IK MIS JE

IK MIS JE
PART 58


Mbah saban, mas satria, andrew dan tini akhirnya sampai di tepi danau. Mbah saban pun memulai ritualnya. Ia bertapa di tepi danau. Sebelum mbah saban bertapa, ia meminta mas satria dan mas andrew untuk menjaga raganya. Ketika ia bertapa tiba tiba langit menjadi sangat gelap.


Sementara itu papa olivia, tuan vries berusaha keras agar pihak rumah sakit mengijinkannya untuk pulang


"saya mohon pak dokter, saya sudah baik baik saja, saya sudah sehat". "tapi tuan vries, tuan ini masih perlu di rawat, keadaan tuan masih belum stabil".


Tuan vries tetap ngotot untuk pulang


"pak dokter saya harus pulang, saya harus menemui putri saya, firasat saya sama sekali tidak enak". "tapi tuan vries". "saya mohon pak dokter, kalau sampai terjadi apa apa dengan putri saya maka seumur hidup saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri".


Karena terus meronta ronta akhirnya para dokter memutuskan untuk memberikan obat bius kepada tuan vries


Sementara itu roh mbah saban sudah sampai di alam gaib. Mbah saban langsung mencari olivia di kerajaan gaib para duyung di tepi danau


Di rumah sakit , mas danu yang sedang menemani tuan vries sebenarnya juga memiliki firasat yang tidak enak. Sebagai pelayan yang sudah di anggap seperti anak tuan vries sendiri, mas danu juga memiliki ikatan batin yang kuat dengan olivia selayaknya adik sendiri. Namun mas danu juga tidak bisa membiarkan tuan vries pulang ke rumah dalam keadaan yang seperti ini


"Ya Tuhan tolong lindungilah non olivia, semoga tidak terjadi apa apa dengan dirinya".


Mbah saban sampai di depan pintu gerbang kerajaan gaib. Di sana ia di hadang oleh beberapa pengawal istana


"ada keperluan apa sampai tuan kemari ?". "mohon maaf sebelumnya tetapi saya ingin bertemu dengan yang mulia ratu kalian".


Perasaan mas danu semakin tidak enak. Ia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi dengan olivia. Ia lantas menemui dan memohon kepada dokter agar mengijinkan tuan vries untuk pulang ke rumah menemui putrinya


"selamat siang pak dokter". "selamat siang, ada keperluan apa sampai tuan kemari menemui saya ?". "sebelumnya perkenalkan saya danu asisten tuan vries pak dokter". "oh tuan vries , iya ada apa sampai tuan danu ingin bertemu dengan saya". "saya ingin meminta ijin kepada pak dokter agar mengijinkan tuan vries untuk pulang ke rumah". "tapi tuan danu keadaan tuan vries sama sekali tidak memungkinkan untuk pulang". "tapi pak dokter, saya dan tuan vries sama sama memiliki firasat yang tidak baik". "maksudnya tuan danu ?". "saya dan tuan vries memiliki firasat yang buruk dengan nona olivia, putri tuan vries ".


Pak dokter sebenarnya sama sekali belum mengijinkan tuan vries untuk pulang namun karena danu yang terus memaksa akhirnya pak dokter mau tidak mau mengijinkan tuan vries untuk pulang hari ini


Sementara itu olivia sendiri baru tersadar dari pingsannya. Ia melihat dirinya sudah tidak berada di tepi danau lagi. Namun ia merasa ada keganjilan. Ia merasa sedang tidak berada di desanya. ia merasa seperti sedang di dalam air dan ketika ia akan berjalan, ia sama sekali tidak merasakan kedua kakinya, tetapi ia merasa kakinya telah berubah menjadi sesuatu. Dan pada saat ia melihat ke arah kakinya, betapa terkejutnya ia melihat kedua kakinya telah berubah menjadi ekor ikan alias ekor duyung