IK MIS JE

IK MIS JE
PART 105


Suster dinda dengan memberanikan diri dan berat hati mencoba untuk pergi ke kamar mandi sendirian. Beruntung tidak terjadi apa apa dengannya. Suster dinda pun kembali . Namun di tengah tengah perjalanan, ia melihat seorang pasien yang sedang kesusahan mengayuh kursi rodanya. Suster dinda pun berinisiatif untuk membantunya mendorong kursi rodanya.


"permisi bu biar saya bantu ya mendorong kursi roda ibu". "terima kasih suster".


Sepanjang perjalanan sang pasien hanya terdiam. Sebenarnya suster dinda merasa sedikit keheranan sebab ia merasa baru melihat pasien ini. Tetapi ia tidak terlalu memikirkan hal tersebut, sebab ia berfikir mungkin saja pada saat pasien ini masuk ke rumah sakit ini, kebetulan bukan pada saat ia sedang berjaga sehingga ia tidak melihat pasien ini masuk. Suster dinda pun membuka obrolan


"permisi ibu kalau saya boleh tau ibu menginap di kamar mana ya ".


Sang pasien menjawab dengan suara pelan


"saya menginap di ruangan mawar bu suster". "oh begitu , ibu kalau saya boleh tau ibu sakit apa ya ?".


Sang pasien hanya terdiam. Suster dinda menjadi tidak enak. Apa mungkin saat ini sang pasien sedang tidak ingin di tanya tanya dan jadinya ia malas menjawab pertanyaan dari suster dinda


"oh maaf bu kalau saya mungkin agak cerewet dan membuat ibu menjadi tidak nyaman".


Sang pasien hanya terdiam


"tidak apa apa".


Sebenarnya suster dini merasa sedikit ada yang janggal dari pasien ini, tetapi karena ia dalam keadaan agak mengantuk sehingga membuat ia menjadi sedikit kurang berkonsentrasi dan bingung kira kira apa yang janggal dari ibu ini. Sudah hampir 30 menit suster dinda berjalan tetapi anehnya mereka belum sampai sampai juga di ruang mawar. Padahal kalau di pikir pikir seharusnya jarak ke ruang mawar tidak terlalu jauh dan paling lama hanya membutuhkan waktu 10 menit.


suster dinda pov


Suster dinda juga baru menyadari kejanggalan dari sang pasien. Ia baru sadar bahwa baju yang sedang di pakai pasien ini bukanlah baju pasien dari rumah sakit ini. Baju yang pasien ini sedang pakai ini adalah baju pasien model lama dan sudah tidak di pakai lagi sejak tahun 1950 . Suster dinda mengetahuinya sebab kakek buyutnya dulu bekerja di rumah sakit ini dan kakek buyutnya masih menyimpan sepasang pakaian pasien model lama yang di pakai para pasien rumah sakit ini pada saat ia masih baru bekerja di rumah sakit ini. Perasaan gemetar sekaligus ketakutan langsung menancap di hati suster dinda. Suster dinda ingin segera melarikan diri namun kakinya terlalu lemas untuk berlari. Suster dinda juga takut kalau ia langsung berlari maka sang pasien jadi jadian ini akan menyadari bahwa suster dinda sudah mengetahui bahwa ia bukan manusia dan ia akan berbalik mengejar suster dinda. Suster dinda sendiri tidak tau harus berbuat apa. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa di dalam hatinya.


"suster ". "iya ibu ada apa ya ?". "sekarang banyak sekali suster pribumi yang bekerja di rumah sakit ini ya"


Suster dini pun menjawab pertanyaan dari sang pasien ini dengan gemetaran


"iya ibu".


Sang pasien kembali bertanya


"suster tidak takut dengan nippon ?".


Suster dinda yang mendengar kata "nippon" langsung mengerti apa yang sedang terjadi


"iya sedikit ibu".


Sang pasien tiba tiba menunduk sambil meneteskan air matanya


"suster seorang pribumi jadi wajar apabila suster tidak takut tetapi berbeda dengan saya yang seorang indo , saya sangat takut suster".