
Olivia dan bude marni saling berpandangan dengan wajah yang penuh kebahagiaan
"mas serius, mas benar benar yakin, mas tidak main main kan ?".
Mas satria tersenyum gemas memandang olivia yang nampak kebingungan
"dek olivia mas ini sedang serius, mas tidak main main".
Olivia seakan akan masih tidak percaya dengan apa yang di katakan mas satria katakan padanya
"sejujurnya mas sudah lama mencintai dek olivia dan sudah setahun ini mas memiliki niatan untuk melamar dek olivia tetapi mas masih membutuhkan waktu serta keberanian untuk melamar dek olivia, selain itu mas masih merasa harus memperbaiki diri agar kelas mas bisa menjadi suami, imam serta ayah yang baik untuk dek olivia dan anak kita kelak ".
Olivia rasanya ingin terbang melayang. Sang arjuna yang ia cintai kini melamarnya dan akan menjadikannya sebagai istrinya. Bude marni juga tersenyum bahagia saking senangnya melihat pria yang di cintai nona mudanya kini melamar nona mudanya di depannya langsung
"jadi bagaimana dek olivia ? apa dek olivia mau menerima lamaran mas satria atau tidak ?"
Dengan penuh keyakinan olivia menerima lamaran dari sang pujaan hati
"iya mas, saya mau menerima lamaran mas".
Mas satria yang merasa sangat bahagia dan langsung memeluk olivia
"terima kasih dek olivia, setelah papa dek olivia kembali dari luar kota, mas akan langsung melamar dek olivia secara resmi di hadapan papa dek olivia".
Olivia tidak sanggup berkata kata karena sangat bahagia. Sementara bude marni sampai menangis haru karena ikut bahagia melihatnya
"selamat ya nona olivia, bude marni ikut bahagia melihatnya".
"dek olivia, bude marni saya pamit pulang dulu ya". "iya mas satria". "nanti sore mas akan kembali ke sini untuk membicarakan rencana pernikahan kita dek olivia". "iya mas".
Sebelum pergi, olivia kembali memeluk mas satria. Namun kali ini entah mengapa tiba tiba perasaan mas satria menjadi sangat tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu kepada olivia
"ada apa mas ? mas kok tiba tiba melamun begitu ?". "tidak apa apa dek olivia , mas pergi dulu ya dek olivia". "iya mas".
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi olivia. Emas dan berlian sebanyak apapun tidak akan bisa menggantikan kebahagiannya hari ini. Namun tiba tiba ia teringat akan janjinya kepada kakek tua kemarin
"astaga hari ini aku harus bertemu dengan kakek tua di sekitar danau".
Dengan cepat cepat ia mengambil alat pancingnya dan berjalan menuju hutan belakang rumah. Namun ternyata aksinya itu di ketahui oleh bude marni yang sedari tadi curiga dengan gerak gerik Olivia
"non olivia mau ke mana ?".
Olivia yang terkejut lantas berusaha untuk mengelak
"aku tidak mau kemana mana bude marni".
Bude marni melihat ke arah perlengkapan memancing yang di pegang oleh olivia
"non olivia jangan berbohong , lalu apa yang sedang non pegang itu , non pasti mau pergi memancing di danau di dalam hutan kan ". "tidak bude marni ". "non olivia tidak lupa kan pesan dari papa non tadi pagi , non olivia kalau sampai terjadi apa apa dengan non olivia maka bude lah yang akan di salahkan oleh tuan vries lagipula sebentar lagi non olivia akan menikah, pamali bagi orang yang akan menikah untuk pergi pergi apalagi ke tempat tempat yang angker seperti itu ".
Olivia hanya terdiam ketika di marahi oleh bude marni