
Setelah memastikan jiwa lyra benar sudah kembali ke dalam raganya, eyang takim pun berpamitan kepada kedua orang tua lyra
"tuan, nyonya saya pamit dulu ". "terima kasih banyak eyang yang sebesar besarnya karena telah menolong lyra. "sama sama nyonya". "dan kami juga meminta maaf yang sebesar besarnya karena sempat meragukan dan mengira eyang telah berbohong kepada kami". "tidak apa apa tuan, saya memaklumi hal tersebut ". "biar saya antar pulang eyang takim kebetulan saya juga ingin pulang ke rumah untuk mengambil baju bersih lyra". "terima kasih banyak tuan".
Papa lyra pun mengantar pulang eyang takim. Di perjalanan pulang papa lyra sempat bertanya beberapa pertanyaan kepada eyang takim
"eyang takim sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada eyang takim tetapi ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan kepada eyang tetapi terserah kepada eyang apa ingin menjawabnya pertanyaan dari saya atau tidak". "oh silahkan tuan visser tanyakan saja , apabila saya mengetahui jawabannya pasti akan saya jawab". "terima kasih eyang takim yang pertama dari mana eyang takim tau penyakit lyra dan yang kedua sebenarnya apa penyebab sakitnya lyra dan yang ketiga apa keadaan lyra akan kembali seperti kemarin atau tidak ? saya mohon maaf eyang apabila pertanyaan saya terlalu panjang". "tidak apa apa tuan visser , semua yang tuan tanyakan berhubungan dengan putri anda tentu saja ini sangat penting bagi anda , baiklah akan saya jawab satu persatu pertanyaan dari tuan visser".
eyang takim sejenak menarik panjang nafasnya. setelah itu ia mulai menjawab satu persatu pertanyaan dari papa lyra
"yang pertama mengapa saya sampai bisa mengetahui keadaan nona lyra sekarang karena firasat saya yang mengatakan hal tersebut". "firasat ?". "iya tuan visser , saya sudah sangat tua tuan visser tentu saja sebagai orang tua saya mempunyai firasat yang sangat kuat apalagi nona lyra sudah saya anggap seperti cicit saya sendiri, yang kedua penyebab sakitnya nona lyra karena ada sesosok makhluk gaib yang ingin meminjam raga nona lyra, entah untuk keperluan apa tetapi hanya raga nona lyra yang cocok dengan dirinya". "maaf sebelumnya eyang takim karena saya telah memotong pembicaraan eyang takim tetapi apakah eyang takim ini memiliki Indra ke enam ?".
"anggap saja seperti itu tuan visser, dan saya akan menjawab pertanyaan tuan visser yang ketiga apakah keadaan nona lyra akan kembali seperti kemari atau tidak ?, jawabannya mungkin saja , keadaan nona lyra bisa saja kembali seperti kemarin apabila makhluk gaib yang mendekati lyra ingin kembali meminjam raga lyra".
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat papa lyra menjadi sangat khawatir, ia tidak ingin hal yang sama akan terulang kembali kepada putrinya
"apa eyang takim, kejadian ini bisa terulang kembali kepada putri saya". "iya tuan visser". "eyang takim bagaimana caranya agar hal ini tidak terulang kembali kepada putri saya ? saya sama sekali tidak ingin kejadian yang sama menimpa putri saya kembali".
Eyang takim hanya terdiam
"kalau hal itu saya juga tidak tau bagaimana caranya tuan visser, tetapi tuan tenang saja saya akan mencoba mencari tau bagaimana caranya agar hal tersebut tidak terjadi kembali kepada nona lyra". "betulkah itu eyang takim". "benar tuan dan saya rasa untuk sementara waktu keadaan nona lyra akan tetap baik baik saja , saya yakin itu tuan".