IK MIS JE

IK MIS JE
PART 68


Seketika itu juga tuan vries terbangun dari mimpinya


"mama jangan tinggalkan aku".


Mas danu yang berada di sebelah tuan vries sampai terkejut mendengar teriakan dari tuan vries


"tuan sudah bangun".


Tuan vries sejenak terdiam. Ia baru tersadar kalau pertemuannya dengan sang istri hanya mimpinya semata


"tuan vries, tuan vries kenapa ?".


Tuan vries hanya tertunduk lesu


"danu kita harus pulang sekarang, sebelum semuanya terlambat".


Kembali ke waktu sekarang


Tuan vries dan mas danu berlari menuju tepi danau. Sesampainya di sana tuan vries mengambil sebuah jimat dari dalam saku bajunya. Ia lantas mengucapkan suatu kalimat. Sebelum ia menghilang , tuan vries masih sempat memberikan suatu pesan kepada mas danu


"danu apabila sampai esok hari saya tidak kembali juga, maka kamu tolong segera pergi untuk mencari bantuan, kamu tau kan harus mencari bantuan ke mana danu".


Seakan akan mengerti maksud dari tuannya, mas danu pun mengangguk seraya berkata


"baik tuan, saya mengerti, saya juga akan berada di sini sampai pagi untuk menunggu tuan dan nona olivia". "bagus danu".


Dalam sekejap tuan vries menghilang dari pandangan danu


Tuan vries sudah sampai di depan gerbang istana duyung. Ia ingin masuk ke dalamnya namun langkahnya di hentikan oleh para penjaga yang berada di sana


"berhenti tuan". "ijinkanlah aku masuk ke dalam sana".


Para penjaga tersebut memandang tajam ke arah tuan vries


Tatapan mata para penjaga yang penuh kecurigaan kepada tuan vries seakan akan mengisyaratkan kepada tuan vries bahwa tuan vries tidak di ijinkan untuk masuk ke dalam istana


"maaf tuan, tapi tuan di larang masuk ke dalam".


Tuan vries yang saat itu dalam keadaan panik dan sedang di kejar oleh waktu seketika itu juga langsung emosi mendengar jawaban dari para penjaga


"apa maksud kalian ini ? mengapa saya di larang masuk".


Para penjaga pun menjelaskan alasan mengapa tuan vries di larang masuk ke dalam istana


"mohon maaf tuan, tetapi yang mulia ratu kami sedang kedatangan tamu yang lain, jadi sepertinya beliau tidak bisa menemui tuan sekarang".


Emosi tuan vries semakin memuncak namun ia masih berusaha menahannya. Tuan vries kembali memohon kepada para penjaga agar mengijinkannya untuk masuk ke dalam istana dan menemui sang ratu


"sekali lagi saya memohon kepada tuan tuan semua agar mengijinkan saya untuk masuk ke dalam istana dan menemui yang mulia sekarang, ini masalah penting dan saya juga tidak memiliki banyak waktu".


Para penjaga tersebut tetap tidak mengijinkan tuan vries untuk masuk ke dalam istana


"sekali lagi kami minta maaf tuan, tetapi tuan tetap tidak bisa masuk ke dalam istana, tuan kembali saja esok hari".


Kesabaran tuan vries benar benar sudah habis. Mau tidak mau ia memakai cara kekerasan agar bisa di ijinkan masuk ke dalam istana


"baiklah kalau kalian tetap bersikeras untuk tidak mengijinkan saya mau ke dalam sana , kalau begitu mau tidak mau saya menggunakan cara lain". "maksud tuan ?".


Kedua penjaga tersebut saling berpandangan dengan penuh rasa penasaran dan dalam sekejap salah satu dari penjaga tersebut mendapat pukulan ke arah pipinya. penjaga yang lain terkejut melihat hal tersebut.


"apa yang kamu lakukan tuan ?".


Tuan vries pun melayangkan pukulan ke arah penjaga yang lain. Dan keributan serta pertengkaran pun tidak bisa di hindarkan