IK MIS JE

IK MIS JE
PART 38


"bagaimana mas Ardi ?". " Ikbal entah mengapa kali ini mas benar benar sulit mendapat gambaran ". "maksudnya mas ?". "sepertinya ada yang berniat menghalang halangi kita untuk menyelamatkan om kuswan". "terus kita harus bagaimana mas". "kita terpaksa , harus mencari mereka dari satu ruangan ke ruangan lain"


Di tengah tengah kebingungan mereka tiba tiba dari arah belakang ada yang menepuk pundak ikbal


"jangan kuatir aku bisa membantumu mas ikbal". "siapa kamu ?".


Di depan mereka kini berdiri seorang gadis cantik berambut pirang. Ikbal sepertinya pernah melihat gadis ini namun ia sendiri lupa di mana ia pernah bertemu dengannya


"mas ikbal masih menyimpan mutiara yang aku berikan padamu waktu mas menyelam di dalam danau itu kan ".


Pikiran ikbal kembali mengingat siapa yang menolongnya sewaktu di dalam danau waktu itu. Ikbal memeriksa kantong bajunya dan menemukan sebutir mutiara


"jadi kamu putri duyung yang waktu itu". "iya aku tau mas ikbal pasti sangat penasaran kenapa aku bisa memiliki kaki dan bernafas di atas daratan tapi penjelasannya nanti saja , mutiara itu milikku, itu bukan mutiara biasa , mutiara itu mutiara ajaib, sekarang mas ikbal harus menelan mutiara tersebut agar mas ikbal bisa menyerap semua kekuatan dari mutiara itu".


Tentu saja ikbal sama sekali tidak mau menelan mutiara ini. Dan sang putri duyung tau tentang hal itu


"aku tidak berbohong mas ikbal , tenang saja mas ikbal tidak akan mati karena menelan mutiara milikku ini , percayalah padaku yang telah menyelamatkan nyawamu ini mas, cepat mas ikbal kita tidak memiliki banyak waktu ".


Dengan sedikit keraguan ikbal pun menelan mutiara tersebut. Dan entah mengapa tiba tiba terjadi keajaiban. Entah mengapa ikbal merasakan seperti ada suatu kekuatan besar yang masuk ke dalam dirinya. Badannya menjadi terasa sangat ringan dan pikirannya menjadi lebih tenang


Dengan sedikit ragu ragu ikbal mencoba menerawang di mana keberadaan om kuswan sekarang berada


"konsentrasi, jangan ragu ragu mas ikbal ".


Ikbal pun mendapat penglihatan. Ia melihat om kuswan dan mbah darsa sedang di tawan di dalam sebuah kamar. Ia juga melihat jendela dari kamar om kuswan lebih tinggi dari pohon pohon di luar sana. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kamar tempat om kuswan dan mbah darsa di sekap berada di lantai yang tinggi


"bagaimana mas ikbal , apa mas sudah mendapat gambaran di mana om kuswan sedang di sekap?". "sudah, sepertinya mereka sedang menyekap om kuswan di dalam sebuah kamar di lantai yang tinggi". "apa mas tidak melihat yang lain, yang lebih spesifik". "kamarnya berwarna biru laut". "lebih spesifik lagi mas ikbal ". "pintunya terbuat dari emas murni". "aku tau di mana om kuswan sedang di sekap , om kuswan sedang di sekap di lantai paling tinggi di kastil ini, ayo semua ikut saya".


Mereka semua berlari mengikuti putri duyung cantik tersebut


Sementara itu mas gani mulai kewalahan menghadapi para pasukan genderuwo tersebut


"bagaimana wahai manusia yang sombong , apa kamu sudah menyerah atau masih tetap nekat melawan kami "


Di rumah ikbal, mbak nana mencoba melawan gangguan dari berbagai macam makhluk gaib, hingga yang terakhir ia harus menghadapi tante tatik yang sedang kesurupan karena pagar pelindung yang di buat om kuswan sudah benar benar hilang dan membuat makhluk makhluk gaib berhasil merasuki raga tante tatik