
Mas satria segera berlari memeluk olivia
"dek olivia". "mas satria".
Terlihat wajah mas satria yang begitu bahagia bisa melihat dan memeluk olivia.
Tuan vries juga ikut memeluk olivia
"papa". "olivia papa juga merindukanmu".
Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut ikut terharu melihat apa yang sedang terjadi di depan mereka
"papa olivia merindukan papa".
Namun kebahagian tersebut menghilang dalam sekejap ketika sang ratu duyung menegur mereka
"heem sudah cukup aku terharu melihat kalian semua, sekarang sudah waktunya aku menagih janji darimu anak manis".
Olivia kebingungan memandang wajah mas satria. Mas satria hanya tersenyum ke arah olivia . Lantas ia berbalik ke arah sang ratu untuk berkata
"Yang mulia ijinkanlah saya sejenak untuk berbicara kepada dek olivia, sebentar saja". "baiklah akan ku berikan kamu waktu sebentar untuk berbicara dengan kekasihmu untuk yang terakhir kali".
Begitu mendengar kata terakhir kali, mata olivia langsung memandang mas satria dengan penuh rasa heran.
"mas satria apa maksudnya ?".
Mas satria hanya tersenyum memandang olivia
"tidak apa apa dek olivia". "mas apa maksudnya mas ?".
Sang ratu duyung akhirnya menceritakan semuanya. Olivia benar benar sangat terkejut. Ia sama sekali tidak ingin mas satria mengorbankan dirinya sendiri demi menolong dirinya
"jangan mas ini kesalahan saya, saya yang harus menanggung akibatnya". "tapi dek olivia".
"yang mulia ". "ada apa tuan vries". "saya mohon yang mulia , bisakah yang mulia memberikan hukuman yang lain kepada olivia".
Sang ratu hanya terdiam
"tapi tuan vries ini adalah hukuman yang paling ringan untuk seseorang yang sudah memakan ibunya sendiri".
Olivia begitu terkejut mendengar apa yang di katakan oleh ratu duyung tersebut
"aku memakan ibuku sendiri ? papa apa maksud dari sang ratu ? ".
Sang papa hanya terdiam. Ia hanya bisa berlutut dan menangis
"anakku ikan bersisik emas yang kamu tangkap dan kamu makan tempo hari sebenarnya adalah ibu kandung kamu sendiri".
Olivia terkejut mendengar apa yang di katakan oleh sang papa
"papa tapi mama sudah meninggal di saat aku berusia 9 tahun, papa jangan bercanda".
Tuan vries menghapus air matanya. Ia berusaha untuk mengumpulkan tenaganya. Ia ingin sekali menjelaskan hal yang sebenarnya kepada olivia namun bibirnya terasa sangat sangat berat. Sang ratu duyung pun ikut menjelaskan hal yang sebenarnya kepada olivia.
"olivia mama kamu tidak meninggal, ia masih hidup, yang di kuburkan oleh papa kamu adalah batang pisang yang saya ubah wujudnya menjadi seperti mama kamu, sedangkan mama kamu kembali ke kerajaan ini sebagai putri duyung".
Olivia seakan akan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya
"papa sebenarnya apa yang sedang terjadi sebenarnya , olivia sama sekali tidak mengerti ?".
Tuan vries akhirnya membuka suaranya .
"sayang memang benar apa yang di katakan oleh sang ratu, mama kamu masih hidup, ia kembali pulang ke istana ini dan kembali menjadi putri duyung, ikan sisik emas yang kamu makan adalah jelmaan ibu kamu yang sedang menyamar sebagai ikan olivia".
Dalam sekejap olivia terasa ingin pingsan. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia baru saja menangkap dan memakan ibu kandungnya sendiri. Dan ternyata selama ini mamanya masih hidup. Mamanya juga ternyata bukan seorang manusia melainkan seekor putri duyung