IK MIS JE

IK MIS JE
PART 50


Sepanjang perjalanan menuju ke kota , wajah tuan vries terlihat sangat muram dan gelisah. Namun ia berusaha menyingkirkan itu semua. Ia tetap berusaha berfikir yang positif bahwa itu hanya perasaannya saja.


Melihat keadaan yang sudah aman, olivia ingin segera pergi menemui kakek tua yang ia temui kemarin di danau, tetapi waktunya ternyata masih terlalu pagi padahal ini kesempatan ia pergi, mumpung bude marni, tini dan para pelayan yang lain sedang sibuk di dapur dan bersih bersih. Namun beberapa saat kemudian terdengar bude marni yang mencari cari olivia dengan wajah yang terlihat bahagia


"non olivia, non olivia". "ada apa bude marni ?". "tuan satria datang lagi mencari nona olivia".


Olivia merasa beruntung ia belum sempat pergi ke danau. Dengan semangat ia berlari menemui mas satria


"mas satria datang lagi kemari". "iya dek olivia".


Olivia langsung mempersilahkan mas satria untuk duduk


"ada apa mas satria pagi pagi begini sudah datang menemui aku ?". "sebenarnya mas satria kemari bukan mau bertemu dengan dek olivia tetapi mas satria datang ke sini untuk bertemu dengan papa dek olivia".


Dalam sekejap senyum bahagia yang berada di wajah olivia langsung menghilang begitu saja


"oh jadi seperti itu". "iya dek, dek olivia bisa panggilkan papa dek olivia sebentar".


Dengan wajah yang sangat kesal olivia menjawab pertanyaan dari mas satria


"papa barusan saja berangkat mas satria". "oh kok tumben papa dek olivia berangkat kerjanya pagi pagi sekali, kalau begitu mas satria akan kembali lagi ke sini sekitar jam 12 siang". "papa bukan sedang pergi kerja mas satria tetapi papa sedang pergi ke luar kota selama 5 hari mas satria".


Mendengar hal tersebut mas satria sedikit terkejut


"oh seperti itu padahal ada hal yang sangat penting yang ingin mas katakan kepada papa dek olivia". "apa itu mas satria ? mas satria katakan saja kepada saya, nanti saya akan menyampaikan kepada papa ketika papa sudah pulang dari luar kota nanti".


Mas satria terlihat agak ragu untuk mengatakannya kepada olivia


Mas satria terlihat memberanikan diri untuk mengatakan hal ini


"sebab ". "sebab apa mas ?".


Olivia semakin terlihat penasaran dengan apa yang ingin di katakan mas satria


"sebab mas ingin memohon doa restu kepada papa dek olivia". "maksudnya mas ?".


Kebetulan di saat itu bude marni datang untuk membawakan mas satria teh hangat


"kebetulan bude marni datang , bude marni saya bisa minta tolong sesuatu kepada bude marni ?". "tuan satria ingin meminta tolong apa ?". "bude marni bisa menjadi saksi untuk saya ". maksudnya tuan satria ?".


Mas satria mengeluarkan sebuah kotak cincin. Ia lantas membungkuk dan membuka kotak cincin tersebut di depan olivia


"dek jangan tanya kenapa mas melakukan hal ini, mas sering melihat teman teman mas melakukannya ketika ingin melamar kekasihnya dan sekarang mas juga melakukannya untuk melamar wanita yang mas cintai".


Olivia dan bude marni terkejut. Mereka saling berpandangan


"sebenarnya mas kemari ingin melamar dek olivia di papa dek olivia terlebih dahulu tetapi berhubung papa dek olivia masih sangat lama kembali dari luar kota maka di depan bude marni mas satria memutuskan untuk melamar dek olivia secara langsung ".


Olivia sangat terkejut sekaligus bahagia mendengar hal tersebut. Ia tidak menyangka hal yang selama ini ia impikan benar benar terjadi hari ini


.