IK MIS JE

IK MIS JE
PART 44


"syukurlah kalau begitu".


Sang raja rupanya berniat untuk mengundang ikbal serta para rombongan untuk menginap di istana mereka.


"nak ikbal sebagai bentuk permintaan kami, kami ingin nak ikbal dan rombongan menginap di istana kami selama sehari".


Sebenarnya ikbal dan teman teman tidak ingin menginap di istana ini karena mereka mengejar waktu menuju kediaman tuan van de beek tetapi mereka tidak ingin membuat sang raja tersinggung dan marah


"baiklah tuan kami akan menginap selama semalam di istana yang mulia".


Istana raja genderuwo terbuat dari emas murni. Membuat siapapun yang berada di istana tersebut akan betah berada di dalamnya. Namun ternyata ada keanehan di dalam istana tersebut. Para pelayan di sini ternyata bukan saja para genderuwo atau makhluk astral lainnya. Tetapi juga ada manusia yang menjadi para pelayan di tempat ini. Ikbal kebingungan memandang mereka.


"tuan ikbal pasti heran ya mengapa banyak manusia yang menjadi pelayan di sini". "iya benar mbah darsa, mengapa banyak manusia berada di sini ?". "mereka adalah manusia yang menjadi tumbal orang orang yang bersekutu dengan para genderuwo di sini untuk kekayaan".


Ikbal tercengang mendengar hal tersebut. Memang ia sering mendengar tumbal untuk pesugihan, tetapi baru kali ini melihatnya secara langsung di depan matanya. Mbah darsa pun melanjutkan ceritanya.


"ada juga yang menjadi tumbal proyek, intinya mereka semua adalah manusia manusia tidak berdosa yang di jadikan tumbal".


Perhatian ikbal tertuju kepada seorang gadis cantik berkebaya kuning. Wajah manis serta kulitnya yang hitam manis membuat perhatian ikbal teralihkan. Tanpa ikbal sadari bahwa ia telah membuat olivia yang berada di sebelahnya menjadi cemburu


Mas gani dan om kuswan tersenyum melihat tingkah pola olivia yang sedang cemburu


"gani beginilah anak perempuan ketika sedang cemburu". "iya om kuswan, lucu sekali".


Olivia benar benar terlihat sangat cemburu di buatnya, tanpa ia sadari sedari tadi diam diam mas ardi terus terusan memperhatikan olivia.


mas ardi pov


"dek olivia ini manis sekali, tapi kelihatannya dia menyukai dek ikbal".


Mereka sudah sampai di kamar masing masing. Ikbal benar benar terpesona dengan keindahan dan arsitektur dari kamar tersebut. Ikbal tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mandi. Sementara itu di kamar, mas gani sedang bermeditasi untuk mengirimkan pesan kepada mbak nana di alam manusia bahwa mereka semua baik baik saja. Mbak nana yang mendapat pesan tersebut tersenyum bahagia. Ia bisa bernafas lega karena telah mengetahui bahwa mas gani dan teman temannya dalam keadaan yang baik baik saja. Mas ardi yang nampak kebosanan di dalam kamar memutuskan untuk sejenak keluar untuk berjalan jalan ke sekitaran taman istana, dan ia tidak sengaja bertemu dengan olivia di sana yang juga sedang duduk duduk memandang ke arah langit. Kesempatan ini tidak di sia siakan mas gani untuk mendekati olivia.


"selamat malam dek olivia".


Olivia dengan malas menjawab pertanyaan mas ardi


"malam juga mas ardi"