IK MIS JE

IK MIS JE
PART 55


Olivia memutar otak bagaimana caranya agar bisa keluar rumah tanpa ketahuan bude marni. Beruntung ketika ia memeriksa keadaan lagi, ternyata bude marni sudah selesai membereskan taman bunga dan sedang mandi. Kesempatan ini tidak di sia siakan oleh olivia untuk kabur dari rumah. Ia berjalan sangat pelan sambil membawa alat pancingnya. Dan akhirnya dengan segala usahanya iya berhasil juga kabur dari rumah. Ia terus menelusuri hutan hingga ia bertemu dengan kakek tua yang kemarin.


"akhirnya kamu datang juga di sini nak". "aku minta maaf mbah, kemarin aku sedang ada urusan jadi aku tidak bisa datang ke sini". "iya sudah tidak apa apa". "lalu aku harus memancing di mana mbah supaya bisa menemukan ikan emas itu mbah ?". "sini ikut mbah".


Olivia berjalan mengikuti kakek misterius tersebut. Hingga mereka sampai di tepi danau tempat olivia biasanya memancing


"di sini mbah". "iya non".


Olivia merasa ada yang aneh


"mbah ini kan tempat biasa saya memancing mbah ".


Kakek misterius tersebut mengeluarkan semangkuk cacing


"kamu memancingnya tetap di sini, tapi cacingnya pakai cacing milik mbah".


Olivia mengambil mangkuk berisi cacing yang berada di tangan kakek tua tersebut. Ternyata cacing tersebut bukan cacing sembarang melainkan cacing emas


"kalau kamu ingin menangkap ikan sisik emas, kamu harus memakai umpan emas juga".


Walaupun sedikit merasa kebingungan tetapi olivia tetap mengikuti saran dari kakek tua tersebut


"terimah kasih mbah".


Sekarang mbah tinggal dulu ya, kamu silahkan memancing, nanti mbah kembali lagi". "terimah kasih mbah".


Olivia pun mulai memancing. Walau agak lama namun ia berhasil menangkap ikan emas tersebut. Ia terlihat sangat bahagia dengan hasil tangkapannya


"akan ku tunjukkan ini kepada tini".


"bagaimana non, kamu berhasil menangkap ikan emas yang kamu inginkan itu". "iya mbah , aku ingin membawanya pulang dan akan ku tunjukkan ini kepada tini".


kakek tua tersebut mencoba memberikan saran lain


"bagaimana kalau kamu memasaknya". "maksud mbah ?".


Kakek tua tersebut menunjuk ke suatu arah


"di sana adalah rumah mbah, bagaimana kalau kamu ke rumah mbah terus memasak ikan tersebut di rumah mbah".


Olivia hanya terdiam. Sepertinya ia sangat ragu ragu untuk menerima tawaran dari kakek misterius itu


"bagaimana nona cantik , apa kamu tidak penasaran dengan rasa dari ikan emas ini lagipula". "lagipula apa mbah ?". "kalau kamu membersihkan ikan ini maka kamu bisa mengambil sisik emas yang di miliki ikan ini dan kamu juga bisa mengetahui rasanya".


Setelah berfikir lama akhirnya ia setuju dengan ide dari kakek tersebut


"baik mbah".


Olivia akhirnya berjalan mengikuti kakek misterius tersebut menuju rumahnya.


"ini rumah kakek , anggap saja rumah sendiri"


Begitu sampai di sana olivia langsung membersihkan ikan tersebut. Sisik emas dari ikan tersebut di bersihkan lalu di simpan di dalam kantong bajunya. Sebenarnya olivia tidak menginginkan sisik emas itu karena olivia sudah sangat kaya. Namun dia hanya penasaran dengan sisik ikan emas ini. Ia ingin menunjukannya kepada tini. Ia juga sangat penasaran dengan rasa dari ikan emas tersebut. Setelah membersihkannya, olivia langsung memasaknya. Setelah jadi ia langsung memakannya bersama kakek misterius tadi


"rasanya ternyata sama saja dengan ikan ikan pada umumnya, tidak ada yang istimewa mbah". "tapi kamu puaskan sudah memakan ikan sisik emas ini". "iya mbah".


Setelah menikmati ikan sisik emas tersebut, olivia meminta ijin kepada kakek misterius tersebut untuk pulang ke rumahnya