Go Back To You

Go Back To You
BAB 2


Pukul 07.00 Sheren baru bangun dan turun menuju ruang makan. Padahal hari ini Minggu dan biasanya Sheren akan bangun sekitar jam 09.00 pagi, tapi entah kenapa hari ini dia bangun lebih awal.


'kebiasaan bangun pagi di rumah Amel nih,, jam segini udah terang banget mata ' batin Sheren sambil menuruni tangga.


Di meja makan sudah ada Glen, memang setiap hari Glen akan bangun pagi untuk berolah raga lalu setelah itu sarapan dan berangkat kerja, jadi meski hari minggu dia tidak pernah bangun siang.


" tumben lu jam segini udah melek? " tanya Glen heran


" gue laper makanya bangun " jawab Sheren lalu mengambil roti gandum dan selai kacang


" bi inaah!! mau susu dingiiin " teriak Sheren


" iya nooon "


" mami papi nanti siang dateng low dek " Glen membuka pembicaraan sambil melihat situasi hati adiknya, apa masih marah dengan kedua orang tua mereka


" tumben cepet? biasanya semingguan kalo ke luar negri " jawab Sheren santai


" mau ada tamu katanya,, makanya pulang cepet " balas Glen


Setelah mereka selesai sarapan Sheren langsung kembali ke kamarnya. Ingin rasanya dia menelfon orang tua nya, dengan manja meminta oleh-oleh tapi gengsinya terlalu besar, apa lagi sebelum mereka berangkat Sheren dan orang tuanya sedang bertengkar. Si tomboy yang manja ini sebenarnya anak yang baik dan sayang pada orang tuanya, tapi karna dia tidak suka di atur dan keras kepala maka tidak jarang mereka bertengkar dan ujung-ujungnya Sheren akan pergi menginap ke rumah Amel.


Menjelang sore terdengar suara gaduh dari arah bawah yang membangunkan Sheren dari tidur siangnya yang nyenyak. Terdengar suara maminya entah sedang meributkan apa. Sheren pun turun dan melihat keadaan di sana.


" bi Inah itu nanti di tata lagi ya meja makannya, sama tolong bikinin es jeruk untuk makan malam hari ini " perintah mami pada bi Inah


" siap nyonya!!, terus nanti malam menunya apa nya? " tanya bi Inah


" saya udah pesen bii, hari ini gak usah masak, cuma bikinin es jeruk aja yang agak banyak " jawab mami


Bi Inah mengangguk dan pergi ke dapur menyiapkan bahan untuk es jeruknya


" mau ada tamu siapa sih mam? " tanya Sheren pada mami nya


" tamu spesial pokoknya, nanti sore kamu jangan kemana-mana ya, pakek baju yang rapi juga " jawab mami yang nampak ceria


Sheren menatap maminya curiga. Entah siapa tamu spesial mami hari ini, apa mungkin oma nya yang akan datang


' ****** jangan-jangan oma dateng nih!! wah gawat bakal banyak aturan abis ini ' batin Sheren


Dia pun berlari ke arah kamar, dia harus merapikan kamar sebelum oma-nya datang, kalau tidak bisa-bisa oma nya akan berceramah panjang lebar padanya.


...****************...


Pukul 17.00 Sheren sudah berpenampilan rapi begitu juga Glen dan mami papi nya. Sheren melihat semua orang di rumahnya lengkap, dia heran kenapa tidak ada yang ke bandara menjemput omanya.


" mam... kok gak ada yang ke bandara jemput oma?" tanya Sheren penasaran


" bukan oma yang mau dateng, ini temennya papi " jawab mami yang sedang membantu bi Inah merapikan meja makan


" lah! bukan oma? tau gitu aku nyantai "


Sheren kaget dan kesal karna kerja kerasnya untuk membersihkan kamar dan berpenampilan rapi di rasa sia-sia. Sheren pun berjalan kembali ke kamarnya, ingin rasanya dia berganti baju yang sedikit santai, tapi sebelum dia melangkah pergi maminya memanggil


" aku gak ikut nemuin mam,, paling juga ngombrolin bisnis! " jawab Sheren sambil berjalan menuju anak tangga


Sebelum kakinya menaiki anak tangga suara papinya yang sedang menyambut seseorang terdengar, maminya langsung bergegas menuju papi dan Glen yang berada di tangga menggandeng Sheren mengajaknya ke ruang tamu. Sheren hanya bisa diam mengikuti kakaknya.


