IK MIS JE

IK MIS JE
PART 72


Sang ratu duyung sudah sering menasihati dan memberi peringatan kepada arini mengenai hubungannya dengan tuan vries. Sebagai tante tentu saja ia tidak ingin terjadi apa apa dengan arini. Namun nona arini sama sekali tidak mau peduli. Ia yakin hubungannya dengan tuan vries akan berakhir bahagia. Tanpa di sadari arini ternyata ada orang lain yang sangat mencintainya yang ingin merebutnya dari tuan vries. Ia adalah penghuni hutan dekat danau belakang. Ia seorang kakek kakek tua yang sudah lama mengincar arini. Namun sekar hanya menganggapnya sebagai orang tua. Sang kakek tua tersebut ingin merebut arini dari tangan tuan vries bagaimana pun caranya. Ia ingin menjebak tuan vries dan membunuhnya. Namun ternyata rencana tersebut di bocorkan oleh salah satu anak buah kakek misterius itu kepada sang ratu duyung. Sang ratu duyung berniat untuk menolong tuan vries dan juga arinj. Hari di mana sang kakek akan menjebak tuan vries pun tiba. Ia berencana ingin menghabisi nyawa tuan vries di tengah jalan ketika tuan vries lewat. Sebelum pergi tuan vries masih sempat berpamitan kepada arini. Namun entah mengapa tiba tiba perasaan arinj menjadi sangat tidak enak. Ia memiliki firasat akan terjadi hal buruk kepada tuan vries.


"aku pamit dulu ya arini". "iya mas".


Arini memandang kepergian tuan vries dengan perasaan penuh gelisah. Ternyata hal tersebut di perhatikan oleh bude marni. Bude marni pun menegur nona arini


"non ada apa ? kok mukanya gelisah begitu ?". "tidak apa apa mbak , saya cuma merasa tidak enak saja". "maksud nona ?". "saya takut terjadi apa apa dengan mas vries di jalan mbak marni ".


Mbak marni hanya tersenyum melihat hal tersebut


"itu cuma perasaan non arini saja, tenang saja non arini, tuan vries pasti pulang dengan selamat sampai di rumah". "iya mbak marni".


Walaupun sudah di tenangkan oleh bude marni tapi tetap saja tidak membuat perasaan nona arini menjadi tenang. Ia lantas buru buru kembali ke dalam danau untuk membicarakan hal ini kepada sang tante


Awal perjalanan semua terasa baik baik saja. Namun tiba tiba mobil tuan vries di berhentikan oleh seseorang. Tuan vries lantas turun dari mobil. Ia melihat seorang kakek tua yang sedang terluka berusaha meminta tolong kepada tuan vries. Tuan vries yang merasa iba dengan sigap membantu sang kakek tua tersebut untuk bangun


Sang kakek tua dengan suara yang merintih menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi


"saya tadi di serang oleh binatang buas di hutan tuan" . Tuan vries lantas ingin mengantarkan sang kakek tua tersebut ke rumah sakit namun sang kakek tua tersebut menolak ia hanya ingin di antar kan pulang ke rumahnya.


"jangan tuan saya hanya ingin di antar pulang ke rumah saya".


Tuan vries berusaha untuk membujuk kakek tua tersebut untuk mau di bawah ke rumah sakit namun sang kakek menolak dan tetap ngotot untuk di antar ke rumahnya saja. Mau tidak mau tuan vries akhirnya menuruti permintaan dari kakek tersebut dan mengantarkan sang kakek pulang ke rumahnya


"baiklah kalau begitu, kalau saya boleh tau di mana rumah mbah berada ?".


Sang kakek menunjuk ke arah hutan


"rumahku berada di dalam hutan". "oh begitu, kalau begitu mari saya antar mbah menuju rumah mbah".