Go Back To You

Go Back To You
BAB 3


Dari tadi malam Sheren tidak mau keluar kamar, dia juga tidak berangkat kuliah. Bibi menggedor pintu kamarnya berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam.


" nyonya..., maaf non Sheren dari tadi saya panggil gak mau buka pintunya " kata bi Inah


Mami hanya mengangguk dan papi masih sibuk dengan laptopnya.


" Pii.., itu gemana Sheren dari pagi belum makan! " mami sangat menghawatirkan Sheren


" sudah lah mii.., nanti tengah malem kalo semua orang tidur dia pasti turun cari makan " jawab papi santai


" papi sih gak kordinasi dulu kalo mau jodoh in Sheren! " sambung mami kesal.


Papi hanya tersenyum dengan ucapan mami. Tiba-tiba Sheren turun dari tangga menuju papi nya


" papi!! pokoknya aku gak mau nikah sama dia TITIK!! " sheren berbicara dengan nada tinggi


Papi tidak menanggapinya dan masih sibuk dengan laptopnya


" mamiiii..., bilangin papi donk, enak banget jodoh-jodohin aku!! " sambung seren makin marah


" walau mami kamu bujuk papi pun,, belum tentu papi mau ngerubah pikiran " jawab papi santai


Mendengar jawaban itu Sheren pergi keluar rumah membawa mobilnya


" sayang mau kemana?!! " teriak mami dari jauh


" sudah lah mii,, paling juga ke rumah Amel " jawab papi yang masih sibuk dengan laptopnya.


...****************...


Sheren sampai di rumah Amel, Sheren menggedor pintu rumah Amel sambil mengucapkan salam, tidak lama Amel membukakan pintu.


" loh Ren kamu udah sembuh? tadi katanya sakit makanya ijin gk masuk " tanya Amel


" nongkrong yuk sama anak-anak, aku lagi bad mood nih " ajak Sheren


" heemmm oke, tunggu bentar aku ganti baju " jawab Amel sambil mempersilahkan Sheren masuk.


Tak berselang lama Amel sudah siap untuk keluar, mereka pergi menuju cafe Ari. Disana teman-teman nya pasti sudah berkumpul Karna, cafe milik Ari juga di pakai beskem oleh teman-teman club Sheren. Hanya membutuhkan waktu 15 menit mereka sampai. Di sana mereka di sambut ramah dengan anggota Club yg sedang berkumpul. Sheren langsung menghampiri mereka, sedangkan Amel memesankan es americano dan es mocca di kasir.


" Tumben Ren dateng kesini? " tanya Cahya salah satu teman Sheren


" iya nih pingin ngumpul " jawab Sheren. Amel menghampiri mereka dengan membawa minuman pesanannya


" hay Amel!! " sapa Ari


" wa alaikumsallam mas Ari " jawab Amel sambil tersenyum


Ari hanya terdiam mendengn jawaban Amel.


Ari punya rasa pada Amel, dia pernah berniat untuk melakukan ta'aruf dengan Amel, tapi Amel ingin Ari bisa merubah akhlak nya dulu sebelum bertemu orang tuanya.


" tu Ar..., kalo beneran mau ta'aruf benerin akhlak lo dulu gih " canda seorang teman mereka


Saat berkumpul banyak obrolan seru yang membuat suasana hati Sheren sedikit membaik, tapi beberapa menit kemudian suasana hatinya panas kembali, dia melihat Abimanyu duduk di pojokan cafe sambil fokus ke laptopnya, Mata tajamnya seakan menusuk siapa saja yang menatapnya, Amel yang sadar akan hal itu menepuk pundak Sheren


" liat apa Ren " tanya nya


" tuh lu liat cowok pakek kaos hitam polso yang lagi main laptop gak " jawab Sheren sambil menunjuk ke arah Abimanyu


" eh kok aku kayak kenal ya " jawab amel sambil mengernyitkan dahinya


Beberapa detik kemudian Amel teringat bagaimana hubungan Sheren dan Abimanyu yang bagaikan kucing dan anjing


" balik yuk Ren!! " ajak amel yang takut akan ada perang antara Sheren dan Abimanyu sambil menarik tangan Sheren. Sheren hanya diam sambil terus menatap tajam Abimanyu


" tunggu bentar Mel... "


Sheren melihat ada seorang perempuan langsing berambut sebahu mendekati Abimanyu, mereka saling berpelukan dan terlihat bahagia


' tunggu bentar!! Abi punya cewek!! wah momen bagus nih, harus gue foto terus lapor ke papi biar gue gak jadi nikah sama sialan itu!! ' batin Sheren.


Senyum jahatnya pun muncul, Sheren merogoh kantong celana nya dan memotret Abimanyu yang sedang berbincang dengan mesra dengan gadis itu



" okey yuk pulang! " kata Sheren sambil memasuka handphon nya ke saku celananya


Mereka berjalan keluar menuju mobil setelah berpamitan dengan teman-temannya.


Sesampai di mobil Sheren ingin cepat-cepat pulang untuk menunjukan foto yang dia dapat ke papi.


" lu seneng banget? kayaknya tadi bad mood? trs knapa lu foto si Abi? jangan-jangan lu stalker dia ya?? " tanya Amel heran


" diihh!! ngapain stalker dia? " jawab Sheren


" trs ngapain lu foto dia?? jangan-jangan mau lu santet ya? astagfirullah Reen dosaaa!! " Amel yang penasaran terus nyerocos ke arah Sheren


" gue gak pernah gitu ya!! gini deh gue cerita in, tapi nanti lu jangan bilang siapa-siapa " kata Sheren


Amel membalas dengan anggukan dan wajah yag serius. Sheren pun menceritakan kejadia perjodohan antara dia dan Abimanyu, kenapa dia ijin kuliah dan tiba-tiba mengajak Amel pergi nongkrong. Dan alasan Sheren memotret Abimanyu tadi supaya dia punya alasan untuk membatalkan perjodohan itu.


" WHAT!!! lo di jodoh in sama Abimanyu?? berarti orang tua lo gak tau kalau kalian itu musuh bebuyutan " tanggapan Amel yang masih kaget dengan cerita Sheren


" iyaa betul! makanya ini foto bakal jadi bukti yang menarik " jawab Sheren sambil tersenyum puas.


Setelah mengantar Amel pulang, Sheren langsung tancap gas kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, Sheren berlari menuju ruang keluarga


" papii!!! piii!!! " teriak Sheren


" apa sih kamu teriak-teriak?! " tanya papi yang sedang menonton TV dengan mami dan Glen


" pii..., tadi aku dari cafe terus nih liat apa yang aku foto! " Sheren menunjukan foto yang ada di HP nya


" loh ini kan Abimanyu pii!!, dia udah punya pacar?? " tanya mami yang kaget melihat foto itu


" ini pasti kamu edit kan Ren!! " tuduh papi pada Sheren


" bukan pii.., ini bukan editan! kalo emang ini editan gambar ini terlalu real pii" jawab Glen pada tuduhan papinya


" tunggu-tunggu!!....loh!! ini kan model yang bakal jadi brand ambasadornya perusahaan om Kuncoro pii!! " sambung Glen


" berarti Abi punya hubungan sama model ini pi.., apalagi mereka bakal sering ketemu kan!! pii, mami gak setuju kalo Sheren harus tunangan apalagi nikah sama Abimanyu!! " kata mami sedikit emosi


" jangan asal bikin persepsi dulu, mungkin mereka lagi ngobrolin masalah kerjaan! " jawab papi membela Abimanyu


" mana ada ngomongin kerjasama se mesra itu pii!! mami gak mau tau ya papi harus konfirmasi dulu ke Pak Kuncoro! mami gak mau nanti anak kita cuma di jadiin mainan sama Abi!! "


Mami langsung pergi meninggalkan ruang keluarga dengan marah, dan Sheren hatinya sangat bahagia melihat respon mami yang kesal. Papi memijat kepalanya pelan sambil terus melihat foto itu dan Glen hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.