IK MIS JE

IK MIS JE
PART 62


"mas danu". "olivia".


Mas danu berlari mengejar olivia.


" dek olivia mas danu kangen sekali denganmu". "aku juga kangen sekali dengan mas danu".


Mas satria lantas memeluk olivia sekuat kuatnya. Ia benar benar merindukan olivia.


"dek kamu jangan pergi pergi lagi ya dek". "iya mas".


Mas satria dan olivia bermain seharian, Namun di saat mas satria akan mengajak olivia untuk pulang. Olivia sama sekali tidak mau


"dek ayo kita pulang, papa adek pasti sudah menunggu dek olivia di rumah". "tidak mas , aku tidak bisa". "tapi kenapa dek ?".


Olivia lantas memeluk mas satria sekali lagi dengan erat. Seakan akan ini adalah pelukan terakhir darinya


"mas satria saya pergi dulu ya". "tapi adek mau ke mana lagi , adek jangan pergi lagi".


Olivia hanya tersenyum memandang mas satria. Dengan penuh tetesan air mata ia berkata


"mas tempatku bukan di sini lagi, aku harus pulang ke rumah baruku". "maksud adek apa ?". "mas tolong jaga papa aku ya, mas juga tolong satukan mas andrew dan tini, mas taukan kalau selama ini mas andrew dan tini saling mencintai dan juga setelah saya pergi mas harus mencari pengganti saya, mas jangan berlarut larut dalam kesedihan ya mas". "maksud kamu apa sih dek ? mas tidak mengerti maksud adek ?".


Olivia mengusap air matanya


"itu saja pesan dariku mas, selamat tinggal mas".


"dek olivia, dek olivia jangan tinggalkan mas".


Mas satria terbangun dari tidurnya. Ternyata yang tadi hanya mimpinya saja


"astaga ternyata aku hanya bermimpi".


Mas satria memandang foto olivia.


"tenang saja dek , sebentar lagi mas akan mengembalikan adek ke alam kita, dek olivia yang sabar ya".


Sementara itu mas danu dan tuan vries yang sedang melakukan perjalanan pulang lagi lagi mendapat masalah. Di tengah tengah perjalanan pulang menuju ke desa, mereka di cegat oleh sekawanan perampok di jalan yang sangat sepi


"turun kalian".


Mas danu dan tuan vries sangat terkejut melihat hal tersebut. Bukannya mereka takut akan kehilangan barang barang beharga mereka tetapi mereka takut apabila para perampok tersebut sampai membunuh mereka.


"tuan vries tenang saja di sini ya, biar saya yang menghadapi para perampok tersebut". "danu kamu harus hati hati ya, berikan apa saja yang mereka mau , yang penting kita berdua selamat dan dapat kembali ke desa. "iya tuan vries".


Mas danu pun turun dari mobil. Ia melihat begitu banyak perampok menggunakan senjata tajam sedangkan ia turun hanya menggunakan tangan kosong. Ia berharap para perampok tersebut hanya mengincar harta mereka saja bukan nyawa mereka


"apa yang ingin kalian dari kami". "berikan semua harta kalian kepada kami". "baik, kami akan memberikan semua yang kami punya kepada kalian tetapi saya mohon jangan lukai kami terutama tuan saya yang sedang sakit di dalam mobil". "baik saya setuju lagipula nyawa kalian sama sekali tidak penting untuk kami".


Sebenarnya mas danu bisa saja melawan para perampok tersebut namun tentu saja sangat beresiko. Apabila ia kalah bisa saja para perampok ini yang tadinya hanya mengincar harta mereka jadi berbalik menghabisi nyawanya dan juga nyawa tuan vries. Kalau sampai terjadi apa apa dengan tuan vries maka seumur hidup ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri