IK MIS JE

IK MIS JE
PART 22


Suster caroline memikirkan kembali keputusannya tersebut.


"dek caroline, kok malah melamun ?". "tidak mas arkha". "jadi bagaimana dek , kalau adek setuju sore ini mas akan minta adek sepupu mas untuk menjemput dan mengantarkan adek ke kampung halaman mas". "tidak mas , saya tetap kepada keputusan saya , untuk tetap berada disini , bersama pasien pasien saya dan juga keluarga besar saya". " ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan dek caroline, tapi ingat ya dek apapun yang terjadi jangan pernah ragu ragu untuk meminta tolong kepada mas'. " iya mas ".


Tidak terasa mereka berdua sudah sampai di depan rumah sakit tempat mereka berdua bekerja. Namun ada hal aneh yang terjadi dengan dokter arkha. Tiba tiba ia menarik tangan suster caroline dan tidak mau melepaskan tangan suster caroline. Firasat dokter arkha mengatakan bahwa ini mungkin terakhir kalinya ia menggenggam tangan suster caroline. Suster caroline sampai merasa heran melihatnya.


"mas bagaimana saya mau bekerja kalau mas terus menggenggam tangan saya ". "dek caroline maafkan mas tapi mas sungguh sungguh merasa tidak ingin melepaskan tangan dek caroline". "mas ini aneh sekali ". "betul dek, firasat mas mengatakan ini adalah terakhir kali mas menggenggam tangan dek caroline. "mas jangan aneh aneh , pasien pasien kita sudah menunggu di dalam, kasihan mereka". "tapi dek". "sudahlah mas, jangan main main , banyak pekerjaan kita hari ini yang tertunda mas" .


Sebelum mereka berpisah, dokter hadi masih sempat mengatakan sesuatu ke arah suster caroline


"dek caroline , ik hou van jou".


Suster caroline hanya tersenyum melihat tingkah pola dokter arkha yang seperti anak kecil.


Dan itu adalah kali terakhir ia melihat senyum dari kekasihnya tersebut.


Tepat pukul jam 12 siang terjadi keributan di lantai bawah. Terlihat begitu banyak militer belanda yang datang ke rumah sakit. Ternyata rumah sakit ini akan di serang oleh tentara jepang, dan benar saja dalam waktu kurang dari 10 menit para pasukan Jepang datang dan menyerang rumah sakit tempat suster caroline bekerja.


Para tentara belanda berusaha melindungi para tenaga medis dan para pasien. Namun sekalipun secara fisik para tentara belanda jauh lebih besar daripada tentara jepang namun tentara jepang jauh lebih lincah serta kejam. Para tentara belanda di bunuh tanpa ampun. Mereka juga memenggal kepala serta menusuk perut tentara belanda dengan menggunakan katana. Setelah selesai menghabisi para tentara belanda, para tentara jepang pun menghabisi nyawa para tenaga medis dan juga para pasien.


Suster caroline sedang bersembunyi bersama temannya dokter roberth. Dokter roberth memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi menolong suster caroline.


"suster caroline , saya akan mencoba melawan para tentara nippon , suster caroline cepat lari dari sini dan cari dokter arkha di lantai bawah". "tapi dokter roberth ". "cepat suster caroline , jangan buang buang waktu , dokter arkha sedang menunggumu".


Tidak lama kemudian para tentara jepang berhasil masuk ke dalam ruangan tempat persembunyian dokter roberth dan suster caroline. Dokter roberth segera melawan para tentara nippon. Sekali pun dari segi fisik, jauh lebih besar dokter roberth daripada para tentara jepang namun tentara jepang jauh lebih ganas. Dokter roberth terlihat kewalahan melawan tentara jepang. Dari arah belakang terlihat ada seorang tentara jepang yang mengeluarkan katananya. Dan dalam sekejap ia menusukkan katana ke arah perut dokter roberth. Dokter roberth pun tewas seketika di tempat.