SUN

SUN
Visual Pemain


Sun, gadis malang yang lahir dari hubungan tidak sah. Hidup dan besar di tangan istri sah papanya. Menjalani kehidupan yang tidak adil karna di anggap anak haram. Berusia sekitar 25 tahun.



Rain, anak yang lahir dari hubungan sah papa Sun dan Tante Melinda. Gadis periang yang tidak pernah menganggap Sun orang lain. Baik hati dan sedikit usil. Berusia sekitar 25 tahun.



Jojoe, pria yang sama-sama di cintai oleh Sun dan Rain. Cowok dengan penampilan cool


tapi punya sifat humoris. Berusia sekitar 28 tahun.



Kalau pembaca punya Visual tersendiri boleh ya. Bebas aj karna pembaca punya imajinasi tersendiri.


*****


"Sun!! ikut gue yuk." Ajak Rain


"Mau kemana sih pagi-pagi gini?"


"Gue mau ajak loe ketemu sama Jojoe dan bilang kalo selama ini gue yang chat dan hubungin dia."


Aku seperti di sambar petir mendengar itu. Aku benar-benar belum siap menerima Jojoe jatuh ke pelukan Rain.


"Aaah entar dulu deh, loe serius?"


"Iya laah kenapa? loe gak mau? loe gak baper kan sama Jojoe?"


"Enggak lah!! tapi gue gak bisa hari ni, weekend Toko bakal rame banget."


"Ya udah deh ntr aja hari senin ya."


Aku hampir saja terjebak di situasi yang tidak aku ingin kan. Tapi aku sadar cepat atau lambat aku akan menemui kebohongan ku sendiri.


*****


Aku terus saja menatapi kalender yang berdiri di meja kasir toko. Sudah satu minggu sejak aku benar-benar mengenal Jojoe. Tapi apa benar Jojoe sesayang itu padaku. Apa benar dia menyimpan rasa yang sama padaku. Aku terus saja di gelayuti rasa gelisah tanpa henti. Entah akan berujung kemana hubungan ini.


Hingga mataku tertuju pada tanggal 23. Tanggal yang sudah aku lingkari dengan merah spidol. Itu satu minggu lagi, hari ulang tahun Rain. Tante Melinda gak akan ngebiarin hari itu berlalu begitu saja. Dia selalu mengadakan pesta meriah untuk ulang tahun Rain. Berbeda denganku, hari ulang tahunku saja mungkin dia tidak tau.


Aku berpikir untuk mengatakan kejujuran pada Jojoe di hari itu. Akan menjadi kado special buat Rain kalau saja Jojoe mau menerima nya. Aaaaarh tapi aku sangat tidak siap. Hati ku merasa terbakar jika aku membayang kan Rain bersama dengan Jojoe.


*****


"Sun!!!" panggil seseorang.


Aku mendongak dan melihat Jojoe berdiri dengan kaos salur di hadapanku. Aku seperti bermimpi melihatnya hadir. Baru saja aku memikirkan nya dan dia langsung berada di depan ku.


"Gak usah kaget gitu kali," senyum nya merekah, membuat hatiku berdebar gak karuan.


"Gue kesini mau cariin oma gue gantungan kunci lemari, dia sering lupa mulu dimana naroh kunci lemarinya, makanya gue pikir kalo ada gantungannya kan pasti lebih gampang buat di liat."


"Oooh iya sini ikut gue!! dia sukanya yang bentuk apa?"


Aku berjalan ke salah satu lorong yang di penuhi banyak gantungan kunci. Jojoe mengikuti ku di belakang.


"Kalo menurut loe yang mana? gue gak tau juga sii dia suka apa?"


"Gimana kalo lumba-lumba ini dia pasti suka!!"


"Lumba-lumba itu punya filosofi cinta loh gak sembarangan simbol bisa pake lumba-lumba, sama tuh kaya kelinci lambang playboy."


Aku berbicara sambil setengah tertawa.


"Iih playboy nya ngegas banget sih!! udah sering jadi korban playboy ya?"


"Iih apaan sii aku tuh belum pernah pacaran tau."


"Oh ya? tapi kamu sering curhat di chat bilang sering di putusin tiba-tiba."


Uups aku keceplosan, bisa-bisanya aku lupa kalo Jojoe sering chat sama Rain. Rain kan udah sering banget gonta ganti pacar.


"Aaaah iya, eh jadi mau yang mana?"


Aku berusaha mengalih kan pembicaraan.


"Yaudah yang itu aja, kan itu pilihan loe!!"


aku kemudian membungkus gantungan kunci berbentuk sepasang lumba-lumba berwarna silver itu.


Sambil menunggu ku membungkus kado untuk oma nya, Jojoe terlihat memandangi ku dan sekelilingku.


"Jangan ngeliatin gitu terus!! ntar tambah suka loh," gurau ku.


"Gue emang beneran suka sama loe! loe manis, baik."


"Jangan asal bilang suka kalo belum tau siapa gue, ntar nyesel loh!!"


"Enggak Sun!! gue beneran cinta sama loe, gue bakal terima apapun konsekuensi nya."


Aku sempat berpikir apa benar dia sedalam itu mencintai ku. Dia baru mengenalku beberapa hari, mana mungkin dia bisa menerima posisi ku di keluarga ini.


"Tanggal 23 ini yang ada tulisan birth day ini hari ulang tahun loe?" tanya Jojoe.


"Ah i... iya ?" aaaah setelah identitas dan namaku, kali ini aku juga memalsukan tanggal lahir ku.


"Ok entar gue kasi kado ya."


Dari kejauhan aku melihat Scuter Matic Rain berjalan putar balik arah. Gawat dia pasti mau ke Toko. Jangan sampai dia melihatku dengan Jojoe. Buru-buru aku membungkus kado milik nenek Jojoe dan menyuruhnya untuk pergi.


"Udah sana buruan pergi!" pintaku sambil mendorong dorong tubuh Jojoe keluar Toko.


"Iih kenapa sih Bos loe mau datang ya?"


"Iya udah sana buruan entar gue di omelin."


Jojoe seperti mengerti kondisi ku. Ia buru-buru pergi. Berselang beberapa menit saja sebelum Rain masuk Toko.


"Hay sun?"


"Aah iya."


Aku terlihat berkeringat dingin menyambut kedatangan Rain. Aku menatap ke jendela kaca toko, masih ada Jojoe disana memperhatikan ku dari jauh.


"Kenapa sih? loe kok pucet gitu?"


"Aaah gak, gak papa!"


Hampir saja, aku mempertemukan mereka. Pliss Tuhan aku belum siap.