IK MIS JE

IK MIS JE
PART 66


Sementara itu di kamar, olivia berusaha untuk kabur. Namun pintu kamarnya terkunci rapat. Hingga seorang pelayan berwajah sangat cantik datang untuk membawakan makanan untuk olivia


"selamat malam yang mulia".


Olivia hanya diam saja


"yang mulia belum makan seharian".


Lagi lagi olivia hanya terdiam. Namun sang pelayan tidak putus asa. Ia tetap membujuk olivia agar mau makan


"nona saya mohon, kalau nona tidak makan maka sayalah yang akan di hukum oleh ratu".


Karena merasa kasihan akhirnya olivia mau menerima makanan yang di bawakan oleh sang pelayan


"terima kasih". "sama sama nona".


Kesempatan ini juga di pakai olivia kepada sang pelayan mengapa ia bisa berada di sini dan mengapa wujudnya bisa berubah menjadi seperti sekarang. Sang pelayan akhirnya menceritakan semuanya. Olivia yang mendengar hal tersebut merasa sangat terkejut. Ia merasa menyesal telah melawan nasihat papanya tempo hari dan mendengar kata kata dari kakek misterius yang ia tidak kenalnya di tepi danau


"lalu bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke alam ku dan bagaimana caranya juga agar aku bisa kembali ke wujud ku semula".


Sang pelayan terlihat ragu ragu


"sepertinya nona tidak akan pernah kembali ke alam nona dan juga wujud nona tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi".


Mendengar hal tersebut tentu saja membuat olivia menangis. Ia ingin sekali pulang ke alam manusia dan bertemu dengan keluarganya. Sang pelayan pun berusaha memberikan saran kepada olivia


"nona saran saya lebih baik nona pasrah akan keadaan nona sekarang dan nona harus menerima takdir yang telah terjadi kepada nona, karena apa yang menimpa nona sekarang bisa terjadi akibat perbuatan nona sendiri".


Olivia hanya terdiam


Setelah sang pelayan pergi, olivia kembali menangis. Ia tidak menyangka hal ini akan terjadi kepadanya. Sekalipun ini semua terjadi juga akibat dari ulahnya sendiri. Olivia memandang kalung pemberian mas satria.


"mas satria aku merindukanmu".


Sekarang tidak ada yang di inginkan olivia selain pulang ke rumah dan bertemu dengan semua anggota keluarganya terutama papanya dan mas satria. Olivia ingin sekali memeluk mereka berdua


Di luar, mbah saban dan para rombongan sudah datang menghadap yang mulia ratu duyung


"hormat saya kepada yang mulia". "mbah rupanya kembali lagi". "iya yang mulia". "apakah tujuan mbah kemari untuk membawakan tumbal untuk di tukarkan dengan gadis itu". "iya yang mulia".


Sang ratu duyung memperhatikan mas satria, mas andrew dan tini


"di antara mereka bertiga siapakah yang kira kira bersedia menukarkan dirinya dengan gadis itu ?".


Dengan langkah pasti mas satria maju menghadap sang ratu


"saya yang mulia, saya bersedia menggantikan posisi dek olivia untuk berada di sini".


Sang ratu tersenyum memandang penuh kekaguman ke arah wajah mas satria . Sepertinya sang ratu terpesona dengan wajah tampan dan manis milik mas satria


"jadi kamu anak manis, yang bersedia menggantikan posisi gadis tersebut untuk berada di sini". "benar yang mulia".


Sepertinya bukan hanya sang ratu yang terpesona dengan ketampanan mas satria tetapi para putri duyung lain yang berada di sana juga terpesona dengan ketampanan wajah mas satria. Banyak dari mereka yang tersenyum senyum memandang wajah mas satria


Para putri duyung pov


"astaga pria itu sangat manis". "lihatlah senyumnya, aku yakin pria seperti dia dengan sangat mudah mendapatkan kekasih". "heem pasti di tempat asalnya dia menjadi salah satu pria idaman para wanita di sana".