" Selamat datang pak Kuncoro,, mari silahkan masuk " sambut papi ramah


" wah trimakasih ya sudah mengundang saya sekeluarga untuk makan malam bersama " jawab pak Kuncoro


Mereka berjalan menuju ruang tamu untuk berbincang sambil menanti jam makan malam.


" Glen gemana perasaan kamu ngelola perusahan papi kamu yang besar ini? " tanya pak Kuncoro rama


" yah lumayan lah om..,, agak susah sih tapi karna ada papi semua bisa saya kerjakan " jawab Glen bangga


" kalo Sheren gemana kuliahnya? lancar? " ganti bu Hanna istri pak Kuncoro bertanya pada Sheren


" lancar kok tan..., apa sih yang Sheren gak bisa " jawab Sheren bangga


" kamu tidak berubah ya Ren " seorang laki-laki yang dari tadi di pandang sinis oleh Sheren membuka percakapan


Dia adalah Abimanyu anak satu-satunya Pak Kuncoro, Abimanyu dan Sheren sudah saling kenal dari bangku SMP, merek di juluki musuh bebuyutan. Entah masalah awalnya apa tapi setiap mereka bertemu pasti akan ada pertengkaran hebat.


" Abimanyu..., gemana kuliahnya di Jerman? " tanya mami Sheren


" sangat menyenangkan tante " balas Abimanyu santai


Suasana semakin menghangat, tapi berbeda dengan suasana antara Sheren dan Abimanyu, mereka saling menatap sinis.


" nyonya...tuan.. makanannya sudah siap " kata bibi Inah


Papi pun mempersilahkan tamu nya untuk makan bersama, acara makan berlangsung dengan hangat, sesekali mereka membicarakan bisnis satu sama lain.


Acara makan selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga. Sheren terlihat malas, dia ingin segera pergi ke kamar, rasanya dia sangat muak melihat wajah Abimanyu yang tampan tapi maminya tidak memperbolehkannya untuk pergi


" gemana Bram..., anak kita sudah sama-sama besar,, umurnya juga sudah cukup lah untuk menikah kan " pak Kuncoro memulai obrolan serius


" yah benar juga sih..., gemana Sheren! Abi! kalian sudah siap nikah kan? " tanya papi yang membuat semua orang di ruangan itu terkejut


" maksut papi gemana?? " tanya Sheren kaget


" jadi gini..., dulu papi sama om Kuncoro pernah buat janji kalai kita mau nikahin anak kita, awalnya papi kira Glen yang akan di jodohkan..., ternyata anak om Kuncoro cowok " jawab papi tenang


" tunggu dulu pi!! kok papi gak pernah ngomong sama mami? " tanya mami serius


" iya pii..., apa ini gak mendadak buat Sheren? dia kan masih kuliah pi " sambung Glen


" iya pah..., om... ini mendadak banget sih? saya dan Sheren kan masih kuliah " kata Abimanyu yang masih kaget dengan keadaan saat ini


" gak mendadak kok Bii..., kamu juga sudah bisa memimpin perusahaan kan!! pasti bisa lah memimpin rumah tangga " jawab pak Kuncoro


Mood Sheren semakin tidak beraturan. Rasa kesal, marah, muak bercampur menjadi satu, dia berlari menuju kamarnya. Glen yang melihat adiknya pergi berpamitan untuk menyusul adiknya. Abimanyu pun berpamitan menuju mobil dengan alasan tidak enak badan, dan orang tua mereka tetap menginginkan perjodohan itu berlangsung.