
Sang papa yang sudah merasa di tipu dan sudah tidak memiliki senjata hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi.
"akan ku habisi dirimu dulu , barulah ku habisi asisten mu dan akan ku perkosa putrimu yang cantik itu".
Begitu mendengar sang asisten akan di bunuh dan sang putri akan di perkosa sang papa langsung memohon ampun kepada sang pangeran genderuwo.
"yang mulia hamba mohon jangan apa apakan putriku dan asistenku , mereka tidak tau apa apa , mereka ke sini hanya karena di ajak olehku , biarkan mereka bebas , biar aku saja yang menerima hukuman dari yang mulia ".
Sang genderuwo tentu saja tidak merasa puas apabila hanya sang papa yang menerima hukuman. Sang pangeran genderuwo merasa mereka bertiga wajib mendapat hukuman
"tidak bisa , kalian semua yang terlibat , kalian semua yang harus menanggung akibatnya , di mulai dari dirimu , akan ku ubah dirimu menjadi salah satu pohon emas ku namun kamu masih bisa melihat dan merasakan perasaan seperti manusia agar kamu dapat melihat dan merasakan penderitaan putrimu nanti". "ampun tuan ampun".
Dalam sekejap sang papa berubah menjadi pohon emas. Tidak lama kemudian para anak buah pangeran genderuwo berhasil menangkap sang putri beserta asistennya
"yang mulia kami berhasil menangkap kedua manusia ini ?, kira kira kita apakah kedua manusia ini , apakah kita hisap jiwanya atau kita jadikan mereka santapan singa peliharaan kita " .
Sang genderuwo tersenyum licik
"jangan , jangan seperti itu , aku sudah punya rencana sendiri , yang laki laki akan kita ubah menjadi pohon emas" .
Sang gadis yang di panggil pakde beno tersebut dalam sekejap berubah menjadi pohon emas yang membuat sang gadis terkejut dan berteriak histeris
Mata sang gadis teralihkan kepada pohon emas di sebelah pakde beno
"jangan kamu bilang kalau kamu merubah papa aku menjadi pohon emas juga". "benar sekali nona yang cantik ".
Sang gadis yang merasa sangat shock langsung berlari ke arah papanya dan memeluk papanya yang sudah berubah menjadi pohon
"papa , pakde beno jangan tinggalkan aku sendiri".
Sang anak buah lantas bertanya kepada pangerannya
"yang mulia lalu kita apakan nona yang cantik ini ? apakan kita ubah dia juga menjadi pohon emas seperti papa dan asistennya ?". "tentu saja tidak, mana mungkin wanita secantik ini kita ubah menjadi pohon".
Mata sang genderuwo memandang penuh nafsu ke arah sang gadis. Sang gadis yang melihat hal tersebut merasa sangat jijik sekaligus ketakutan
"nona , wajahmu benar benar sangat cantik, rambutmu yang coklat membuat aku semakin gemas , apabila kita memiliki anak , pasti anak kita akan secantik dirimu "."apa maksudmu genderuwo jelek ?" . "akan ku jadikan dirimu sebagai ratu di kerajaan ku kelak ketika aku naik tahta nanti dan kamu akan aku minta untuk melahirkan anak perempuan yang secantik dirimu agar kelak dapat ku nikahan dengan pangeran dari negeri lain dan ku jadikan menantuku sebagai sekutu nantinya".
Bagai di sambar petir di siang bolong sang gadis tentu saja sama sekali tidak mau menikah dengan pangeran genderuwo ini. Namun tidak ada yang bisa ia lakukan
"tidak aku tidak mau , lebih baik kamu ubah aku menjadi pohon emas juga seperti papa dan pakde beno daripada kamu jadikan aku sebagai ratu mu". " kamu tidak mempunyai pilihan lain nona yang cantik , jiwamu sudah ku ambil, dan jiwamu sudah seutuhnya menjadi milikku , sekarang kalian bahwa nona yang cantik ini ke istanaku". "baik yang mulia".