda tersebut segera berbalik


"iya, ada apa nyonya tracy".


Tante tracy segera berjalan ke arah sang pelayan itu


"sayur ini ?". "oh sayur ini nyonya tracy ?". "iya sayur ini ". "sayur ini mau saya buang nyonya, soalnya sudah agak layu, tadi pagi pada saat saya masuk ke dalam dapur saya sudah melihat sayur ini sudah ada di atas meja dan sudah di cuci, tapi karena sudah siang sayurnya jadi agak layu, saya juga tidak tau nyonya siapa sebenarnya yang iseng memetik sayur ini malam malam dan mencucinya tapi tidak di masak, sayurnya kan jadi layu dan tidak bisa di masak jadi mubazir kan".


Dalam sekejap wajah tante tracy langsung pucat. Melihat hal tersebut sang pelayan muda langsung panik


"ada apa nyonya ? kenapa wajah nyonya menjadi pucat begini ?". "tidak apa apa , saya baik baik saja". "oh iya apa nyonya ingin di masakan sayur ini, kalau nyonya mau biar saya petikan sayur yang segar untuk nyonya di kebun belakang dan langsung saya masakan untuk nyonya". "ah tidak perlu, saya sudah kenyang, terima kasih dek ". "sama sama nyonya".


Tante tracy berjalan dengan sangat lemas menuju kamarnya. Segala kecurigaannya benar benar terbukti. Namun sekarang perasaan ketakutan yang menghinggapinya.


"apa yang sebenarnya sedang terjadi ?".