IK MIS JE

IK MIS JE
PART 47


Esok harinya di meja makan di saat sarapan, tuan vries memberikan pengumuman penting kepada seluruh penghuni rumah.


"apa semua sudah berkumpul". "sudah tuan vries". "baiklah kalau begitu saya akan memberikan pengumuman penting kepada kalian semua, besok selama 5 hari saya akan berangkat ke luar kota guna untuk bertemu dengan rekan bisnis saya, jadi bude marni kamu tolong jaga dan perhatikan semua pelayan di sini". "baik tuan ". "dan terkhususnya untuk anakku olivia".


Olivia terkejut ketika namanya di sebutkan


"iya papa". "kamu jangan nakal ya , menurut sama bude marni dan yang paling penting kamu jangan berani berani bermain lagi ke hutan dan danau di belakang rumah". "iya pa". "untuk tini jangan coba coba kamu ikut dengan olivia ke hutan". "iya om ".


Bude marni pun memotong pembicaraan papa


"mohon maaf tuan tetapi ada yang ingin saya tanyakan ke tuan". "iya apa itu bude marni ?". "lalu kapan kira kira tuan berangkat menuju ke kota ?". besok pagi saya akan langsung berangkat bersama danu menuju ke kota, dari sana saya langsung berangkat menuju stasiun kereta api".


Setelah sarapan sang papa langsung berangkat kerja bersama mas danu. Melihat sang papa sudah berangkat kerja , olivia langsung mengambil perlengkapan memancingnya dan mengajak tini memancing


"tini ayo ikut aku danau". "untuk apa kita ke sana lagi nona ?". "tentu saja untuk memancing ikan emas yang kemarin kita lihat di danau".


Tini sangat ragu untuk mengikuti ajakan dari Olivia


"sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada nona olivia, tapi saya tidak bisa mengikuti ajakan nona, nona sudah mendengar perkataan om vries kemarin kan , kalau aku mengikuti nona bisa bisa saya di pecat nona".


Olivia yang mendengar hal tersebut pun langsung marah dan pergi meninggalkan Tini


"Ya sudah kalau kamu tidak mau mendengarkan saya mengikuti saya, say bisa pergi sendirian".


Olivia pergi dengan rasa kesal sementara itu tini menjadi sangat tidak enak dengan olivia. Tapi ia juga merasa takut dengan ancaman tuan vries


"dasar tini jahat, tini tidak setia kawan".


Sesampainya di tepi danau olivia langsung mengeluarkan alat pancingnya dan memancing di tepi danau. Namun hampir sejam ia tidak juga menemukan ikan emas yang di carinya. Yang ia dapat hanya ikan ikan biasa biasa saja. olivia yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun di tengah perjalanan olivia bertemu dengan seorang kakek tua berpakaian serba hitam.


"permisi nona". "iya ada apa mbah".


Melihat penampilannya tentu saja membuat olivia sedikit ketakutan, namun ia penasaran juga mengapa sih mbah ini memanggil dirinya


"mbah tau kamu sedang mencari ikan bersisik emas kan yang beberapa hari lalu kamu temui di sini ?".


Olivia benar benar terkejut mendengar hal tersebut. Dari mana kakek ini tau maksud fan tujuannya kemari


"iya mbah, mbak tau dari mana kalau aku kemari untuk mencari ikan bersisik emas ?".


Sih kakek tersebut hanya tersenyum misterius


"kamu tidak perlu tau dari mana mbah mengetahuinya nona cantik, yang perlu kamu tau adalah tujuan mbah memanggilmu karena mbah ingin membantumu". "maksudnya mbah ?". "kalau kamu ingin mengetahui di mana keberadaan ikan bersisik emas tersebut, datanglah kemari besok dengan perlengkapan memancing mu besok tepat seperti jam sekarang".


Walaupun olivia masih merasa kebingungan tetapi ia menuruti perintah dari mbah tersebut .


"baik mbah".