
Olivia langsung berteriak histeris saking terkejut dan kagetnya. Ia menangis sejadi jadinya. Ia merasa shock dan takut melihat dirinya sendiri. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang. Tidak lama kemudian muncul beberapa pelayan wanita yang datang sambil membawa banyak makanan untuk olivia
"nona sudah bangun rupanya". "siapa kalian ?". "kami para pelayan yang di tugaskan khusus melayani nona, kami kesini datang untuk membawahkan nona makan siang, nona pasti lapar kan".
Olivia yang masih sangat kebingungan menangis sejadi jadinya, ia sama sekali tidak mau menyentuh makanan yang di bawah para pelayan
"aku tidak mau, aku hanya mau kedua kakiku, aku ingin kembali ke rumah".
Olivia menangis sejadi jadinya. Ia merasa kebingungan dan ketakutan. Para pelayan yang berada di sana merasa kasihan kepada olivia namun mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa apa. Semua ini terjadi akibat perbuatan dari olivia sendiri.
Sementara itu tuan vries yang sudah sadar kembali memohon kepada para dokter untuk bisa di ijinkan pulang ke rumah. Namun kali ini para dokter sudah mengijinkan tuan vries untuk pulang. Tuan vries mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada para dokter yang sudah mengijinkannya untuk pulang dan juga ia mengucapkan rasa terimah kasihnya kepada danu yang sudah membantunya untuk membujuk para dokter agar mengijinkannya pulang ke rumah.
Tuan vries sama sekali tidak menyianyiakan waktu yang ada. Ia dan danu segera bersiap siap untuk langsung pulang. Walau secara fisik tuan vries masih belum sepenuhnya sehat tetapi ia tetap memaksakan dirinya. Ini semua tuan vries lakukan demi sang putri tercinta
Olivia yang masih belum bisa menerima keadaannya hanya bisa diam. Ia sama sekali tidak mau makan ataupun keluar dari kamar. Ia terus terusan menangis tanpa henti. Ia sendiri tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang
Sementara itu mbah saban akhirnya di ijinkan untuk menemui sang ratu duyung. Dengan sangat berhati hati mbah saban mencoba berbicara dengan ratu duyung
Sang ratu duyung dengan serius memandang mbah saban
"asal mbah tau, aku melakukan semua ini bukan tanpa sebab, aku melakukan semua ini juga akibat dari perbuatan gadis itu kepada keponakan saya".
Mbah saban menarik nafas panjang. Ia berusaha kembali untuk membujuk sang ratu duyung agar bisa membebaskan olivia dan mengembalikan olivia seperti dulu lagi
"ampun yang mulia tapi apa yang mulia tidak bisa memaafkan olivia atas perbuatannya , apa semuanya harus seperti ini, kasihan keluarga olivia yang sedang sedih menunggu olivia di alam manusia".
Sang ratu duyung terlihat berfikir panjang
"aku sudah memaafkan perbuatan olivia kepada keponakan saya, tetapi ia harus tetap mendapat hukuman, bukannya nyawa harus di balas dengan nyawa juga kan mbah".
Mbah saban hanya terdiam. Ia tidak tau lagi bagaimana caranya agar sang ratu duyung mau membebaskan olivia
"Yang mulia sekali lagi saya mohon, agar yang mulia mau memaafkan dan membebaskan olivia, saya tau perbuatan olivia sama sekali tidak bisa di maafkan tetapi tolong yang mulia, ini demi keluarganya yang tidak bersalah dan tidak tau apa apa".