
Wajah rakus mereka bertiga benar benar menjijikan. Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang sedang memperhatikan mereka. Awalnya para penghuni pulau emas itu menginginkan para manusia ini untuk sadar dengan sendirinya. Namun karena para manusia ini tidak kunjung menyadari kesalahannya maka mau tidak mau para penghuni pulau emas ini akhirnya menegur mereka secara langsung
"berhenti kalian para manusia manusia menjijikan dan rakus".
Suara besar dan parau bagai petir di siang bolong tentu saja dapat membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi sangat ketakutan dan terkejut. Tak terkecuali ketiga manusia ini. Mereka sepertinya terlihat ketakutan. Terutama anak perempuan mereka
"ik ben bang papa". "jangan takut , sayang ada papa di sini". "jangan takut non ,ada pakde beno ada di sebelah non".
Mereka mencari sumber suara tersebut yang entah berasal dari mana. Namun sumber suara tersebut tidak kunjung di temukan. Karena lelah mencari akhirnya ketiga manusia tersebut menantang sang sumber suara tersebut untuk menampakan dirinya secara langsung.
"jangan bersembunyi kalian, keluar, saya tidak takut , hadapi saya secara langsung ".
Mendengar ancaman dari para manusia, para penghuni pulau emas tersebut tentu saja tertawa terbahak bahak karena manusia seperti mereka bukanlah lawan mereka.
"hahahaha , dasar kalian manusia manusia menjijikan , sudah dengan kurang ajarnya masuk ke tempat kami dan berusaha mencuri barang barang kami , bukannya minta maaf secara baik baik tapi malah sekarang dengan sok beraninya menantang kami".
Sang papa bukannya takut malah semakin menjadi jadi.
"aku sama sekali tidak takut dengan kalian, muncullah sekarang , akan ku hadapi kalian seperti apapun wujud kalian".
Para penghuni pulau emas tersebut lagi lagi hanya tertawa
"tadinya aku ingin memaafkan dan membiarkan kalian pergi dari sini apabila kalian ingin meminta maaf secara sopan dan mengembalikan barang barang kami yang sudah kalian ambil , tapi melihat kebiadaban kalian terhadap kami dan kalian sendiri yang menantang kami duluan , maka akan kami layani permintaan kalian itu ".
"hai manusia , katanya kamu ingin melawan saya , sekarang saya sudah muncul di hadapan kamu, ayo maju ".
Dengan penuh kesombongan sang papa maju menghadap pangeran genderuwo. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang sepertinya itu adalah sebuah jimat. Rupanya sang papa sudah mempersiapkan ini semua dari awal. Pantas sang papa sama sekali tidak terlihat takut dan berani menantang sang pangeran genderuwo. Sang pangeran genderuwo dan para anak buahnya yang melihat benda tersebut sangat terkejut serta ketakutan. Sang papa yang merasa telah menang dengan semakin berani berjalan maju menuju pangeran genderuwo. Para genderuwo tersebut semakin berjalan mundur ketakutan
"sekarang tunduk lah padaku para genderuwo atau kamu akan menerima akibatnya".
Sang papa lantas melemparkan jimat tersebut kepada pangeran genderuwo yang membuat sang pangeran genderuwo terbakar dan tewas seketika. Melihat hal tersebut para anak buah pangeran genderuwo lari ketakutan. Sang papa lantas memeluk putrinya
"sayang kita menang , sekarang semua ini akan menjadi milik kita
Di saat mereka bertiga akan bersiap siap untuk pulang, awan hitam tersebut muncul kembali dan keluarlah pangeran genderuwo beserta anak buahnya.
"hahaha kalian pikir manusia busuk seperti kalian akan bisa dengan muda menang melawan saya". "tapi bagaimana kamu bisa hidup kembali ?".
Rupanya sang pangeran genderuwo tadi sedang mempermainkan sang papa. Yang tadi di bunuh oleh sang papa adalah salah satu dari anak buahnya yang sedang menyamar menjadi pangeran genderuwo. Dan para anak buahnya yang lain berpura pura ketakutan
"akan sangat tidak seru apabila aku langsung membunuhmu, sedikit mempermainkan manusia seperti kalian adalah permainan dan hiburan tersendiri untukku dan para anak buahku".
Sang papa yang sudah tidak memiliki senjata lagi hanya diam terpaku. Sementara sang putri dan asistennya pergi melarikan diri