IK MIS JE

IK MIS JE
PART 80


Dengan di temani mang darto, mama dan papa olivia berjalan pelan menuju danau. Pada saat sampai di tepi di danau ternyata sudah ada sang ratu duyung beserta para anak buahnya yang datang untuk menjemput mama olivia


"sayang ini sudah saatnya kamu pergi". "iya tante".


Tatapan mata mama olivia teralihkan ke arah papa olivia


"mas ini sudah saatnya, saya pamit dulu ya mas, tolong jaga olivia ya mas".


Papa olivia tidak tahan lagi menahan air matanya.


"iya ma, pasti papa akan menjaga olivia dengan baik sampai akhir hayat papa nanti".


Sebelum pergi mama olivia memberikan papa olivia sebuah kalung yang terlihat seperti jimat


"papa simpan ini baik baik ya, kelak benda ini akan berguna untuk papa nanti". "iya ma".


Mama olivia berjalan dengan sangat lemas menuju danau. Ia segera menenggelamkan badannya ke dalam danau. Dalam sekejap sebagian tubuh mama olivia berubah menjadi setengah ikan. Mama olivia membalikkan badannya dan menatap ke arah papa olivia untuk terakhir kalinya. Sambil mengusap air matanya, perlahan lahan mama olivia pergi menghilang dari hadapan papa olivia. Papa olivia menangis sekencang kencangnya. Mang darto ikut bersedih melihat keadaannya bosnya. Namun tidak ada yang bisa lakukan untuk membantu bosnya. Yang bisa ia lakukan hanya menenangkan sang bos


"tuan yang sabar ya tuan". "aku tidak pernah menyangka hari ini akan terjadi mang darto". "tuan sudah saatnya kita pulang tuan".


Esok paginya di saat baru terbangun , Olivia melihat ada hal aneh yang sedang terjadi di rumahnya. Terlihat begitu banyak pelayan yang sedang menangis. Begitu menuju ke ruang tamu terlihat begitu banyak saudara saudaranya yang datang sambil menangis dan mengelilingi sesuatu. Olivia segera menuju ke sana. Dan betapa terkejutnya ia melihat mamanya dalam keadaan yang sudah terbaring kaku.


"mama mama , ada apa dengan mama".


Salah satu dari sepupu papa olivia berusaha menenangkan olivia


Olivia tentu saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat, pasalnya baru tadi malam ia melihat mamanya dalam keadaan baik baik saja. Tapi pagi ini tiba tiba mamanya sudah di nyatakan tiada. Dan seingat olivia , mamanya tidak memiliki riwayat sakit jantung


"tidak mungkin tante, saya tau mama sehat tante, tadi malam mama masih baik baik saja".


Sang papa tiba tiba datang dan memeluk olivia


"sayang tadi malam mama kamu tiba tiba terkena serangan jantung, papa juga tidak menyangka hal ini akan terjadi kepada mamamu".


Olivia menangis sejadi jadinya sambil memeluk mamanya


"mama bangun ma, mama jangan bercanda ma".


Papa olivia akhirnya mengendong olivia


"mang darto , bude marni tolong bawa olivia ke kamarnya , tolong tenangkan dia dan tolong berikan dia sarapan, olivia belum makan pagi ini". "baik tuan".


Olivia terus menangis sejadi jadinya sambil memeluk bude marni. Ia benar benar tidak menyangka mamanya akan pergi secepat ini. Ia masih tidak percaya bahwa mamanya akan pergi meninggalkannya dengan tiba tiba


"bude padahal kemarin mama masih bersama olivia dan papa, mama dan papa mengajak olivia berjalan jalan dan mama memasak masakan kesukaan olivia".


Bude marni yang sebenarnya mengetahui apa yang sedang terjadi hanya diam saja. Ia berusaha menenangkan olivia sambil mengelus elus rambut olivia


"yang sabar ya non, non jangan menangis, sebaiknya non harus mendoakan mama non agar bisa tenang di alam sana dan di terima di surga".